
Hari berikutnya di London tepatnya di tempat Kalun menginap, dia tengah menatap pantulan cermin di depannya, dia terlihat senyum bahagia setelah melihat wajah cantik Aluna, yang baru saja menutup panggilan video nya.
Kalun segera meraih kunci mobil dan berjalan keluar untuk menghampiri Kayra, ketika dia berjalan keluar ponsel yang ada di saku celananya bergetar, dia segera meraih ponsel itu, mengangkat panggilan dari Kayra.
“Ya aku akan menemanimu,” jawab Kalun setelah mendengar permintaan Kayra yang memintanya untuk menemani datang ke acara pesta ulang tahun sahabatnya.
Menurutnya, tidak apa-apalah ya, mungkin ini akan jadi yang terakhir untuknya, dan
nanti sebelum pulang ke hotel dia akan mengatakan hubungannya dengan Kayra kedepannya.
Kalun tidak ingin naik ke apartemen Kayra ketika sudah sampai, dia hanya menunggu Kayra di lobby, beberapa menit kemudian Kalun melihat wajah Kayra yang sexy berbalut dengan gaun merah maroon, yang senada dengan warna bibir sexynya.
“Tidak ada baju lainkah?” tanya Kalun yang
tidak menyukai baju yang Kayra kenakan. Kayra mengabaikan ucapan Kalun, dia menarik tangan Kalun dan membawanya masuk ke mobil.
Setengah jam perjalanan, mereka kini tengah berada di pesta ulang tahun teman Kayra. Kalun terus menampilkan wajah kecutnya ke arah Kayra, dia yang diabaikan oleh wanita yang saat ini masih sah sebagai tunangannya, dia ingin sekali menarik tangan Kayra dan membawanya pulang ke rumah saat ini, tapi dia sadar jika hal itu akan membuat malu Kayra .
Kalun hanya memperhatikan Kayra yang tengah membaur dengan rekannya, hingga
akhirnya dia bertemu dengan lelaki yang sama kesepiannya dengan dirinya.
“Minumlah Bung!” sapanya sambil menyerahkan gelas ke tangan Kalun. Kalun meraih gelas itu, minuman yang tidak bewarna itu hanya dia pegang, dia belum ingin nikmati sama sekali, membuat orang yang memberikan padanya sedikit kesal menatap ke arah Kalun. Kalun semakin kesal karena merasa di abaikan oleh Kayra, dia ingin pulang saja kembali ke hotel.
Namun, lelaki di sampingnya itu, meminta untuk mengembalikan gelas wine yang ada di tangan Kalun. Tanpa pikir lagi Kalun langsung menegak wine di tangannya itu, dia
memejamkan matanya, saat merasakan panas yang langsung menyerang di tenggorokannya, dia memijit tengkuk lehernya yang terasa sedikit berat.
“Aku pikir kamu terbiasa minum Bung!” ledek lelaki di samping Kalun. Kalun yang merasa tubuhnya tidak baik, segera berjalan keluar ke arah mobilnya. Diikuti Kayra yang berjalan di belakangnya.
__ADS_1
“Kenapa kamu meminum minuman itu,
bukannya kamu paling tidak suka dengan minuman beralkohol?” tanya Kayra yang menyadari Kalun sudah mabuk. Kalun menatap sebentar wanita di sampingnya. Matanya menyipit menatap wajah Kayra, pandangannya sudah tidak bisa melihat dengan jelas lagi.
Kayra yang paham akan hal itu, segera mengantarkan Kalun kembali ke hotel tempat biasanya Kalun menginap, dia memapah tubuh Kalun yang masih sedikit sadar itu ke arah kasur, tapi sayangnya, ketika dia hendak
merebahkan tubuh Kalun, Kalun memuntahkan lagi minuman itu, hingga mengenai gaun Kayra .
