
Kalun keluar dari mobilnya, setelah mengenakan jas merah maron yang menempel pas di tubuhnya. Dia langsung melemparkan kunci mobilnya ke arah penjaga yang berdiri di depan pintu masuk.
Ada aura yang berbeda hari ini yang keluar dari wajah Kalun, Doni yang tidak pernah mendapat sapaan ramah darinya pun, kini dia tertegun ketika Kalun tersenyum ke arahnya.
Apa yang terjadi? Mungkinkah Nona Aluna memberinya hadiah special semalam? Tanyanya dalam hati. Tapi nggak mungkin juga tangannya kan, sedang sakit. Lanjutnya yang bermonolog dalam hati. Doni pun, mengikuti langkah Kalun di belakangnya sambil terus memikirkan keanehan ekspresi Kalun.
Saat tiba di lift yang akan mengantar mereka berdua, Kalun masih memperlihatkan senyumannya. Doni semakin mengerutkan keningnya, saat memasuki pintu lift bersama Kalun. Sampai di dalam lift Kalun tertawa lebar mengingat kejadian sebelum dia berangkat.
Flashback On
“Sebelum berangkat pamitan dulu sama istrimu! Doa istri itu penting ketika kamu melangkahkan kakimu keluar rumah!” perintah Erik ketika tidak melihat Kalun mencium Aluna.
Kalun yang masih berada di samping Aluna, segera menarik Aluna untuk menghadapnya., memberikan drama terbaik di depan orang tuanya.
“Sayang, aku berangkat dulu ya!” Kalun meraih pinggang Aluna supaya menempel ke arahnya. Aluna yang ingin berusaha menjauh sepertinya percuma karena Kalun terlalu erat memeluk tubuhnya. Para adiknya pun, sudah berada di ruang tv, kini tinggal kedua orang tua dan pasangan baru itu.
“Heh, iya Aa’ hati-hati ya, emuuah.” Aluna mengecup kilat pipi Kalun, dia sengaja mengikuti alur cerita yang dibuat Kalun pagi ini, supaya terlihat sempurna di depan mertuanya.
“Kok di pipi sih? Di sini juga dong!” pinta Kalun sambil memajukan bibirnya yang merah merona. Dia pun bisa melihat wajah Aluna yang memerah malu karena kedua mertuanya memperhatikan kelakuannya.
Cup
Karena tidak sabar Kalun pun, mencium bibir Aluna, tidak hanya 3 detik bahkan lebih dari 10 detik bibir Kalun menempel di bibir Aluna. Hingga suara usiran Erik menghentikan tindakannya.
“Like Father like Son!” maki Ella sambil berjalan menuju dapur untuk membawa piring kotornya.
“Hebat papanya dong!” sahut Erik yang menyusul Ella menuju dapur, meninggalkan dua orang itu yang masih saling melemparkan pandangannya.
“Aku suka panggilan itu, Aa’ Kalun,” ucap Kalun sambil menampilkan cengirannya. Aluna pun mencubit pinggang Kalun.
“Hanya di sandiwara tidak akan ada di realita!” peringat Aluna sambil mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Kalun.
“Jangan menolak pesona suamimu ini!” peringat Kalun sambil menghujani Aluna dengan ciuman di seluruh wajahnya.
“Aku yakin setelah ini, kamu akan jatuh cinta kepadaku,” lanjutnya yang berbisik di samping telinga Aluna, dia pun melepas pelukkanya, sambil berjalan meninggalkan Aluna yang berwajah kesal.
Kalun pun menoleh kebelakang, melambaikan tangannya ke arah Aluna yang menatapnya kesal.
“Tunggu Aa’ pulang Sayang!” teriak Kalun sambil menutup pintu apartemen.
Flashback Off
__ADS_1
“Aa,” lirih Kalun sambil duduk bersandar di kursi besarnya, dia memainkan bolpoin yang ada di tangannya.
“Aluna, Luna, Alun, Kalun, Kaluna .... Hah!” ucapnya sambil tersenyum, kepalanya mengadah keatas langit-langit sambil membayangkan wajah kesal Aluna.
“Nama yang hampir sama, dipertemukan karena sebuah kesalahan yang aku lakukan, akankah kita bisa jatuh cinta?” tanya Kalun sambil bermain di kursi putarnya.
Sesaat kemudian dia beranjak dari tempat duduknya, dia menatap ke arah jendela yang mempertontonkan kepadatan lalu lintas pagi ini.
Kalun yang mendengar suara dering ponselnya, segera mendekat dan mengambil ponsel yang tadi dia letakkan di meja. Dia tersenyum tipis tapi dia membuang nafasnya kasar.
