Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Aku Kotor!


__ADS_3

Aluna hanya bisa pasrah, karena seluruh karyawan terlihat sudah pulang semua, hanya ada penjaga yang berada di depan gedung. Dia hanya terus memohon agar Zaki segera menghentikan tindakan bejatnya saat ini.


Namun, yang terjadi Zaki semakin berusaha keras untuk membuka baju Aluna. Aluna saat ini sudah ketakutan, karena tubuhnya sudah berada di sudut ruang yang jauh dari ruang kerjanya.


Zaki semakin gencar untuk membuka kemeja yang Aluna kenakan. Aluna tidak bisa berkutik lagi, tubuhnya sudah lemah ketika Zaki mulai membuka kancing bagian atas.


“Nikmatilah malam ini denganku Sayang!” ucap Zaki mengiringi tangannya yang membuka kancing Aluna.


“Jangan! Ku mohon lepaskan aku!” teriak Aluna yang ketakutan.


Zaki pun memulai aksinya, setelah kancing kemeja Aluna terbuka, kini dia menatap lekat benda kenyal milik Aluna. Matanya terlihat senang saat melihat benda kecil yang bersembunyi di kain warna putih yang Aluna kenakan. Tangannya terulur mendekat ke arah payudar* Aluna.


Aluna memejamkan matanya, berusaha tidak melihat saat tangan Zaki akan menyentuh dan meremas anggota tubuhnya.


“Brengsek!” suara Kalun yang terdengar emosi bisa didengar jelas oleh Aluna, Aluna melihat Zaki sudah terlempar jauh karena terkena pukulan Kalun, dia langsung membuka matanya, setelah mendengar suara Kalun.


Kalun yang melihat tubuh Aluna hampir telanjang, segera melepas jas yang dia kenakan, lalu menyelimutkan ke tubuh Aluna.


Dia lalu menghajar Zaki yang sedang berada di puncak nafsunya, Zaki memperhatikan sikap Kalun yang terlalu peduli dengan Aluna. Matanya memerah ingin melawan atasannya itu. Tapi yang ada Kalun semakin gencar memukuli Zaki setelah melihat kondisi Aluna yang terlihat kacau.


“Aku tidak akan mengampuni banj*ngan sepertimu,” maki Kalun sambil menendang perut Zaki dia terus memukuli wajah Zaki.


Sedangkan Aluna, tidak mampu melihat kejadian di depannya, dia menelengkupkan wajah di kedua kakinya, dia masih ketakutan atas apa yang terjadi dengannya malam ini.


Kalun yang sudah puas memberi pukulan kepada Zaki, segera meraih ponselnya untuk memanggil satpam. Kalun berjalan mendekat ke arah Aluna yang terlihat masih menangis dan menyembunyikan wajahnya di sudut ruangan.


“Maaf, aku janji ini tidak akan terjadi lagi,” ucap Kalun yang merasa bersalah. Aluna masih belum mendongakkan kepalanya. Dia masih syok dengan kejadian yang menimpanya tadi.


Kalun segera melepas tali yang mengikat tangan Aluna. Dia membawa ke dalam pelukkan, berusaha menenangkan Aluna, supaya Aluna segera menghentikan tangisannya.


“Jangan khawatir, aku di sini.” Kalun mengusap rambut hitam Aluna, dengan mata yang masih memperhatikan lelaki yang terkapar, berada tidak jauh darinya.

__ADS_1


“Aku kotor Kal, lelaki itu menyentuhku,” ucap Aluna di tengah tangisnya, panggilannya sudah berubah tidak seperti saat makan siang tadi.


Kalun yang mendengar itu langsung menggendong tubuh Aluna ala bridal style, untuk membawa Aluna pulang ke rumah.


Kalun yang sebenarnya sudah pulang ke apartemen, langsung pergi lagi untuk menjemput Aluna, ketika melihat istrinya belum pulang. Ketika di lobby dia bertemu David dan bertanya di mana keberadaan Aluna. Dia pun masuk ke ruangannya setelah mengetahui Aluna masih menyelesaikan tugasnya.


Setelah beberapa menit Kalun mencoba menelepon Aluna, dia khawatir ketika Aluna tidak menjawab panggilan dan pesan teks darinya. Kalun menghampiri ruangan Aluna karena perasaannya tidak nyaman, dan dugaannya benar, Aluna dalam masalah, beruntungnya dia datang tepat waktu.


Kalun meminta seseorang untuk membuka mobilnya setelah tiba di lobby dia meletakkan Aluna di kursi samping kemudi. Wajah Aluna masih tertutupi jas yang Kalun kenakan tadi, jadi tidak ada yang tahu jika itu adalah Aluna.


Ketika di dalam mobil Kalun hanya diam, belum berani mengajak Aluna berbicara, sesekali dia melirik ke arah Aluna yang masih menangis tanpa suara. Dia hanya berusaha menenangkan Aluna lewat genggaman tangannya.


Tiga puluh menit terlewati, kini mobil sudah sampai di apartemen, Kalun kembali menggendong tubuh Aluna. Dengan Aluna yang masih menyembunyikan wajahnya di dada Kalun karena malu dilihat orang. Tangan Aluna kini sudah berada di leher Kalun, karena kalun memintanya untuk itu.


“Bisa kamu menekan angkanya? Atau kamu mau turun dulu?” tawar Kalun saat mereka sampai di depan pintu apartemen. Dengan cepat Aluna menekan password pintu apartemen.


Kalun mendudukkan Aluna di kasur yang di tempati Aluna, dia hendak beranjak dari kamar Aluna mengambilkan minum untuk Aluna supaya istrinya itu bisa lebih tenang.


