Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Yakin Nggak Mau Baca?


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan 15 jam, akhirnya pesawat Kalun mendarat sempurna di bandara Jakarta. Kalun tiba di Jakarta saat hari masih terlihat petang, dia segera masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan Doni, untuk segera mengantarnya ke apartemen.


Sesampai di apartemen dia segera menekan password pintunya, suasana masih sepi karena memang masih pukul 4 pagi. Dia lalu merebahkan tubuhnya di sofa. Dia masih belum punya keberanian untuk menatap wajah istrinya nanti, dia merasa tidak pantas untuk berada di sisi Aluna saat ini.


Mata Kalun terpejam, pikirannya melayang memikirkan lagi kejadian yang kemarin terjadi dengan dirinya dan Kayra. Masih teringat kata-kata Kayra, jika dia bukan yang pertama untuknya, tapi saat itu dia tidak peduli, karena dia berpikir Aluna tengah bercanda dengan dirinya, hingga pagi hari tiba, dia baru tersadar jika wanita yang dipeluk bukanlah istrinya, melainkan Kayra. Kayra yang harusnya saat ini menyandang status sebagai mantan tunangannya.


“Aa’!” panggil Aluna sedikit terkejut melihat tubuh Kalun yang terbaring di sofa.


Kalun membuka matanya, dia belum berani untuk melihat wajah wanita yang dia rindukan beberapa hari ini. Dia mengganti posisinya, duduk menunduk sambil menatap jari-jarinya yang saling terpaut.


“Kok nggak masuk kamar?” tanya Aluna yang berjalan mendekat ke arah Kalun. Kalun menoleh ke arah Aluna, menampilkan senyum kecut yang dia ciptakan, dia ingin sekali memeluk Aluna, menyampaikan perasaan rindunya karena lama tidak berjumpa, ingin sekali mengucapakan kata maaf berulang kali, hingga mulutnya itu berbusa. Tapi dia tidak mampu! Dia hanya menatap Aluna dengan tatapan sayu, seperti orang yang merasa kelelahan.


Tubuh Kalun membeku saat Aluna langsung merangkul erat perutnya, sambil memejamkan matanya, mencium dalam-dalam parfum yang tertinggal di kemeja yang dia kenakan, dia juga bisa merasakan jika istrinya itu tengah meluapkan rasa rindunya saat ini.


“Aku merindukanmu A,” ucapnya setelah yang masih erat memeluk Kalun.


Tangan Kalun yang terbebas tidak berani untuk membalas pelukkan Aluna, dia merasa sangat jijik dengan dirinya sendiri, dia merasa tidak pantas untuk membalas pelukkan Aluna.


“Di mana Riella?” tanya Kalun sambil berusaha melepaskan pelukkan Aluna.


Aluna menatap wajah Kalun dengan cemberut, dahinya sudah berkerut saat mendapatkan balasan Kalun yang acuh dengannya.


“Kamu tidak merindukan aku? bukannya kemarin kamu bilang sangat merindukanku?” tanya Aluna dengan nada manja, dia lalu menangkup wajah Kalun untuk menghadap ke arahnya.


“Aku hanya capek, perjalanan 15 jam di pesawat sangat membuatku lelah,” jelas Kalun sambil berusaha menghindari tatapan mata Aluna.


“Masya Allah, maaf aku lupa membuatkanmu minum,” ucap Aluna sambil melepaskan tangannya dari wajah Kalun, dia lalu beranjak dari duduknya untuk membuatkan minuman untuk Kalun.


“Mau teh, apa kopi susu A’ atau mau coklat panas?” tawar Aluna saat berjalan menuju dapur.


“Terserah saja,” jawab Kalun dengan suara dingin, membuat Aluna menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah Kalun, melihat ada sesuatu yang berbeda dengan suaminya saat ini. Wajah Kalun terlihat sangat dingin, membuat Aluna bertanya dengan dirinya sendiri, seolah dia penyebab Kalun menjadi seperti saat ini.


Aluna lalu melanjutkan langkahnya menuju dapur, dia membuatkan Kalun kopi susu, mengingat Kalun sangat menyukai minuman buatannya itu. Setelah selesai Aluna kembali ke sofa, lalu menyerahkan minuman itu pada Kalun.

__ADS_1


“Istirahatlah jika tidak enak badan, Riella ada di kamar sebelah, nanti aku akan membangunkan Aa' ketika dia sudah terbangun,” jelas Aluna yang saat ini duduk menjauh dari Kalun.


“Ada apa dengannya?” tanya Kalun yang tidak berani menatap Aluna.


Aluna diam sejenak, menyusun kata-katanya dengan rapi, sebelum mengatakan itu pada Kalun, setelahnya dia sadar jika dia tidak berhak untuk menyampaikan itu pada Kalun.


“Biarkan Riella nanti yang menyampaikan padamu, terlalu lancang jika aku yang menyampaikan masalahnya,” kata Aluna


sambil mengambil jaket yang berada di sandaran sofa, dia lalu kembali ke kamarnya, untuk membersihkan kasurnya supaya Kalun bisa beristirahat di sana.


