Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Jackpot


__ADS_3

“Luuunnh!” panggil Kalun dengan suara seraknya.


Aluna yang mendengar panggilan Kalun, hanya bisa menjawab dengan tatapan matanya, meminta Kalun untuk segera mengucapkan maksudnya.


“Bisakah aku menggunakannya?” tanya Kalun, dengan menatap sayu ke arah wajah Aluna. Aluna hanya memainkan alisnya, karena tidak paham dengan maksud suaminya tersebut.


Tangan Kalun yang meraba inti Aluna pun, membuat dirinya paham, dan mengerti apa yang Kalun inginkan.


“Bukankah aku sudah bilang, jika Aa’ harus berpuasa dulu,” jelas Aluna sambil menyingkirkan tangan Kalun ke arah samping.


Kalun yang kecewa langsung mengerucutkan bibir merahnya.


“Nggak bisakah dengan cara lain?” tanya Kalun yang tidak ingin mandi air dingin.


“Maksudmu?”


Kalun pun memainkan bibirnya meminta Aluna untuk mengecupnya.


“Kissmark?”


Kalun pun mengangguk, dan meminta Aluna untuk memberikan kissmark di lehernya.


“Tapi aku nggak bisa A’!” bantah Aluna.


“Coba dulu, Sayang,” jawab Kalun sambil membawa bibir Aluna ke pundaknya.


“Nanti kalau ketahuan orang bagaimana?”


“Kita kan, belum tahu hasilnya, jika beneran merah, nanti kita lanjut pakai koin, kamu ngerokin aku, ayo cepat!” perintah Kalun yang sudah tidak sabar.


Aluna pun menuruti ucapan Kalun, dia meletakkan bibirnya di leher Kalun, membuat suaminya tertawa karena rasa geli yang menyerangnya.


Aluna yang tidak paham dengan cara membuat kissmark, dia hanya mampu menjilati leher Kalun.


“Kok nggak merah A’?” tanya Aluna saat tidak ada bekas tanda merah di leher Kalun. Kalun segera beranjak dari posisinya, dia mendekat ke arah cermin, mencari bekas kecupan Aluna.


“Iya, sini ulangi lagi bagian sini, mungkin kurang serius kamu,” ucap Kalun sambil meraih ponselnya.


Kalun terlihat tengah mengotak-atik ponselnya. Dia juga penasaran dengan cara membuat kissmark yang baik dan benar. Tanpa ragu lagi dia menekan tanda micropon di daftar pencarian. Dengan voice note nya dia berucap jelas dan lantang.


“CARA MEMBUAT KISSMARK.”

__ADS_1


Aluna menahan senyumnya, hingga membuat wajahnya berubah menjadi merah.


Berbeda dengan Kalun yang melotot sempurna, ketika melihat hasil pencarian di layar ponsel. Banyak sample di sana sepasang manusia yang tengah bertelanjang dada. Dia langsung melemparkan ponsel itu ke arah Aluna.


“Makanya, nggak usah aneh-aneh!” cibir Aluna sambil terkekeh setelah melihat hasil pencarian.


“Sini A’ sepertinya aku tahu!” perintah Aluna sambil menepuk tempat kosong di sampingnya.


Kalun pun berjalan mendekat ke arah Aluna. Dia langsung memeluk tubuh Aluna dari depan. Tanpa dia sadari ternyata Aluna benar-benar memberikan kissmark untuknya, dengan cara menggigit lehernya hingga dia merintih kesakitan.


“Tuh kan, A’ merah!” ucap Aluna yang merasa bisa memberikan kissmark untuk Kalun. Kalun membuang nafas lelah sambil memejamkan matanya.


“Sakit tapi Sayang,” ucap Kalun lembut, sambil meraba lehernya.


“Kamu salah metode deh, bukan gigi harusnya yang kamu pakai,” ucap Kalun sambil kembali berjalan ke arah cermin lagi. Aluna hanya terkekeh, sambil menyesali perbuatannya, mengucapkan kata 'maaf' berulang kali pada suaminya.


“Sini biar Aa’ saja yang nyoba!” ucap Kalun yang kembali mendekat ke arah Aluna. Dia langsung menarik kaos yang di pakai Aluna hingga memperlihatkan kulit putih Aluna.


“Biar kamu nggak mondar-mandir ke kaca, jadi Aa’ kasih di sini saja,” ucap Kalun sambil menunjuk ke arah sensitif Aluna.


“Jangan dong!” ucap Aluna sambil berusaha mengambil kaos yang di sembunyikan Kalun di belakang tubuhnya.


“Hahaha ... lagi ah!” ucapnya sambil mencari bagian kulit lain di tubuh Aluna. Kalun lalu mengulangi kegiatannya tadi.