Namun, cekalan Aluna menghentikan langkahnya, Aluna menahan tangan Kalun supaya suaminya itu, tetap berada di sampingnya.


Dengan berat hati Aluna melepaskan tangan Kalun, dia membiarkan Kalun pergi dari kamarnya, berharap Kalun segera kembali ke kamar.


Kalun masuk ke kamar dengan cangkir di tangannya, dia memperhatikan ke arah Aluna yang tengah menatap kosong ke arah jendela, dia lalu mendekati Aluna.


“Minumlah dulu!” perintah Kalun sambil menyerahkan minuman hangat untuk Aluna. Aluna menerima cangkir putih yang diberikan Kalun, dia meminumnya hingga tersisa setengah lagi.


“Akan aku siapkan air hangat, supaya kamu bisa mandi,” ucap Kalun yang beranjak dari kamar Aluna, karena memang di kamar Aluna tidak ada kamar mandinya.


Kalun berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya. Dia memberikan antiseptic ke dalam bathup yang sudah tersedia air hangat untuk Aluna.


“Biar kamu nggak merasakan lagi, jika tangan lelaki itu pernah menyentuh kulitmu,” gumamnya dengan emosi, sambil menuangkan lagi antiseptic ke dalam air yang ada di bathup. Dia lalu berjalan keluar untuk memanggil Aluna, jantung Kalun hampir lepas ketika melihat Aluna berdiri di depan pintu dengan rambut yang terurai bebas, pandangannya menunduk persis seperti nenek kunthi yang tengah menakuti anak kecil.

__ADS_1


Aluna langsung memeluk tubuh Kalun, mencari kenyamanan di pelukan suaminya.


“Terima kasih sudah menyelamatkan aku,” ucap Aluna lirih. Sedangkan Kalun masih berusaha menenangkan jantungnya yang hampir lepas tadi. Setelah sedikit tenang Kalun lalu mengusap rambut Aluna, sambil merapikan rambutnya yang acak-acakkan.


“Sudah kewajibanku untuk melindungimu,” jelas Kalun sambil melepas pelukkan Aluna, dia menatap wajah Aluna yang menunduk. Tangannya terulur untuk mendongakkan kepala Aluna. Mata hitam Kalun kini menatap manik hitam Aluna, entah apa yang Kalun rasakan saat ini, dia berniat ingin membersihkan bekas sentuhan lelaki itu, di tubuh Aluna, supaya istrinya tidak mengingat lagi kejadian malam ini.


Kalun mengecup singkat bibir Aluna. Lalu kembali memperhatikan bibir Aluna yang tersenyum kecut.


“Bantu aku membersihkan tubuhku, akan aku berikan apapun yang kamu inginkan,” ucap Aluna dengan suara serak, matanya kini sudah tidak berani menatap suaminya, dia menatap bathup yang sudah dipenuhi air yang disiapkan Kalun untuknya.


“Aku hanya ingin tidak teringat lagi tangannya yang menyentuhku, aku ingin menghapusnya denganmu malam ini,” lanjut Aluna sambil berjalan menuju bathup.


Kalun mengikuti Aluna dari belakang, manghentikan langkah Aluna saat berada di bawah shower yang belum Kalun nyalakan. Kalun mulai memeluk Aluna, tangannya mulai mendekatkan wajah Aluna untuk mendekat ke arah bibirnya, dia menyusuri wajah Aluna dengan kecupan lembut, seperti menghapus jejak yang ditinggalkan lelaki tadi.


“Aku takut kamu akan menyesal jika memberikannya padaku,” ucap Kalun sambil berusaha melepaskan baju yang Aluna kenakan.


“Kamu suamiku secara hukum dan agama, dan aku akan berdosa jika tidak memberikan hakmu,” terang Aluna. “Aku hanya takut jika mahkotaku akan diambil orang lain, sebelum aku memberikannya pada suamiku,” lanjut Aluna lalu memulai membalas ciuman Kalun.


“Jangan salahkan aku, jika aku tidak bisa menghentikannya!” peringat Kalun setelah berhasil melepas semua baju yang Aluna kenakan, bibirnya kembali terpaut dengan bibir Aluna, mereka saling menikmati satu sama lain


Kalun lalu membawa Aluna masuk ke dalam bathup. Dia membantu membersihkan tubuh Aluna, dengan posisi Kalun berada di belakang tubuh Aluna. Kalun berulang kali menahan nafasnya yang sudah terlihat menggebu, saat melihat Aluna mulai menggosok tubuhnya sendiri.


Kalun pun mencari posisi ternyamannya, lalu menyandarkan tubuh Aluna di dadanya, hingga dia bisa leluasa menyentuh tubuh Aluna. Posisi paling intim selama hampir 5 bulan mereka menikah, bibir Kalun sudah bergetar, rasa takut dan segera ingin meledakkan nafsunya kini dia rasakan.


Kalun membantu Aluna untuk keluar dari kamar mandi, Dia merebahkan tubuh Aluna yang hanya berbalut handuk kimono itu ke kasurnya.


Tapi Aluna melihat keanehan Kalun saat ini, sepertinya dia enggan untuk menyentuhnya. Kalun meninggalkan Aluna sendiri di kasur besar miliknya.


“A’ kalau belum siap jangan lakukan!” ucap Aluna, karena melihat Kalun sibuk mencari sesuatu yang ada di laci kamar ganti.


👣

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya🙏


Tebak yuk? Apa yang dicari Kalun?😂🤓


__ADS_2