
Siang ini Aluna terlihat tidak fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya, dia jadi sering melamun. Memikirkan kejadian apa yang dialami Kalun kemarin malam. Sudah dari tadi dia menghubungi Kalun, tapi panggilanya tidak segera dijawab Kalun. Pesan Aluna juga belum dibaca olehnya. Hingga akhirnya Aluna menyerah dan menghampiri ruang kerja Kalun, masa bodoh dengan mereka semua, dia hanya membutuhkan penjelasan dari Kalun sekarang juga.
Saat Aluna melewati ruangan Doni, terlihat lelaki tersebut tengah sibuk dengan tumpukkan pekerjaan di depannya. Aluna melihat dari balik kaca transparan, apa yang dilakukan Doni sekarang. Dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu ruangan Doni. Doni yang melihat kedatangan Aluna secara tiba-tiba, mengerutkan dahinya karena sedikit terkejut apalagi melihat penampilan Aluna yang terlihat tidak baik.
“Ada apa Nona?” tanya Doni sambil menatap Aluna yang sudah duduk di depannya.
“Jelaskan! Apa benar Kalun semalam menemui Kayra?” tanya langsung Aluna, yang tidak ingin membuang-buang waktunya lagi.
Doni hanya diam. Dia juga tidak tahu, jika setelah rapat bosnya itu menemui mantan tunangannya. Dia hanya mendapat telepon tadi pagi dari Kalun, yang memintanya agar mengurus pekerjaanya hari ini.
“Saya tidak tahu, karena setelah rapat kami berpisah di restoran.” Doni hendak menjelaskan lagi pada Aluna, tapi Aluna segera memotong ucapan Doni.
“Di mana dia sekarang? Apa dia di ruangan?” tanya Aluna yang sudah mulai emosi.
“Pak Kalun sedang keluar, dia hanya minta tolong pada saya untuk menyelesaikan pekerjaannya hari ini.”
Jawaban dari Doni membuatnya Aluna semakin kacau. Dia langsung keluar tanpa berpamitan dengan Doni. Biar saja Doni melabel dirinya tidak tahu sopan santun. Tapi perasaannya yang kesal memang tidak bisa dia tutupi lagi.
__ADS_1
Aluna segera kembali ke meja kerjanya, mengambil tas yang tadi pagi dia bawa. Dia meninggalkan pekerjaanya di tengah jam kerja yang belum berakhir. Otaknya sudah tidak bisa berpikiran jernih lagi, lebih baik dia pulang ke apartemen menunggu suaminya, dan menanyakan kebenaran berita tersebut.
Tiba di apartemen. Aluna kembali menghubungi Kalun lewat panggilan suara, sudah lima kali dia mencoba menghubungi Kalun setelah masuk ke dalam apartemen tapi masih sama, panggilannya tidak diangkat oleh suaminya. Dia mendengus kesal ketika memasuki kamar, karena ternyata ponsel Kalun tergeletak di meja nakas miliknya. Tangannya terulur untuk mengambil ponsel Kalun. Rasa penasaran Aluna untuk melihat isi ponsel suaminya sudah tidak bisa dia bendung lagi, mengabaikan perihal privasi yang selalu mereka bicarakan, dia segera menekan gambar kunci yang ada di layar ponsel Kalun. Bunyi kunci terbuka terdengar, karena Kalun tidak pernah menggunakan password khusus pada ponselnya. Dia menekan kotak pesan masuk dan keluar secara bergantian. Tidak ada apapun di sana, selain pesan masuk darinya. Dia bernafas lega setelah melihat itu. Dirinya yang penasaran mencoba mencari bukti perselingkuhan Kalun dari ponsel di tangannya.
Namun, yang ada hanya satu panggilan masuk dari Kayra yang tercacat di sana, dan waktunya pukul 22.13 Wib. Aluna kembali meletakkan ponsel Kalun di atas meja tersebut, dia semakin yakin jika semalam yang berada di dalam gendongan Kalun itu adalah Kayra. Dan foto-foto yang tersebar di luar sana benar, jika itu adalah suaminya.
Aluna menghempaskan tubuhnya di atas kasur dengan kasar. Bajunya yang belum dia ganti menghantarkannya ke alam mimpi yang sebenarnya tidak ingin dia kunjungi. Dia akhirnya terlelap karena merasa lelah berpikir seharian.
Aluna datang dengan pakaian berwarna putih yang melekat pas di tubuhnya, rambutnya di gerai indah dengan jepit rambut yang senada dengan bajunya. Dia mengintip dari balik pintu apartemen yang terlihat ramai tersebut. Mereka tidak tahu jika dirinya turut hadir di acara yang mereka rahasiakan darinya. Dia tersenyum kecut di balik pintu apartemen, sesekali menggosok hidungnya yang sebenarnya tidak gatal. Dadanya terasa berat, ingin dia berteriak, tapi suaranya tertahan dengan sesuatu yang mengganjal di tenggorokan. Dia memejamkan mata, mencoba menerima kenyataan jika suaminya akan menikahi wanita lain, tidak pernah terbayangkan hidupnya akan seperti ini. Satu bulan dia merasa hidupnya berada di dalam madu, tapi setelahnya dia merasa sendiri berjalan di gelapan.
