Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Menunggu Pulang


__ADS_3

Benar kata orang jika kita hidup bahagia, waktu akan terasa lebih cepat berlalu. Seperti halnya Kalun dan Aluna, pernikahan mereka sudah hampir satu tahun, tepatnya 11 bulan, keduanya semakin terlihat romantis ketika berada di dalam rumah. Kalun selalu berusaha menjadi suami yang baik, seperti yang diinginkan Aluna. Dia tidak pernah lagi memikirkan rahasia besar yang dia simpan rapat-rapat dari Aluna, yang mungkin akan bisa meledak kapan saja.


Ingatan Aluna juga tidak kunjung pulih, setelah hampir dua bulan berlalu. Dia tidak bisa lagi mengingat kejadian sebelum dia mengalami kecelakaan.


Pagi ini, mereka berdua kembali berangkat bersama. Seperti minggu-minggu kemarin, Aluna selalu diturunkan Kalun di area parkir kantornya.


Seperti biasa Kalun selalu meminta sarapan paginya, bukan sarapan yang mengenyangkan, tapi jatah ciuman perpisahannya di dalam mobil, untuk memulai aktivitasnya, kemudian dia baru akan membukakan pintu untuk Aluna.


Malam nanti, Kalun sudah berpamitan dengan Aluna hendak menghadiri rapat, dan tentunya akan pulang larut malam, mengingat rapat akan dimulai pukul 7 malam. Aluna juga sempat berprasangka buruk dengan klien Kalun, tapi Kalun meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.


Hingga sebelum jam kerja berakhir, Aluna lebih dulu pergi ke ruangan Kalun, dengan alasan ingin meminta tanda tangan persetujuan pesta peresmian proyek Emero Group yang akan diadakan tiga hari lagi. Aluna justru semakin khawatir, dia takut jika suaminya itu akan benar-benar mengumumkan statusnya saat ini. Selain cibiran dari rekannya, pasti dia akan sedikit sungkan ketika bekerja nantinya.


Aluna masuk ke ruangan Kalun, setelah ketukkan pintunya mendapat sahutan dari pemilik ruangan. Senyum indah terpancar dari bibir Kalun, ketika melihat Aluna menutup pintu ruangannya. Aluna mendekat ke arah Kalun dengan wajah sebagai karyawan yang tengah menghadapi atasannya.


“Apa ada yang bisa saja banting?”


“Selamat sore Pak, saya cuma ingin meminta tanda tangan,” ucap Aluna sopan, tanpa mendengar candaan Kalun.


“Siapa yang menyuruhmu, apa David sialan itu?” kesal Kalun.


“Bukan. Ini murni karena keinginan saya,” singkat Aluna yang berkata jujur.


“Hahaha, kamu mau menggoda bosmu ini, ya? Iya, punya apa kamu?” goda lagi Kalun yang masih ingin melihat kesal Aluna.


“Iya. Semuanya aku punya, memang Bapak maunya apa?” Aluna menyerahkan dokumen ke tangan Kalun, dan Kalun langsung memberikan tanda tangannya, tanpa memeriksa kembali dokumen itu.

__ADS_1


“Nggak diperiksa dulu, Pak?” tanya Aluna.


“Aku percaya dengan hasil kerja istriku, nggak cuma jago memasak, bernyanyi, memainkan alat musik, berbaring di ranjang, tapi juga jago di pekerjaannya,” puji Kalun, yang justru membuat Aluna menatap tajam karena tidak menyukai pujian yang dilontarkan Kalun. Kalun semakin gemas, dia lalu menyerahkan dokumen tersebut pada Aluna.


“Aku sudah memesan gaun yang terbaik untukmu, besok akan ada orang yang akan mengantarkannya untukmu,” terang Kalun sambil beranjak dari duduknya. Dia berjalan mendekat ke arah duduk Aluna yang berada di kursi depan meja kerjanya.


“Terima kasih atas perhatianmu, tapi baju di lemari masih banyak yang belum aku pakai,” kata Aluna yang mengingat hampir setiap hari ada barang yang dikirim ke apartemen. Semua itu pemberian Kalun yang katanya membeli lewat online shopping.


“Bajunya aku desain dengan warna yang sama denganku, dan aku berharap kamu menyukainya,” jelas Kalun yang diangguki Aluna.


