Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Menyiapkan Makan Malam


__ADS_3

Jam makan siang tiba. Aluna tidak datang ke hotel tempat biasa dia makan siang dengan Kalun. Dia sudah meminta izin pada suaminya, jika ingin memakan bakso bersama Renata, sekalian bertukar cerita, mengingat dia sudah lama tidak bertemu dengan sahabatnya itu. Dan Kalun hanya menjawab dengan pesan singkat saja, jika dia menyetujui permintaan Aluna.


Sepanjang hari Aluna merasa bersalah karena sikapnya pada Kalun, pikirannya tidak tenang. Apalagi dengan sikapnya yang tidak datang makan siang bersama Kalun, membuatnya merasa menjadi istri yang buruk. Aluna terus memikirkan sikapnya hingga jam kerjanya berakhir. Dia ingin segera pulang ke rumah, dan menyiapkan makan malam spesial untuk Kalun.


Sampai di apartemen, Aluna segera berkutat di dapur, tanpa mengganti pakaiannya lebih dulu, mengikat rambutnya tinggi-tinggi memperlihatkan lehernya yang tidak terlalu panjang. Aluna memasak berbagai menu makanan yang dia tahu Kalun menyukainya.


Hampir dua jam lebih Aluna menyiapkan makan malam itu. Makanan kini sudah tersusun rapi dengan lilin yang sengaja belum dia nyalakan. Dia melihat ke arah jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dia bergegas menuju kamarnya, untuk membersihkan tubuhnya, setidaknya ketika Kalun tiba, dia tidak sekucel sekarang.


Cukup lama Aluna berendam di bathup. Namun, suara kaki Kalun tidak kunjung terdengar, tidak seperti biasanya Kalun pulang larut malam selama pernikahannya.


Hingga waktu menunjukkan hampir jam 8 malam, Aluna segera mengakhiri acara berendamnya, dan berjalan menuju kamarnya sendiri.


Aluna menunggu suaminya di depan layar televisi, dia berguling-guling di atas karpet bulu yang ada di depan tv. Jari lentiknya sudah mengetikkan pesan untuk Kalun. Tapi tangannya terasa berat untuk menekan tombol 'kirim' dia takut jika nanti pesannya menganggu Kalun yang tengah sibuk berkerja, dia juga sadar jika Kalun orang sibuk, tapi tidak seharusnya juga pulang terlalu larut tanpa memberi kabar padanya.


Dengan keberanian tinggi akhirnya Aluna menekan tombol kirim.


To : Kalun


Belum pulang?


Tatapan Aluna terus mengarah ke layar ponsel, menanti balasan dari Kalun, hampa, karena tidak segera melihat balasan dari suaminya. Film kartun yang diputar pun tidak diperhatikannya lagi. Setelah lama menunggu bunyi pesan masuk terdengar nyaring dari ponselnya, dia senang saat melihat nama Kalun tertera di layar ponselnya.


From : Kalun


Lembur.

__ADS_1


Singkat dan bermakna. Wajah Aluna nampak sedih setelah membaca balasan Kalun, dia memutuskan untuk tetap menunggu Kalun untuk makan malam bersama, mengabaikan perutnya yang terasa perih dan membiarkan makanan yang tadi dia masak dingin dengan sendirinya.


Di sisi lain. Kalun masih fokus dengan pekerjaanya, dia harus menyelesaikan dokumen-dokumen di atas mejanya hari ini juga. Salah dia juga kembali ke kantor terlalu sore, jadi terpaksa membuatnya lembur hingga dia bisa menyelesaikannya.


Kalun tersenyum tipis ketika membaca pesan dari Aluna. Namun, dia tidak kunjung membalasnya, membiarkan istrinya itu menunggu balasannya terlebih dulu, baru dia akan menjawabnya.


Hingga pukul 9 malam, Kalun keluar dari ruangannya. Suasana sudah sepi, tidak ada lagi yang berada di sana. Doni sudah dia minta untuk pulang sejak sore tadi, mengingat hanya dia yang bisa menyelesaikannya.


Kalun segera berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan di depan pintu gedung kantornya. Dia berjalan dengan santai, sambil memasukkan tangannya di saku celananya.


“Kalun!” Panggil Kayra yang ternyata menunggu Kalun di ruang tunggu lobby.


Kalun menghentikan langkahnya. Tapi masih enggan menoleh ke arah wanita yang berjalan mendekat ke arahnya. Dia mengenali suara Kayra. Sudah puluhan tahun mereka bersama, jadi dia sudah terbiasa dengan suara Kayra ketika memanggilnya.


Kalun segera melepaskan tangan Kayra kasar. Dia berbalik menghadap ke arah mantan calon tunangannya. Menatapnya dengan penuh kebencian, seolah memang tidak pernah ada cinta di antara mereka.