“Sayang, selamat ulang tahun ya,” ucap wanita yang berada di ujung telepon.
“Ya, terima kasih.” Kalun hanya menjawab singkat ucapan Kayra.
“Harusnya kita merayakan berdua di sini,” ucap Kayra di ujung telepon. Tapi seketika Kalun mendapatkan ide yang bagus untuk Aluna.
“Em, maaf aku sedang banyak kerjaan jadi tidak bisa ke London,” ucap Kalun yang sedikit menyesal.
“O ya, mobilnya sudah aku terima kemarin,” ucap Kayra.
“Benarkah? Apa kamu menyukainya?”
“Ya, aku suka, bahkan mobil itu limited ya? Bahkan hanya orang tertentu yang bisa memakainya, terima kasih ya,” lanjut Kayra. Kalun pun hanya diam tidak begitu memperhatikan ucapan Kayra.
“A-aku sedang menginap di rumah temanku, apa kamu mau berbicara dengannya?” tawar Kayra.
Kalun pun diam tidak menjawab tawaran Kayra. Sampai beberapa menit akhirnya Kayra meminta izin untuk datang ke club untuk acara perpisahan dengan temannya.
“Jika aku tidak mengizinkan kamu pergi, apakah kamu tidak akan datang ke sana?”
“Sayang ....”
“Kalau begitu nggak usah meminta izin, terserah kamu saja!” ucap Kalun dengan nada kesal, dia lalu mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
Berbeda dengan Kayra yang terlihat tidak menanggapi Kalun, dia beranjak dari tidurnya dan segera mengenakan pakaian yang dia pakai semalam.
Kalun terlihat menatap lekat layar ponsel di tangannya. Dia menatap foto Kayra yang masih terlihat polos. Dia lalu menekan interkom yang tersambung dengan Doni.
“Konsultasikan dengan dokter, kapan perban Aluna bisa segera dilepas! Dan pesankan makan malam private untuk malam ini.” Kalun langsung mematikan interkom-nya, tanpa menunggu jawaban dari Doni.
Kalun pun kembali berkutat dengan file yang ada di depannya, dia mulai menyibukkan dirinya supaya terhindar dari bayangan Aluna. Hingga jam istirahat tiba, dia keluar untuk makan siang di ruang 205 bersama Doni tempat biasa dia makan, yang memang sudah ada koki khusus yang selalu menyiapkan makan siang untuknya. Saat dia hendak meminum minuman di depannya, ponsel di saku jasnya berbunyi pertanda pesan masuk.
__ADS_1
Sultan, aku lapar!☺
Kalun pun tersenyum ketika membaca pesan dari Aluna.
Sini makan, ruang 205.
Balasnya sambil melampirkan gambar makanan yang ada di depannya.
Crazy!🙄
Kau menyiksaku, andai aku punya pintu Doraemon, aku akan langsung ke sana!
Balas Aluna yang memaki Kalun.
Biar Doni yang menjemputmu, kamu bisa makan siang dengan Aa’ mu ini.
Pesan Kalun pun tersampaikan.
Sudahlah, lupakan kau memang suami yang buruk! Balas Aluna.
Kalun hanya mengerutkan keningnya setelah membaca balasan dari Aluna.
Aku akan memperbaikinya!
Balas Kalun dengan sedikit rasa bersalah.
Setelah menunggu lama, Aluna tidak kunjung menjawab pesan dari Kalun, membuat Kalun sedikit cemas.
“Kenapa tidak di balas, jangan -jangan dia pinsan karena kelaparan Don?”
“Nggak mungkin Pak!”
“Yakin? Tapi kamu di sini denganku? Bagaimana kamu bisa menjawab seperti itu!” tanya Kalun dengan tatapan mematikan ke arah Doni.
“Bungkus makanannya dan siapkan mobil untuk mengantarku pulang!” perintah Kalun sambil meraih jasnya kembali, dia ingin pulang karena merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Aluna.
Kalun pun segera melajukan mobilnya kencang, karena perasaanya yang tidak nyaman. Ketika dia membuka pintu apatemennya, dia pun berteriak memanggil Aluna.
“Sayang ...” panggilnya yang menggoda Aluna.
Betapa kagetnya Kalun saat melihat tubuh Aluna yang tertidur di depan tv, dengan ponsel yang dia letakkan di bagian dadanya, terlihat belahan pusaka kenyal miliknya karena Aluna kini tengah memakai pakaian sexy yang sangat menggoda syahwatnya.
__ADS_1
👣
Jangan lupa untuk like dan vote.🙏