
Kalun menurunkan Aluna tepat di depan gerbang rumah Erik. Seharian tadi mereka menghabiskan waktu bersama, sebelum mereka berpisah untuk sementara. Dan malam ini dia akan bertemu dengan Kayra, membicarakan masalahnya, yang semakin membuatnya pusing. Dia berharap bisa menyelesaikan ini semua ini dengan cepat, sebelum keluarga Kayra akan bertindak lebih jauh lagi. Dia memarkirkan mobil warna putih saat tiba di depan rumah Mario.
Para pembantu milik Mario menatapnya heran, karena Kalun kini datang sendirian. Mereka sudah sering bertemu. Bahkan Kalun menganggap Mario sebagai saudara lelakinya, jadinya para pembantu itu sudah hapal dengan sikap Kalun yang keluar masuk rumah majikannya.
Kalun mengambil lagi ponsel yang baru dia letakkan, setelah mendengar suara pesan masuk. Baru 40 menit mereka berpisah. Kini Aluna sudah mengirim pesan padanya.
Sudah sampai? Bahkan sekarang aku sudah merindukanku.
Kalun terkekeh saat membaca pesan Aluna. Kalun mengingat lagi pelukan Aluna yang memeluknya erat sebelum dia keluar dari mobil saat tadi dia mengantarnya.
Sayangnya aku tidak merindukanmu. Aku hanya merindukan dia.
Balas Kalun yang langsung mendapatkan balasan dari Aluna.
Siapa dia? Kayra?
Kalun tidak membalas pesan dari Aluna. Karena dia ingin lebih dulu membersihkan tubuhnya. Dia masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar tamu rumah Mario. Kalun nerdiri di bawah guyuran air shower. Dia mengusap rambutnya dengan jemarinya, bibirnya menampilkan senyuman smirk yang terus terpancar dari wajahnya. Dia menatap tubuhnya setelah menyelesaikan mandinya.
“Aku ingin mengikuti permainanmu, seberapa besar kamu akan mempertahankan aku,” gumamnya sambil menatap tubuhnya dalam pantulan kaca. Bunyi dering ponselnya kembali bordering, dia berjalan ke arah kamar untuk melihat siapa yang meneleponnya.
Kalun menempelkan ponsel ke telinganya, mendengarkan wanita yang terus berceloteh dari ujung telepon. Rayuan maut keluar dari bibirnya, saat Aluna mulai marah dengannya. Dia berkata jika tidak akan datang ke acara famgat jika Kalun tidak mengatakan rindu padanya.
Kalun menggelengkan kepalanya. Orang hamil memang seperti ini ya? Coba papanya tidak marah dengannya, pasti dia akan bertanya langsung cara mengatasinya.
“Iya aku merindukanmu!” Kalun terkekeh saat mengucapkannya, merasa lucu karena Aluna memaksanya untuk mengucapkan itu. Sebebarny Tanpa dipaksa pun dia juga akan mengucapkan apa yang dia rasakan saat ini.
“Enggak! Kamu terpaksakan bicara seperti itu! kamu jahat pasti kamu juga pura-pura kan mencintaiku?”
__ADS_1
Istrinya itu memang benar-benar membuatnya pusing. Baru berpisah 1 jam saja, tapi kelakuannya sungguh di luar dugaanya. Jika dulu dia bisa memilih, dia lebih memilih waktu yang tepat untuk mengatur kehamilan Aluna. tapi Tuhan berkehendak lain. Dia hanya menyesali karena tidak bisa memanjakan istrinya di saat-saat seperti ini.
“Maumu apa? Aku akan menurutinya?” tawar Kalun yang menyerah dengan upayanya.
Tidak ada jawaban dari ujung telepon, membuat Kalun mengerutkan dahinya, dia menatap layar ponselnya, detik panggilan masih terus berjalan. Dia menunggu jawaban dari si penelepon.
“Sayang …” panggilnya lembut.
“Aku ingin tidur denganmu malam ini,” ungkap Aluna. “Aku menunggumu di apartemen,” lanjutnya yang berucap malu-malu. Kalun terkekeh, lalu menyetujui permintaan Aluna dengan cepat.
“Minta sopir mama untuk mengantarmu, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan kalian,” pesan Kalun setelah mendengar permintaan Aluna.
Mereka berbincang cukup lama, hingga menjelang maghrib Kalun menutup ponselnya. Karena ingin mengabari Kayra jika dia ingin bertemu. Dia menekan nama yang dulu sering dia rindukan itu. Panggilanya di angkat oleh wanita tersebut dengan ramah dia menyapa Kalun.
