Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Melindunginya


__ADS_3

Sudah hari ke lima Kalun harus menerima kenyataan jika dia harus menahan gairahnya, ketika berdekatan dengan istrinya. Saat ini dia tengah berada di ruang kerja gedung EL Group, menatap layar ponsel yang ada di tangan kanannya, menatap foto Aluna yang tengah mengenakan baju sexy dengan belahan dada yang terlihat sempurna mempelihatkan ukurannya yang tidak begitu besar, dan itu semua Aluna lakukan, demi memenuhi keiinginanya, karena tidak kuat menahan puasa, selama hampir 10 hari.


Kalun terperanjat, ponselnya hampir saja terjatuh, ketika melihat lelaki di depannya tiba-tiba menyuarakan suara.


“Sejak kapan kamu di sini? Dan apa maumu? Kenapa tidak mengetuk pintu lebih dulu? Bagaimana jika aku tengah berciuman dengan istriku! Hah?” berondong Kalun dengan pertanyaan sambil menyembunyikan ponselnya di bawah meja. Doni yang hendak menjawab pertanyaan Kalun, terhentikan oleh perkataan Kalun yang kembali terdengar.


“Lain kali jangan diulangi atau aku akan melaporkanmu pada paman Yohan.” Kalun mengeluarkan ancaman pada Doni, membuat lelaki yang lebih kecil darinya itu merasa ketakutan, jika kalun benar melaporkannya.


Doni mendekat lagi ke arah Kalun, lalu menyerahkan sebuah undangan pernikahan dari rekan bisnisnya. Kalun melirik sebentar apa yang disodorkan Doni di atas meja, dia lalu meraih undangan bewarna putih berhias tinta emas di depannya, segera membacanya dengan cepat tanpa mempedulikan lagi ponselnya yang diperhatikan Doni. Beruntung layar ponsel itu berubah menjadi hitam ketika Doni belum sempat mengetahui isi gambarnya.


“Nanti malam? Kenapa baru menyampaikannya sekarang!” maki Kalun sambil melemparkan kembali undangannya di atas meja.


Ya Allah Pak Kalun kenapa Anda seperti ini? Kenapa emosi Anda meningkat 200% apa Anda tidak mendapatkan yang enak-enak dari Nona Aluna. Batin Doni yang keheranan karena pagi-pagi dia sudah mendapatkan makian dari Kalun. Dia hendak menjelaskan semua pada Kalun, tapi bosnya itu sudah memberikan mandat untuk mengurus semua keperluannya nanti malam.


“Apa Pak Kalun akan datang dengan Nona Aluna?” tanya Doni yang sedikit ragu.


“Menurutmu?” jawab Kalun yang membalas dengan pertanyaan. Dengan nada mengancam dan bahu yang dinaikkan ke atas.


“Aku sudah menemukan pasanganku. Jadi aku akan sekalian mengenalkan Aluna pada mereka,” lanjut Kalun yang tidak ingin menatap ke arah Doni.


“Apa itu tidak berbahaya? Mereka akan mengincar keselamatan Nona Aluna.” Doni mengatakan kekhawatiran yang akan menjadi masalahnya juga jika sesuatu terjadi pada istri atasannya.


“Masalah pasti akan ada, tapi aku juga akan berusaha untuk melindunginya, nggak mungkin juga aku bisa menyembunyikan istriku selamanya. Kamu pesankan gaun yang serasi denganku, aku ingin berangkat lebih awal ke acara pesta!” perintah ulang Kalun yang disetujui Doni.


Doni segera meninggalkan ruangan Kalun yang sedikit panas menurutnya, dia segera mengerjakan perintah atasannya, menelepon butik dan salon langganan bibi Ella.


Sedangkan Kalun kembali meraih ponselnya, dia menatap lagi wajah istrinya yang terlihat menggoda, dia belum ingin menutupnya, masih betah menatap foto Aluna yang mengenakan lingrie hitam. Namun, lagi-lagi acaranya terganggu karena dering panggilan yang masuk ke nomornya, dia segera menggeser tombol terima ketika melihat wanita yang dia cintai itu menelepon.

__ADS_1


“Ada apa Ma?” tanya Kalun setelah mendengar wanita di ujung telepon menyapanya.


Dia mendengarkan suara Ella yang menyuarakan tujuannya menelepon.


“Kalun nggak bisa menginap di sana Ma, nanti malam Kalun akan menghadiri pesta pernikahan anak rekan Papa,” tolak Kalun ketika Ella memintanya untuk pulang ke rumah.


Setelah itu di ujung telepon terdengar jelas suara Ella yang langsung memaki-maki Kalun dari a-z semua ocehan khasnya keluar, karena Kalun menolak untuk datang.


Kalun hanya bisa mendengarkan tidak ingin membantah permintaan Ella lagi.


“Oke, oke.” Sahut cepat Kalun demi menghentikan makian Ella.