“Kal. Mana janjimu? Kamu kan yang akan selalu melindungiku? Kamu juga yang akan berada di sampingku sampai kita tua, sampai kita mati!” teriak Kayra dengan menatap melas ke arah Kalun.


“Itu dulu Key!”


“Semudah itukah kamu berpaling? Hanya demi wanita yang tidak kamu cintai itu!”


“Stop Key!” bentak Kalun. Membuat Kayra tersentak, baru kali ini Kalun membentaknya secara langsung, hanya untuk membela wanita yang dinikahinya.


“Aku mencintainya. Sepertinya kamu mulai tidak tahu diri ya! Terakhir ini, aku peringatkan kamu lagi, jangan menganggu keluargaku!” peringat Kalun dengan emosi, dia lalu segera berjalan cepat meninggalkan Kayra yang berlinang air mata di belakangnya.

__ADS_1


“Kal. Aku sakit! Waktuku tidak banyak, bisakah kamu berada di sampingku, hingga aku meninggalkan dunia ini!” teriak Kayra supaya Kalun mendengarkan ucapannya.


Kalun pun menghentikan langkahnya lagi dan berbalik badan tanpa mendekati Kayra. Beruntungnya suasana lobby sudah sepi. Hanya ada penjaga gedung yang kini berada di luar menunggu Kalun.


“Minta pada lelaki yang menghamilimu, aku menyentuhmu, karena kesalahan, yang akan aku sesali seumur hidupku!” ucap Kalun lalu segera pergi meninggalkan gedung EL Group.


Saat berada di dalam mobil pikirannya sudah tidak tenang tentang perkataan Kayra. Tapi dia juga tidak bisa menemaninya lagi, kebenciannya kini lebih besar dari pada rasa kasihannya. Bayangan masa-masa kebersamaannya terlintas. Dulu Kalun mencintai Kayra, hingga tidak ingin sesuatu terjadi dengan Kayra. Dia yang selalu memanjakannya Kayra, dia yang mengerti apa yang diinginkan Kayra. Tapi setelah mengetahui jika Kayra berselingkuh, perasaan itu hilang dengan sendirinya berubah 180 derajat. Dia membencinya, apalagi setelah tahu Aluna kecelakaan akibat ulah papanya Kayra. Rasa benci itu semakin mendarah daging, baginya tidak ada maaf untuk pengkhianat.


Sampai di apartemen Kalun segera menekan password pintu apartemennya. Bunyi pintu terbuka terdengar, dia mengedarkan pandangannya ke arah lampu yang masih menyala, layar televisi juga menampilkan tayangan film kartun yang tengah menayangkan happy ending dari akhir ceritanya. Kalun menggelengkan kepalanya ketika melihat Aluna yang terlelap di karpet bulu di depan televisi, tanpa bantal, hanya menggunakan tangannya yang di tekuk sebagai pengganti bantal.


Kalun meletakkan tasnya di sofa. Mendekat ke arah Aluna, dengan jahil dia menusuk-nusukan jari telunjuknya di pipi Aluna. Dia suka menggoda istrinya ketika tertidur. Mengingat Aluna sulit di bangunkan jika sudah terlelap.


“Sayang. Kamu menunggu Aa' pulang ya? Gara-gara kamu juga sih, aku harus lembur sampai selarut ini,” gumam Kalun yang masih menjahili pipi Aluna. Dia lalu membawa Aluna menuju kamarnya, menggendongnya ala pengantin baru, yang pasti hanya Kalun yang tahu apa yang ada dipikirannya.


“Kalau begini nggak papa deh, aku kerja lembur, biar bisa tidur denganmu setiap malam!” ucapnya sambil meletakkan tubuh Aluna di kasur kamarnya. Dia lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah menyelesaikan mandinya, Kalun segera menyusul di mana Aluna terlelap, dia meletakkan kepalanya di pundak Aluna seraya melingkarkan tangannya memeluk erat perut rata istrinya.


“Mari kita tidur, karena besok akan ada kejutan untukmu!” gumamnya sambil tersenyum licik. Kalun pun membenarkan posisinya, mencari posisi ternyaman agar bisa tidur dengan nyenyak bersama Aluna. Berharap matahari tidak segera muncul, karena dia sangat merindukan moment ini.


👣


Terima kasih sudah mengikuti cerita Aa dan Aluna. Harap menikmati alur ceritanya dulu, saya masih ingin menyimpan bab terbongkarnya kecelakaan Fandi, dan harap jangan emosi😍😁


Berharap dapat like dan vote yang banyak biar masuk 20 besar😁😁😁😁🙏

__ADS_1


__ADS_2