“Aku menunggumu di café tempat kita dulu,” ucap Kalun setelah Kayra menghentikan suara sapaanya.
jawab Kayra dengan suara manja. Kalun lalu menutup panggilannya. Dia tidak
ingin lagi terlalu lama menelepon Kayra, bukan karena takut tergoda, tapi dia hanya menjaga hatinya untuk istrinya. Meski Aluna tidak mendengar dan melihatnya, tapi Allah mencacat kelakuannya. Dia ingin menjadi suami yang baik untuk Aluna. menebus kesalahan yang telah dia perbuat pada Aluna.
***
Kalun menuruni mobilnya, saat sudah tiba di café yang dia janjikan pada Kayra. Café yang penuh kenangan untuknya dan Kayra. Dia memejamkan matanya, karena tiba-tiba terlintas bayangan Kayra, yang tengah duduk di samping kursi kemudi, dia mengenakan pakaian abu-abu putih, dia masih terlihat polos, dengan potongan rambut pendek dan poni seperti acara kartun yang digemari anak-anak. Kalun langsung menggelengkan kepalanya, saat bayangan itu terlintas. Dia lalu melangkahkan kakinya menghampiri Kayra yang sudah duduk di kursi biasa dulu dia bersamanya.
“Hai.” Kalun menarik kursi di depan Kayra. Lalu mendaratkan pantatnya di sana. Kayra terlihat senang ketika mendapati calon suaminya itu duduk di depannya. Kalun tersenyum ramah dengannya. Seolah dia bersedia menjadi suami yang baik untuknya.
“Besok aku akan mengantarkanmu ke dokter,” ucap Kalun sambil menatap ke arah wajah Kayra yang mengeluarkan senyum bahagianya.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan menunggumu, segera jemput aku, aku juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan calon anak kita.” Kayra menghentikan ucapannya ketika pelayan datang mengantarkan pesanannya. Kopi susu kesukaan Kalun, dan susu coklat hangat untuknya.
Kalun bersikap biasa saja, seolah dia akan benar-benar menikahi Kayra.
“Dua hari ada Famgat kan? Aku ikut ya?” tanya Kayra demi memecah situasi yang tiba-tiba hening. Kalun yang tengah menyeruput kopinya, kembali meletakkannya di atas meja.
“Apa kamu lupa, jika aku sudah bukan anggota keluarga Ramones lagi,” ucap Kalun sambil tersenyum simpul.
“Tapi kita akan datang sebagai tamu undangan,” jelas Kayra yang tersenyum menang.
“Terserah.” Kalun memijit kepalanya yang terasa sedikit berat, dia lalu kembali meminum kopinya. Hingga hampir habis. Namun, yang dia rasakan justru kini kepalanya menjadi semakin berat. Bahkan pandangannya menjadi kabur. Dia bodoh tidak menyadari apa yang di berikan Kayra ke dalam minumannya. Dalam hatinya terus mengumpati wanita di depannya ini. Kalun mengusap matanya, berusaha untuk terus membuka matanya. Tapi yang ada kini kepalanya semakin berat, dia masih bisa melihat bibir Kayra yang tersenyum menang karena kondisinya saat ini.
“Sayang, kita akan bersenang-senang malam ini,” ucapnya sebelum Kalun kehilangan kesadarannya. Dia terbahak sambil menjentikkan jarinya. Karena berhasil membuat Kalun terlelap.
“Kamu milikku Kalun, hanya milikku! Nggak boleh ada yang merebutmu dariku!” ucap lirih Kayra lalu dia memanggil pelayan untuk membantunya membawa Kalun ke dalam mobil mewahnya. Dia pun mengikuti langkah pelayan itu, sambil memikirkan jalan cerita Kalun setelah ini.
Mobil Kayra melaju cepat ke arah salah satu apartemen mewah di Jakarta. Tempat tinggalnya! Dia akan membawa Kalun bersamanya. Dia ingin memiliki Kalun malam ini.
*
Tenang guys, besok aku nggak libur kok. Kita tunggu apa yang terjadi selanjutnya. Jangan esmoni dulu ya.
Kalun memang brengsek bisa-bisanya dia jatuh di kesalahan yang sama.
Votenya ditabung dulu ya, buat pekan depan.
Terima kasih yang sudah memberikan tips koin, dan votenya, serta like dan komentar positifnya. Karena itu semua adalah amunisiku untuk melanjutkan kisah mereka.
__ADS_1
Happy weekend💋👍