Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Yang mau masuk Group Kristiana ada password khusus sekarang. Tulis nama lengkap Kalun! Biar dibukain kunci sama Adminya. Ada yang tidak tahu nama lengkap Kalun? jawabannya ada di part 2. Pengenalan tokoh. Ada lomba podium hari ini, buruan masuk ya! Terima Kasih.


Apartemen mewah itu terlihat gelap saat hari berubah menjadi malam. Kalun masih bermimpi di alas karpet yang ada di depan televisi. Sedangkan Aluna juga masih terlelap di atas ranjang mewah milik Kalun. Keduanya tidur dengan nyenyak, meski di ruangan yang berbeda. Masalah yang meraka alami beberapa hari inj, menguras tenaga dan emosi keduanya, baru kali ini mereka bisa tertidur lelap semenjak masalah itu datang.


Tepat ketika pukul 6 sore, Kalun terbangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan matanya yang masih terasa berat. Menguceknya dengan tangan kanan. Dia lalu mengedarkan pandangannya, tidak ada penerangan yang menyala di apartemen mewah tersebut. Dia lalu mendudukan tubuhnya, bersandar di sofa, berusaha mengumpulkan tenaga, mengingat lagi kejadian sebelum dia terlelap di alas karpet. Kalun tersenyum simpul saat menyadari kejadian yang mereka alami tadi.


“Kenapa lapar sekali!” gumamnya sambil mengusap perutnya sendiri. Kalun bergegas bangkit dari tempat ternyamannya saat ini, berjalan untuk menyalakan lampu di setiap sudut ruangan. Dia lalu berjalan menuju lantai dua, menghampiri Aluna, yang dia pikir Aluna masih terlelap di kamarnya.


“Yang … Sayang. Luna Sayang, Luna Maya, kucinta Luna. Bukain dong pintunya!” panggil Kalun sambil memainkan pegangan pintu kamar, tangan kanannya tidak henti-henti mengetuk keras pintu kamar yang di tempati Aluna.


“Sayang kita dinner yuk?” rayu Kalun meski pintu belum terbuka, “Atau kita belanja, ada produk tas baru loh, atau kamu mau beli parfum aroma biji zaitun, biar aku tambah lengket sama kamu.” Kalun menghentikan aksi teriaknya, saat tidak mendapat jawaban dari dalam ruangan, membuang nafas lelah dan kesal karena tidak mendengar sahutan apapun dari dalam kamar. Dia lupa jika kamarnya itu kedap suara, jadi mana mungkin Aluna bisa mendengarnya.


Aluna yang baru saja keluar dari kamar mandi, kini tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia belum menyadari jika Kalun sudah berteriak-teriak meminta untuk dibukakan pintu. Dia justru bernyanyi lirih sambil mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Suara Kalun yang kembali berteriak-teriak tidak mampu dia dengar dengan jelas, dia justru asyik melanjutkan kegiatannya.


Setelah merasa rambutnya sudah kering, dia kembali merebahkan tubuhnya di kasur milik Kalun, dia mengenakan headset di telinganya, ikut menyanyikan lagu yang dia perdengarkan. Tanpa mempedulikan lagi laeaki yang tengah menggedor-nggedor pintu kamar.


Kalun yang lelah, kembali meninggalkan Aluna, dia menuruni tangga hendak keluar mencari makanan untuk mengisi perutnya. Dia kembali meninggalkan Aluna yang masih mengunci diri di kamar.


Kalun segera melajukan mobilnya ke tempat yang paling special untuk mengisi perutnya. Jalanan sedikit lenggang malam ini, jadi dia bisa melajukan mobilnya dengan cepat. Hampir 30 menit Kalun sudah tiba di tempat yang dia tuju. Satpam rumah Erik segera menyambutnya dengan ramah, dia membukakan pintu samping kemudi mobil Kalun, yang dia pikir Aluna ikut serta dengannya.


“Mbak Luna kemana Mas? Nggak ikut ya?” tanya lelaki berbadan besar di depan Kalun, yang sudah hampir seumuran Kalun dia bekerja di sana.


“Di rumah!” jawab Kalun singkat, sambil menutup kasar pintu mobilnya.


Ella yang mendengar deru mobil Kalun dari dalam rumah, langsung berlari ke arah luar, kini dia sudah berada di depan pintu rumah, tidak beda dengan penjaga rumah tersebut, dia mengira jika Kalun datang bersama Aluna.


“Lapar Ma!” kata Kalun sambil mengusap perutnya, dia lalu merangkul lengan Ella, bergelayut manja di lengan Ella berjalan menuju dapur.


“Luna nggak masak?” tanya Ella penuh selidik menatap ke arah samping.

__ADS_1


“Masih marah,” singkat Kalun.