“Kamu jadi pergi nanti malam?” tanya Aluna.


“Iya, tapi tenanglah. Aku pasti pulang, meski larut malam. Kalau kamu mengantuk tidak usah menungguku pulang.” Kalun mendaratkan kecupannya di kening Aluna. Meyakinkan istrinya jika dia tidak perlu mengkhawatirkannya.


“Ya, hati-hati. Jangan menyentuh alkohol! Kamu tahukan akibatnya?” pesan Aluna mengingatkan Kalun.


“Iya! Sekarang lanjutkan pekerjaanmu, aku akan kembali bekerja!” kata Aluna sambil mengusap lembut pipi Kalun lalu mendaratkan kecupan penyemangat untuk suaminya. Membuat lelaki di depannya itu seperti mendapatkan mood booster untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Aluna kembali ke ruangannya, dengan dokumen yang sudah bertanda tangan suaminya. Dia lalu mendekat ke arah David dan menyerahkannya.


“Kamu datang dengan suamimu kan Lun?” tanya David saat melihat tanda tangan Kalun.


“Yah, aku akan datang dengannya,” jawab Aluna dengan sedikit khawatir.


“Aku sudah tidak sabar, melihat wajah lelaki seperti apa sih yang berhasil menaklukkan hatimu!” goda David sambil terkekeh.

__ADS_1


“Oke kita bertemu di sana, tapi jangan marah loh ya, kalau suamiku lebih tampan dari Bapak!” pesan Aluna yang membalas godaan David.


“Palingan masih cakepan aku dari pada dia!” sambar David lagi. Tidak lama kemudian terdengar dering suara telepon dari meja Aluna. Dia segera berlari kecil menghampiri mejanya dan mengangkat telepon tersebut.


“Selamat sore ada yang bisa saya bantu?”


“Aku cuma ingin dengar suaramu, aku tidak melihatmu di sini, jadi aku sengaja meneleponmu,” jawab Kalun sambil menatap layar pantauan cctv.


“Iya, Pak. Baik Pak nanti akan saya sampaikan.”


“Hei kamu gila ya? Suami ngomong apa, kamunya jawabnya apa!”


“Oke Bapak terima kasih. Selamat sore.” Aluna menutup panggilannya. Tidak ingin membuat rekannya curiga dengan hubungannya dengan Kalun. Dia lalu kembali bekerja menyelesaikan waktunya yang tinggal beberapa menit lagi.


Aluna mengetikkan pesan ke Kalun saat dia hendak pulang. Dan Kalun juga menjawabnya, dengan kata-kata romantis yang membuat Aluna berbunga-bunga. Suaminya juga berjanji akan segera pulang dan makam malam di rumah bersama Aluna. Karena biasaan itu sudah menjadi tingkat kebutuhan, tidak akan enak jika makan tanpa didampingi istrinya begitu pun dengan Aluna yang akan merasa kurang jika tidak ditemani Kalun.


Aluna sengaja memasak banyak makanan, sesuai permintaan Kalun yang menginginkan dia memasak beraneka ragam, setelah selesai, Aluna menyiapkan di meja makan. Lalu menaiki kamar untuk berendam dan menyambut suaminya pulang ke rumah.


Malam semakin larut, televisi sudah menyala menemani Aluna yang menunggu Kalun pulang ke rumah.


Karena tidak kunjung pulang, akhirnya Aluna mengambil gambar masakkannya dan mengirimkan fotonya melalui pesan whatsapp. Pesannya masuk tapi Kalun belum membacanya. Aluna hanya berpikir jika rapat masih berlangsung, dia melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi Kalun tidak kunjung pulang ke rumah. Membuat dirinya khawatir, dan takut jika terjadi sesuatu dengan Kalun. Pesan singkatnya tidak dia balas sama sekali, dibaca Kalun saja belum, dia mencoba menghubungi Doni, dan dia bilang jika Kalun sudah pulang sejak pukul 9 malam.


Setelah lewat jam 12 malam, dengan perasaan cemas Aluna mencoba menghubungi Kalun, nomor suaminya masih bisa tersambung, tapi Kalun tidak mengangkat panggilannya. Dia semakin khawatir jika sesuatu terjadi pada suaminya.


👣

__ADS_1


Hayo .. Kalun menghilang ke mana?


Jangan lupa like dan vote ya👌👍


__ADS_2