Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Aturan Bekerja


__ADS_3

Setelah kepergian mertuanya, Aluna menghela nafas lega, dia langsung menuju ke dapur untuk mengambil makanan untuknya, karena sudah tidak tahan lagi, dengan rasa perih yang menyerangnya.


Beruntung mama mertuanya tadi membawakan lauk-pauk untuknya, jadi dia bisa langsung menyantap makanan yang ada di meja makan. Kalun hanya memperhatikan Aluna yang tengah melahap cepat makanannya.


“Bisa nggak makannya pelan-pelan!” peringat Kalun yang melihat Aluna makan dengan tergesa-gesa.


Aluna yang tadinya menikmati makannya menjadi kurang berselera setelah mendengar ucapan Kalun. Sesaat kemudian, Aluna berlari menuju dapur saat merasakan panas di tenggerokkan. Dia kembali mengeluarkan makanan yang ada di perutnya, karena tiba-tiba asam lambungnya naik.


Kalun hanya memperhatikan Aluna dari meja makan, dia dari dulu tidak bisa melihat orang muntah, jika dia mendekat dia akan ikut muntah juga.


“Kamu sih, makanya jangan buru-buru makannya, jadi muntah kan!” maki Kalun yang berlagak seperti bapak memarahi putrinya.


“Ambilkan obatku di kulkas dong A'!” perintah Aluna saat sudah kembali ke meja makan.


“Ongkos jalan dan bonusnya jangan lupa!” goda Kalun sambil berjalan menuju lemari pendingin. Dia lalu mengambilkan obat cair untuk Aluna.


Setelah sedikit mereda, Aluna berjalan menuju sofa depan tv, meninggalkan Kalun yang masih memakan makanannya.


Dia menyalakan tv di depannya, terlihat tidak ada acara yang menarik hingga dia hanya memainkan remot tv yang ada di tangannya.


Kalun yang baru selesai makan, mendekat ke arah Aluna, dia ingin membicarakan masalah pekerjaan yang Aluna tangani.


“Apa kamu masih ingin bekerja?” tanya Kalun setelah duduk di samping Aluna.


“Ya,” jawab Aluna singkat tanpa menoleh ke arah Kalun.


“Aku ingin mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya biar bisa bawa papa ke Mekkah, pasti dia akan senang,” jelas Aluna yang masih bersandar di sofa, sambil memainkan remot tv di tangannya.


“Kamu kan, bisa pakai uang yang aku berikan! Tanpa harus bekerja lagi, aku takut kejadian kemarin aku terulang,” ucap Kalun sambil meraih remot yang Aluna pegang. “Kamu nggak lupa kan, password-nya?” lanjut Kalun penuh selidik karena dia sampai sekarang belum pernah menerima laporan pemakaian kartu atm yang dibawa Aluna.


“Sepertinya aku memang lupa, karena Aa' hanya memberitahuku satu kali,” jawab Aluna setelah mengingat perkataan Kalun setelah dia keluar dari rumah sakit beberapa bulan yang lalu, Aluna mengambil bantal sofa untuk dipakainya tidur, dia lalu merebahkan tubuhnya karena masih merasakan sakit di perutnya.


“Apa perlu aku panggilkan dokter?”


“Aku rasa tidak perlu aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku,” jawab Aluna sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Kalun pun meraih kaki Aluna, dibawa kaki istrinya itu ke pangkuan.


“Mungkin kamu kecapean karena melayaniku semalam,” goda Kalun sambil memijit kaki Aluna.


Aluna hanya diam sambil menikmati pijatan tangan Kalun pada kakinya, hingga dia yang mengantuk perlahan mulai memejamkan matanya. Kalun hanya menatap wajah lelah Aluna.


Ya Tuhan secapek itukah istriku hingga dia secepat ini tertidur. Batin Kalun ketika menatap wajah letih Aluna.


Kalun yang merasa kasihan membawa Aluna ke dalam kamarnya merebahkan dengan lembut ke ranjang miliknya.


---


Hingga malam tiba, mereka berdua baru terbangun karena rasa lapar yang kembali menyerangnya. Diam-diam Kalun sudah berencana membawa Aluna untuk makan malam di restoran favoritnya, dia sudah meminta Doni untuk menyiapkan makan malam romantis dengan Aluna.


Aluna terlihat cantik malam ini, dengan gaun yang sudah disiapkan Kalun, mereka mengenakan pakaian yang senada, seperti pasangan sempurna pada umumnya.