Ella terkekeh ketika mendapat jawaban dari Kalun. Dia mencubit pipi Kalun, seperti kebiasaanya dulu, “Pelajaran buat kamu, makanya apapun itu bicarakan semuanya dengan Luna, meski itu menyakitkan, tapi dia akan merasa dihargai ketika kamu mau berbagi dengannya. Mama tahu kamu itu kurang pengalaman dalam masalah wanita, tapi belajarlah dari papamu! Dia tidak pernah menyembunyikan apapun dari Mama,” jelas Ella panjang lebar, yang akhiri pujian untuk suaminya.


“Apa Papa dari dulu memang seperti itu? Pasti pernah Papa main perempuan, kan?” tanya Kalun sambil menatap Ella yang tengah sibuk mempersiapkan bahan makanan. “Pasti dulu Papa juga pernah mengalami sama seperti aku,” imbuhnya menanti jawaban dari Ella.


Ella tersenyum manis ke arah anak lelakinya, “Papa selalu bisa merayu Mama, jadi, Nggak bisa Mama untuk mengatakan tidak!”


“Papa bilang apa sama Mama, aku juga mau belajar dari Papa!”


“Yah, sana tanya Papamu!” perintah Ella yang malu menceritakan masa lalunya.


“Papa dulu pernah selingkuh nggak Ma?”


“Sudah sana pergi! Atau Mama nggak jadi masakin buat kamu!”


“Ih, Mama pelit. Masakin juga buat Luna ya!?” pesan Kalun sambil mengerjapkan matanya ke arah Ella. Membuat Ella menggelengkan kepalanya.


“Tahu saja Mama,” teriak Kalun sambil berjalan meninggalkan dapur, tapi baru tiga langkah dia kembali menghadap ke arah Ella.


“Apa Mama yang menyembunyikan surat cerai yang kemarin sudah ditandatangani Aluna?” tanya Kalun.


“Iya Mama menyimpannya, biar tidak sampai di pengadilan,” jawab Ella.


Kalun lalu kembali berjalan ke arah ruang keluarga setelah mendapatkan mengucapakan terima kasih pada Ella, dia lalu ikut bergabung dengan kedua adiknya yang tengah berada di ruang keluarga bersama Erik.


“Riella mana Dik?” tanya Kalun sambil mendudukan pantatnya di sofa samping tempat duduk Erik.


“Sebentar lagi juga datang Kak, dia baru di perjalanan.” Naura menjawab tanpa beralih menatap Kalun. Dia tengah menyaksikan drama korea kesukaannya. Sedangkan Kalun menganggukan kepalanya saat mendengar jawaban dari Naura.

__ADS_1


“Satu bulan lagi pernikahannya akan digelar.” Erik mulai angkat bicara masalah putri pertamanya.


“Bisa bicara sebentar Pa,” ajak Kalun sambil menatap Erik yang tengah menyesap kopi hitam yang ada di tangannya.


“Kenapa lagi, masalah Luna?”


“Bukan Pa, masalah Riella.” Kalun sudah berdiri hendak meninggalkan ruang keluarga. Tapi saat dia menatap pintu masuk dia melihat Riella datang bersama Kenzo. Kalun pun mengurungkan niatnya, dia menyambut lelaki itu dengan ramah. Sedangkan Riella langsung berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


“Apa kabar?” tanya Kalun sambil berjalan ke arah Kenzo, dia menjabat tangan Kenzo ketika sudah berada di depannya.


“Baik. Turut berduka cita atas meninggalnya Kayra. Aku sempat berpikir kalian berjodoh, tidak tahunya takdirlah yang memisahkan kalian,” kata Kenzo lirih.


“Semua sudah diatur oleh Allah, dan jodohku adalah Luna, aku bahagia memilikinya,” jelas Kalun dengan bahagia.


“Ken, apa aku bisa bicara serius denganmu? Kita bisa bicara di taman jika kamu mau,” kata Kalun sambil menunjuk ke arah taman yang minim pencahayaan, yang ada di depan rumahnya. Kenzo menganggukan kepalanya, karena ini juga masih sore.


Mereka berdua berjalan meninggalkan rumah utama Erik, supaya tidak ada yang mendengarkan pembicaraanya, Kenzo dan Kalun duduk berhadapan di kursi taman, layaknya membicarakan perihal bisnis, keduanya sangat serius.


“Aku langsung berbicara saja, aku tidak ingin berbasa-basi lagi.”


Kenzo mengangguk saat mendengar permintaan Kalun, “Silakan!”


Kalun menatap mata bulat kenzo yang tengah menatap ke arah tangannya.


“Dia sudah tidak gadis lagi, apa kamu mau menerima dia apa adanya? Aku sebagai kakak hanya ingin memastikan kebahagian adikku, masih ada waktu untukmu berpikir, untuk menghindari perjodohan ini.” Jelas Kalun.


Kenzo sedikit terkejut ketika mendengar perkataan Kalun, membuat lelaki di depannya tersenyum smirk, karena Kenzo menampilkan wajah tidak bersahabatnya. Kenzo terlihat berpikir keras, mencerna dengan baik perkataan Kalun.


👣

__ADS_1


Jangan lupa votenya dong, biar aku juga semangat mengetik part berikutnya, oke!💪💪


__ADS_2