Tepat pukul 5 pagi Riella keluar dari kamarnya, dia belum menyadari jika kakaknya sudah berada di apartemen. Riella mengalami morning sickness lagi pagi ini, bahkan lebih parah dari yang dia rasakan kemarin pagi.


Kalun jadi teringat dengan Kayra kemarin, saat mendengarnya muntah-muntah di dalam kamar mandi, tapi dia justru meninggalkannya sendiri di sana.


“Ada apa denganmu?” tanya Kalun yang membuat Riella terkejut.


“Ka-kak su-sudah pulang?”


Pertayaan Riella membuat Kalun heran, dia terus menatap wajah adiknya yang terlihat pucat pasi itu.


Kalun menarik tangan Riella untuk duduk manis di sofa. Riella hanya diam sambil meremas kaos yang dia kenakan saat ini.


“Dik!” panggil Kalun yang sedikit membentak karena Riella tidak mengeluarkan satu katapun.


Riella menatap wajah Kalun, dia mencoba memberanikan diri untuk mengatakan semuanya pada kakaknya. Supaya kakaknya itu bisa ikut membantunya berbicara dengan kedua orang tuanya.


“Aku, aku, a-aku .…”


“ADA APA! Jangan bilang kamu hamil!” bentak Kalun, dia sudah bisa menebak apa yang terjadi dengan adiknya, meski dia bukan dokter kandungan, tapi dia pernah sekolah di fakultas kedokteran.


Riella diam, air matanya sudah turun, dia menunduk tidak berani menatap wajah Kalun, keberaniannya yang dia tumpuk sudah kembali redup ketika Kalun menatapnya tajam.


“Jadi benar? kamu hamil? Haruskah kakak senang? Karena akan punya keponakan? Brengsek di mana Emil!” maki Kalun yang sudah mengeluarkan emosinya, dia berteriak seperti orang yang tengah kesetanan.

__ADS_1


Riella semakin keras menangis di sana, bahkan kakaknya ini tidak bisa sedikit halus saat berhadapan dengannya saat ini,


bicaranya sudah bukan seperti Kalun yang selama ini dia tahu.


“Katakan La!”


“Dia ke Bandung kak, dia akan menikahiku saat pulang nanti,” jelas Riella dengan rasa takutnya, bahkan tangannya sudah bergetar karena menahan rasa takut.


“Apa kamu siap hidup dengannya, kamu tahu kan, sudah berapa wanita yang ada di sampingnya, jika kamu terus seperti ini kamu harus siap menanggungnya sendiri.”


“Tapi Kak! Kak Emil tidak seperti itu Kak, dia setia denganku!” ucap Riella yang tidak terima jika Kalun terus menganggap buruk Emil.


Kalun sudah hendak melayangkan tangannya, hendak menampar Riella, karena Riella tidak pernah membuka matanya, tentang kelakuan Emil.


“Jangan main tangan dengan wanita A’!” teriak Aluna yang sudah menahan tangan Kalun dari belakang punggungnya.


“Ada nyawa yang harus kita lindungi, dari pada harus mengeluarkan emosimu seperti ini,” terang Aluna demi meredakan emosi Kalun. Kalun memejamkan matanya, berigstifar dalan hati berulangkali.


“Awas saja! Jika dia tidak menemuiku, aku akan membunuhnya di depanmu juga!” peringat Kalun saat melihat Riella menatapnya.


“Aku tunggu sampai besok malam, jika dia tidak datang, aku akan minta anak buahku untuk mencarinya,” lanjut Kalun sambil melepaskan tangannya yang ditahan Aluna.


Dia lalu berjalan meninggalkan dua wanita itu, menuju ke kamarnya.


“Kak!” panggil Riella.


Kalun menghentikan langkahnya yang hendak menaiki tangga, dia tidak mampu membalikkan tubuhnya menghadap Riella, karena di sana ada Aluna yang juga tengah menatapnya.


“Bantu aku bicara dengan papa dan mama Kak,” pinta Riella yang diabaikan Kalun. Kalun melanjutkan langkahnya menuju kamar, dia menutup dirinya untuk kedua wanita itu. Kalun


mengunci pintu kamarnya supaya Aluna tidak bisa menemuinya.


Kalun menghempaskan tubuhnya di kasur, mencium aroma zaitun yang masih tertinggal di sana. Dia memeluk bantal Aluna dengan erat, sebagai pengganti Aluna saat ini, meluapkan rasa rindu yang dia tahan selama ini. Rasa bersalah Kalun semakin besar setelah kejadian kemarin yang dia lakukan dengan Kayra, berulang kali dia mengucapkan kata maaf, tapi kata itu tidak tersampaikan di telinga Aluna. Membuatnya membenci dirinya sendiri, atas kesalahan yang dia lakukan selama ini, karena dia membuat Aluna semakin sakit lagi dengan kelakuan yang dia ciptakan sendiri.

__ADS_1


👣


Jangan lupa untuk like dan vote.


__ADS_2