Doni yang menjemput Kalun merasa aneh dengan bosnya itu, karena sekarang sudah terlihat lebih ramah dengan orang lain. Bahkan dia menyapa karyawan wanita saat di restoran yang dia pesankan untuknya. Dan akhirnya, dia bisa menyimpulkan jika Kalun melakukan itu hanya untuk membuat Aluna cemburu. Dia mengawasi wajah Aluna dari kejauhan dengan bibir yang sudah dimanyunkan ke depan, dengan Kalun yang meraba pungung tangan Aluna. Seperti orang yang tengah meminta maaf.


“Dasar! Bisa-bisanya istri berada di sampingmu, tapi matamu melotot ke arah wanita lain,” ucap Aluna yang memperhatikan tatapan Kalun.


“Bukan begitu, aku ingat dia teman SMP ku, kok bisa dia jadi waiters di sini!” jelas Kalun sambil meraih tangan Aluna.


“Begini nih, kalau lelaki jatahnya full. Coba saja kalau malam ini libur pasti besok sudah ditekuk wajahnya,” balas Aluna sambil menelisik ke arah wajah Kalun yang tersenyum manis ke arahnya.


“Nggak juga, aku lagi bahagia saja, akhirnya bisa melewati garis finish, setelah melewati perjuangan yang melelahkan,” terang Kalun sambil menatap ke arah Aluna yang terlihat bingung.


“O ya, ada hal penting yang harus aku katakan padamu,” ucap Kalun menatap wajah Aluna yang sudah menikmati kembali makananya.


“Katakan saja!” perintah Aluna.


Kalun menarik nafas panjang, dia bertekad malam ini akan mengungkapkan perasaannya pada Aluna.


“Aku, aku ....” Kalun tidak mampu melanjutkan ucapannya, karena merasakan lidahnya yang kelu.


“Aa' kenapa?” tanya Aluna saat melihat keanehan Kalun.

__ADS_1


“Emm ... aku, aku mengizinkanmu untuk kembali bekerja, tapi dengan satu syarat,” ucap Kalun yang tidak mampu mengungkapkan cintanya pada Aluna.


Aluna menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum ke arah Kalun.


“Apa syaratnya?”


“Jangan kerja lembur lagi, jika masih ada pekerjaan, lebih baik kamu membawanya pulang, aku tidak bisa memaafkan diriku jika kejadian kemarin terulang lagi,” jelas Kalun yang takut jika tidak bisa menjaga Aluna dengan baik. Aluna mengangguk, menyetujui syarat yang diberikan Kalun.


“Aku akan membelikan mobil untukmu.”


Pernyataan Kalun membuat Aluna tersedak, dia terbatuk hingga menitikkan air matanya. Kalun sudah berada di samping Aluna membantu menepuk pelan punggung istrinya.


“Apa ada yang salah dengan ucapanku?” tanya Kalun setelah Aluna sedikit tenang.


Aluna hanya menggelengkan kepalanya, karena ucapan Kalun memang tidak salah hanya saja ....


“Tidak perlu, karena aku nggak bisa bawa mobil,” jawab Aluna. Kalun terkekeh, di saat Kayra gencar meminta mobil, Aluna justru menolak tawarannya.


“Aku akan mencarikan sopir pribadi untukmu,” ucap Kalun yang membuat Aluna diam.


“Nggak perlu, aku takut mereka akan curiga jika aku istri sultan yang kaya raya,” tolak Aluna.


“Tapi aku nggak rela, jika harus melihatmu naik bus, apalagi boncengan sama Abang-abang yang selalu memakai jaket warna hijau itu,” terang Kalun yang membuat Aluna mimikirkan ulang penawaran suaminya.


“Baiklah, tapi aku juga punya syarat!”


Kalun diam sambil menatap Aluna dia lalu mengisyaratkan Aluna untuk melanjutkan ucapannya.


“Aku akan turun sebelum tiba di kantor,” ucap Aluna yang membuat Kalun mengerutkan kening.


“Aneh kamu itu, dikasih enak kok nolak? Besok kamu nggak perlu bangun pagi-pagi lagi, jadi nanti malam kita bisa lembur,” ucap Kalun yang berbisik di depan wajah Aluna diakhir ucapannya. Aluna hanya membalasnya dengan tatapan mematikan. Jika tangannya sampai pasti dia akan mencubit pinggang suaminya itu.


Aluna diam sambil menatap ke arah Kalun yang tengah memakan steak daging di depannya.


“Tapi maaf, sepertinya Aa’ harus berpuasa dulu,” balas Aluna, dia memperhatikan perubahan wajah Kalun yang mempertanyakan ucapannya.

__ADS_1


👣


Jangan lupa untuk like dan vote ya🙏


__ADS_2