“Kalun ih, jorok! Kenapa begini sih, aku jadi harus mandi lagi deh,” gerutu Kayra sambil menghempaskan tubuh Kalun di ranjang. Dia menuju kamar mandi hotel yang di sewa Kalun. Dia berendam di sana, hingga setelah puas, dia segera keluar untuk melihat kondisi Kalun saat ini.
Kayra keluar dengan handuk coklat yang menutupi bagian intinya, dia berjalan menuju lemari untuk mencari baju Kalun, dia berniat meminjam baju Kalun, karena bajunya terkena muntahan. Dia terkejut saat merasakan tangan kekar melingkar di perutnya. Tangan hangat itu, tangan yang selalu dia inginkan untuk menyentuh tubuhnya.
“Sayang …” panggilnya lirih karena
Kalun sudah menciumi pundaknya. Aliran darah Kayra memanas karena kecupan di pundak yang diberikan Kalun.
“Aku merindukan aroma ini,” ucap Kalun sambil menghirup dalam wangi zaitun di kulit Kayra.
ucap Kayra sambil membalikkan tubuhnya
ke arah Kalun. Tanpa dia sadari kini Kalun sudah mendaratkan ciuman di bibir Kayra. Dia melum*at lembut bibir itu.
Penglihatan Kalun sudah tidak bisa di ajak untuk berkonsentrasi, dia yang bisa mencium aroma Aluna sangat bahagia, ketika mendapati istrinya itu di sini, dia mengira jika wanita yang di depannya ini adalah Aluna.
Kalun mengangkat tubuh Kayra dan merebahkan tubuh Kayra di ranjang. Dia langsung menarik handuk Kayra yang membungkus tubuhnya.
“Apa kamu yakin Kal?” tanya Kayra ketika Kalun melepaskan kemeja sendiri. Hati Kayra sangat bahagia karena Kalun mau
menyentuhnya, bahkan melakukan hubungan itu dengannya. Kalun yang sudah di rundung gairah, segera melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Dia lalu mengukung tubuh Kayra tanpa menjawab pertanyaan Kayra tadi, dia mengecup sebentar kening Kayra .
__ADS_1
“Aku merindukanmu,” ucapnya
setelah mengecup singkat dahi Kayra.
Kayra semakin tersenyum bahagia, merasakan jika Kalun saat ini benar-benar menginginkannya.
“Kal … maaf! Kamu bukan yang
pertama untukku,” lirih Kayra ketika
melihat Kalun semakin melancarkan aksinya. Kalun hanya tersenyum miring, dia tidak bisa berpikir jernih apa yang Kayra ucapakan akibat dari pengaruh alkohol yang tadi dia minum, di mata Kalun dia masih menganggap, jika wanita di bawahnya ini adalah Aluna, Alunanya yang saat ini tengah dia rindukan.
Ponsel yang tersimpan rapi di kantong celananya, bergetar sedari tadi, tapi Kalun masih belum mengangkat panggilan itu, dia benar- benar gila saat ini. Kalun tengah
menikmati tubuh tunangannya, dengan gairah yang membara, yang dia tahan selama 3
hari ini. Dia terus melakukannya dengan kasar hingga membuat Kayra merintih kesakitan di bawahnya.
“Aku mencintaimu Lun,” ucapnya di
ujung pelepasan. Kayra yang sudah
lemas, hanya bisa memejamkan matanya, dia tidak bisa mendengar dengan jelas apa
yang diucapkan Kalun, dia benar-benar
dibuat kualahan oleh Kalun malam ini. Dia selalu diperlakukan lembut oleh pacarnya, tapi malam ini, Kalun membuatnya benar-benar menyerah atas kegilaan Kalun, dia syok dengan kelakuan Kalun karena bisa seliar itu saat dengannya, dia pikir Kalun benar-benar lelaki yang lugu.
Kalun memeluk tubuh Kayra , yang memunggunginya, seperti yang biasa dia lakukan dengan Aluna. Dia terlelap dibelakang tubuh Kayra, mengirup aroma menenangkan dari sabun yang dipakai Kayra tadi.
__ADS_1
👣
Jangan lupa untuk like dan vote ya.😁