“Ahhhh ... sakit,” rintih Kalun ketika memainkan bibirnya terlalu kuat. Tapi Kalun, semakin bahagia, karena bukan warna pink lagi yang tercetak di sana, melainkan warna merah kehitaman yang menghiasi di kulit putih Aluna.


“Udah A’ jangan lagi!”


“Sebentar belum penuh!” tolak Kalun yang masih senang bermain kissmark di tubuh Aluna.


“Besok aku harus kerja, nanti ada yang melihat!” ucap Aluna, sambil berusaha menahan bibir Kalun.


“Ya sudah, aku berikan di perut saja,” ucap Kalun sambil membuka tangan Aluna yang menutupi perutnya.


“Nggak, udah, sana pergi! Aku nggak mau!” tolak Aluna dengan nada tinggi. Dia berusaha menyambar baju yang tertindih tubuh Kalun. Setelah mendapatkan bajunya, Aluna segera mengenakannya dan merebahkan tubuhnya untuk istirahat.


“Good night A’ aku tidur dulu, jangan lupa ganti lampunya ya!” ucap Aluna sambil menarik selimut, dia tertawa bahagia saag melihat raut wajah kalun yang tidak bersahabat.


“Tega kamu membiarkan aku mandi air dingin lagi?” ucap Kalun sambil berjalan ke arah kamar mandi, untuk meredakan sesuatu yang menyiksa tubuhnya. Hingga malam sudah larut Kalun segera menyusul Aluna ke alam mimpinya. Membawa Aluna ke dalam pelukkan, memeluk erat tubuh Aluna, dan menempelkan bibirnya ke kening Aluna hingga dia terlelap.


Lima hari kemudian.

__ADS_1


Aluna kini tengah berada di ruang ganti, untuk menyusun pakaian yang akan dibawa nanti malam. Ini pengalaman pertamanya pergi berbulan madu, dia pun belum mengerti apa yang akan dia lakukan di sana.


Masalah pekerjaannya, Kalun sudah mengurusnya dengan memberikan cuti satu minggu.


“Sayang ... ada Erik family’s,” ucap Kalun saat memasuki kamar.


Aluna hanya tersenyum tipis, ke arah Kalun. Saat mendengar rombongan keluarga mertuanya tersebut.


“Jangan terlalu lama menemui mereka, nanti kamu ketularan lagi!”


“Ketularan apa?” tanya Aluna yang sudah hendak pergi meninggalkan kamarnya.


“Ketularan mesum!” ucap Kalun sambil tertawa renyah.


“Tanpa kamu sadari, mesumnya nurun ke kamu!” cibir Aluna sambil meninggalkan kamar.


“Ya, nggak papa, yang penting kamu bisa mengeluarkan suara indahmu!” teriak Kalun supaya Aluna bisa mendengarnya.


Aluna yang baru dua langkah dari kamar hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Kalun. Dia lalu segera menemui keluarga suaminya yang tengah berada di ruang keluarga.


“Lun ... ini nanti dibawa ya, penting untuk kalian, jangan dibuka sebelum sampai kamar kalian di Maldives, kalau kalian lalai, nggak akan jadi nanti,” pesan Ella pada Aluna.


“Isinya apa Ma?” tanya Aluna yang penasaran.


“Sudah bawa saja, di situ sudah papa tulis detailnya!” sahut Erik sambil menunjuk kotak yang Ella berikan untuk Aluna. Kalun yang berdiri di belakang Aluna meminta Aluna untuk menuruti orang tuanya.


“Kak, oleh-olehnya keponakan saja ya buat Nara, coba deh dulu Mama nggak keguguran, pasti Nara bisa gendong adik kecil,” ucap Nara yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari Erik. Karena melihat raut wajah Ella yang sudah berubah menjadi sedih.


“Doain saja dik, semoga bisa langsung dapat jackpot,” ucap Kalun sambil memeluk Aluna dari belakang.


“Jackpot apaan Kak?” tanya Rara.


“Iya, sekali nembak bisa dapat dua,” jelas Kalun sambil terkekeh. Ella dan Erik pun hanya menggelengkan kepalanya, saat mendengar ucapan anak lelakinya itu. Berbeda dengan Nara dan Rara yang tidak paham.


Hingga malam tiba, Kalun dan Aluna bertolak menuju bandara untuk berangkat berbulan madu. Pesan dan permintaan dari orang tuanya sudah dia pikirkan baik-baik ,asal Aluna mengataka ‘ya’ dia akan berusaha keras untuk mengabulkan permintaan orang tuanya.


👣


Next part kita ke Maldives ya😃


Jangan lupa like dan vote.👍🙏

__ADS_1


__ADS_2