“Tapi, nanti Kalun malam sampai sana, Mama istirahat dulu saja. Lagian ngapain juga sih Luna harus ikut ke acara pengajiannya Mama?” Lanjut Kalun yang mendengar Ella akan mengenalkannya di acara pengajian besok pagi, yang akan di selenggarakan di rumahnya.


Kalun mendengus kesal sambil memijit pangkal hidungnya, bukan hal langka jika mamanya meminta untuk datang ke rumah. Namun, anehnya Ella akan mengenalkannya pada rekan pengajiannya, jika rekan yang dimaksud itu tante Anna atau bibi Sashi dia sudah terbiasa, tapi ini acara pengajian yang pasti akan banyak toko emas berjalan di sana, dan seiingatnya dia baru sekali memberikan Aluna cincin yang terlihat mewah. Itu kan akan membuatnya membuang waktu lagi untuk mengantar Aluna membeli perhiasan apa nanti yang akan nanti dipakainya.


Kalun mengotak-atik ponselnya, menelepon Aluna untuk mendatangi ruangannya. Setelah perdebatan kecil akhirnya Aluna yang mengalah, karena Kalun mengancam akan menariknya keluar dari ruang devisinya.


“Kita tidur di tempat Mama,” kata Kalun sambil memperhatikan perubahan wajah Aluna.


“Hey, kenapa cemberut begitu?” tanya Kalun saat melihat pipi Aluna yang mulai menggembung, dan bibirnya yang sedikit mengerucut.


“Apa kamu mengkhawatirkan sesuatu?” tanya Kalun saat melihat wajah cemas Aluna.


“Sedikit, ada acara di rumah Mama?” tanya Aluna memastikan.


Kalun mengangguk cepat, “Ada pengajian besok pagi. Jangan khawatir, aku akan barada di sampingmu menemamimu, jika ada yang berani mengolokmu,” jelas Kalun, yang sudah berdiri dari duduknya, dia mendekat ke arah Aluna, lalu membawa tubuh Aluna duduk di pangkuannya, karena dia gagal menahan untuk tidak bersentuhan dengan istrinya.

__ADS_1


“Apa kamu perlu baju gamis baru?” tawar Kalun yang sudah siap mengantarkannya jika Aluna menganggukan kepalanya.


“Nggak perlu, aku masih ada baju gamis kok,” tolak Aluna cepat, karena dia takut Kalun akan membelikan banyak baju lagi.


“Bersiaplah untuk menghadiri pesta pernikahan rekan bisnis papa nanti malam,” kata Kalun, membuat Aluna menatapnya tajam. Sejenak pandangan mata mereka saling bertemu.


“Jangan menatapku seperti itu,” kata Kalun sambil menowel hidung Aluna, membangunkan Aluna dari khayalannya.


“Aku di rumah saja ya?” ucap Aluna mencoba bernegoisasi dengan Kalun.


“Apa kamu mau, suamimu ini menarik wanita di pinggir jalan dan mengakuinya sebagai istri, hum?” Kalun menatap Aluna yang berusaha memalingkan wajahnya.


“Kal,” panggil Aluna dengan lembut. Tapi bibir Kalun tiba-tiba menempel di belakang telinganya membisikkan nama panggilan untuknya.


“Okey, A’ aku belum siap untuk datang ke sana, pasti mereka akan menatapku aneh,” jelas Aluna akan meluapkan semua kekhawatirannya saat Kalun membawanya ke pesta. Dia takut jika nantinya banyak orang yang menghujat jika dia tidak pantas bersanding dengan Kalun.


“Sudah, jangan memikirkan itu lagi, aku hanya mau kamu menemaniku malam nanti, biar Doni yang menyiapkan semua keperluanmu, aku akan mengantarmu nanti untuk berias diri,” jelas Kalun lalu menurunkan tubuh Aluna ke kursi samping, supaya tidak membuatnya lebih tersiksa lagi.


Sedangkan Aluna masih cemberut, setelah mendengarkan keputusan Kalun, dia masih mengkhawatirkan banyak hal yang akan terjadi saat pesta nanti.


“Sepertinya ada yang kurang kenapa bibirmu mengerucut seperti ini?” tanya Kalun sambil mencubit ringan bibir Aluna yang mengerucut.


“Kamu mau dicium kan? Sini biar kuberikan ciuman untukmu!” kata Kalun sambil mendekatkan lagi wajah Aluna.


Dengan cepat Aluna menahan bibir Kalun dengan telapak tangannya, setelah berhasil dia segera berlari ke arah pintu keluar ruangan. Membuat Kalun menyimpulkan senyumnya ketika melihat mata Aluna yang memperlihatkan sorak kemenangan.


💞

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya, yang mau masuk Gc Kristiana masih dibuka, passwornya siapa nama panjang Kalun, jika ada yang belum tahu bisa buka di part 2 pengenalan tokoh, atau FB saya Yefta Ithu Yenie atau IG saya


Rehuella1.💪🙏


__ADS_2