“Luna!” panggil wanita yang berada tidak jauh darinya.
“Lepaskan jika kamu lelah. Kamu wanita baik, diciptakan untuk laki- laki baik Sayang,” kata wanita tersebut sambil mengusap lembut pipi Aluna. Membantu Aluna untuk menghapus air matanya. Aluna mengangguk sambil tersenyum tipis. Tidak lama kemudian terdengar suara serempak kata ‘Sah’ dari dalam ruangan. Aluna semakin sakit. Hatinya seperti handuk yang diperas untuk mengeluarkan airnya. Tapi dia segera menghapus air matanya supaya tidak terlihat sedih di depan mamanya, menguatkan dirinya jika dia akan baik-baik saja. Tapi hatinya tidak bisa dibohongi, ada luka yang teramat perih di dalam sana.
Sedetik kemudian dia tersadar jika semua kejadian tadi hanyalah mimpi buruk yang menghampirinya, dia terbangun dari tidur yang menyakitkan itu. Dia menoleh ke arah jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 malam, dia mengedarkan matanya ke seluruh ruangan yang nampak gelap, hanya ada cahaya lampu kota yang berhasil masuk menyinari kamar utama tersebut.
“Apa kamu akan pulang malam lagi?” Aluna bermonolog sendiri dia lalu berdiri mendekat ke arah jendela, menatap jalanan yang masih terlihat ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang. Dia memikirkan mimpi buruknya, yang baru saja menghampirinya, melihat Kalun menikah lagi, hanya dalam mimpi saja membuatnya sesakit ini, apalagi jika Kalun benar-benar menikahi Kayra. Apa yang akan terjadi dengannya nanti. Aluna menyakinkan lagi, jika itu hanya mimpi dan Kalun tidak akan tega menyakitinya hatinya.
Malam semakin larut, hingga membuat Aluna mengakhiri untuk tidak memikirkan suaminya, dia turun ke lantai satu, untuk mencari hiburan di sana, sambil menunggu Kalun pulang, dia ingin menanyakan apa yang menjadi kegundahan hatinya hari ini.
__ADS_1
Sudah kesekian kalinya Aluna berpindah tempat, tapi yang ada, Kalun juga belum pulang ke rumah, dia terus menoleh ke arah jam yang seakan berhenti untuk berputar. Beraneka kegiatan dia lakukan, demi mengalihkan rasa kantuknya yang sudah mulai menyerang, bahkan membuat kopi yang tidak biasa dia nikmati, itu dia lakukan demi menahan rasa kantuk, tapi yang ada dia tidak mampu menahan rasa kantuk tersebut.
Aluna terlelap di meja makan, dengan kepala yang sudah lunglai di atas meja, kopi yang dia buat sudah dingin, bersiap menunggunya untuk membuka mata.
Aluna tersenyum getir ketika mendapati dirinya masih berada di meja makan. Dia memijat kepalanya yang terasa pusing, karena tidurnya yang tidak nyaman.
“Kamu tidak pulang? Apa yang kamu lakukan dengannya?” lirihnya sambil membuang nafas kesal. Dia lalu berjalan dengan langkah yang sempoyongan menuju kamar utama, mencari keberadaan suaminya. Masih sama, tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana, suaminya benar-benar tidak pulang semalam.
Aluna berdiri di ambang pintu kamar, bayangannya dengan Kalun yang bercanda di pagi hari terasa nyata di depannya. Tapi itu hanya sebentar, dia memejamkan matanya lagi, menahan air mata yang akan berjatuhan ketika teringat mimpinya kemarin.
Aluna memutuskan jika hari ini tidak pergi ke kantor, dia hanya ingin menunggu suaminya pulang ke rumah, dan meminta penjelasan dari Kalun. Hingga pukul 12 siang Aluna terus menunggunya di depan layar televisi, melupakan mandi pagi dan sarapannya.
Aluna memainkan jarinya, menghitung mundur sambil mengetukkan jarinya di punggung sofa, siapa tahu Kalun akan pulang ke rumah.
Hingga pukul 3 sore, Kalun terlihat memasuki apartemen, dia baru pulang ke rumahnya, setelah semalam pergi entah ke mana. Dia terlihat tidak baik, sangat kentara kantung hitam di pinggir matanya. Aluna berusaha meredam amarahnya yang sudah sejak kemarin dia tahan. Menurutnya tidak baik menyambut suami yang baru pulang dengan wajah yang masam. Dia berusaha membuang rasa kesalnya jauh-jauh, bukan karena dia bodoh, tapi dia ingin merasa Kalun nyaman dulu, baru dia akan menanyakan apa yang sudah terjadi pada Kalun.
👣
Jangan lupa LIKE, VOTE, DAN
__ADS_1
KOMENTAR POSITIF.