
“Aa’ bisa nyanyi?” tanya Aluna yang penasaran. Kalun hanya tersenyum tipis kearah Aluna sambil menggelengkan kepalanya.
“Apa kamu ingin aku bernyanyi untukmu?” tanya Kalun yang langsung diangguki kepala oleh Aluna.
“Baiklah.” Kalun berdiri dan berjalan menuju panggung hiburan yang tidak jauh dari mejanya, beruntungnya tidak banyak tamu yang hadir malam ini, jadi dia tidak terlalu
malu, jika suaranya terdengar vals.
Kalun lalu duduk di balik kursi piano, dia mengecek sebentar untuk mengambil nada yang akan dia nyanyikan. Sejenak dia menatap ke arah Aluna yang tengah memperhatikan dirinya, Kalun memberikan senyuman manisnya ke arah Aluna, mengatakan dengan tatapan mata jika lagu ini untuknya.
Aku jatuh cinta 'Tuk kesekian kali
Tatapan Kalun menatap wajah Aluna yang juga tengah menatapnya, dia ingin menyampaikan lewat suaranya, jika dia saat ini kembali jatuh cinta kepada wanitanya.
Baru kali ini kurasakan, Cinta sesungguhnya
Tak seperti dulu, Kali ini ada pengorbanan.
Kalun ingin menjelaskan jika cinta yang dia rasakan kali ini berbeda dari cinta yang sebelumnya yang dia rasakan untuk Kayra, kali ini dia membutuhkan pengorbanan yang besar untuk mendapatkan cinta sejatinya.
Terlihat Aluna tersenyum senang saat mendengar suara Kalun bernyanyi, meski suaranya tidak bagus dan terdengar vals, tapi dia bisa merasakan jika suaminya
itu menyanyikannya dengan sepenuh hati. Bahkan bibirnya ikut bernyanyi lirih sambil menopang dagunya dengan kedua tangan.
Setelah lagu selesai, Aluna langsung
memberikan standing applous untuk Kalun. Membuat semua orang yang hadir beralih
menatap ke arah Aluna. Kalun berjalan mendekat ke Aluna.
“Kamu menyukainya?” tanya Kalun setelah berada di depan Aluna. Aluna mengangguk sambil memberikan dua jempol tangannya.
“Lagu itu untukmu,” bisiknya lirih sambil menarik tangan Aluna, dia ingin membawa Aluna, untuk kembali ke resort.
Mereka berdua berjalan menyusuri jalan yang terbuat dari kayu, bersendau-gurau menceritakan pengalaman lucu yang pernah mereka alami, Kalun terus melirik ke arah Aluna yang masih terlihat senyum tipisnya.
__ADS_1
“Lun, kita duduk di luar dulu yuk, ada hal penting yang ingin aku sampaikan,” ucap Kalun sambil menahan tangan Aluna. Aluna menuruti permintaan Kalun, kini mereka duduk di ayunan yang semalam Kalun gunakan untuk tidur.
“Lun, haruskah aku meminta maaf padamu?” tanya Kalun yang membuat Aluna bingung, memikirkan kesalahan apa yang Kalun lakukan padanya.
“Nggak ada yang perlu dimaafkan karena kamu tidak bersalah. Kenapa memangnya?” selidik Aluna menatap lekat wajah Kalun.
“Apa aku? a-apa aku salah karena mencintaimu,” ucap Kalun sambil menunduk, dia tidak berani menatap wajah cantik Aluna. Aluna lalu menangkup wajah Kalun untuk menghadap ke arahnya, dia lalu menatap manik hitam mata Kalun.
“Kamu tidak mencintaiku, kamu hanya terbiasa denganku A’.” Aluna segera melepaskan tangannya dari wajah Kalun, Saat melihat tatapan cinta yang terpancar dari wajah Kalun.
“Nggak Lun, entahlah aku juga bingung! Padahal kita sudah sepakat, jika kita tidak akan jatuh cinta, tapi aku tidak bisa menolak lagi, setelah hampir 6 bulan kita hidup bersama, aku merasa ada yang kurang, ketika kamu tidak segera pulang dan aku tidak segera melihatmu di depanku,” jelas Kalun meyakinkan Aluna.
“Jika Aa’ mencintaiku, bagaimana perasaan Aa’ dengan Kayra?” tanya Aluna sambil merebahkan tubuhnya di atas ayunan tersebut.
“Aku janji padamu, aku akan mengakhirinya, setelah ini aku akan mendatanginya ke London,” jelas Kalun.
“Apa itu tidak terlalu jahat untuknya A’?”
“Kamu selingkuh darinya, kamu mencampakkannya. Dan sekarang kamu
ingin mengakhirinya?” Lanjutnya dengan suara lembut.
“Entahlah, aku merasa ada yang berbeda dengannya, Kayra yang sekarang sudah tidak pernah menurut lagi dengan ucapanku, dan aku merasa selama ini hanya dijadikan pion saja untuknya,” jelas Kalun sambil merebahkan tubuhnya di samping Aluna, dia lalu menggenggam tangan kanan Aluna.
“Tapi aku yakin sekali, jika aku benar mencintaimu, bahkan jantung ini berdetak lebih cepat saat melihatmu sedekat ini,” ucap Kalun sambil membawa tangan kanan Aluna ke dadanya. Kalun lalu merubah posisinya mengahadap Aluna. Dia bisa melihat dengan jelas kekhawatiran Aluna saat ini.
“Aku nggak sanggup jika harus melepasmu Lun,” lanjutnya dengan suara lirih sambil memperhatikan perubahan wajah Aluna.
“Apa kamu menerima cinta suamimu ini?”
“Pertanyaanmu aneh tahu nggak A’.” Aluna segera beranjak dari ayunan, karena udara semakin dingin. Namun, dengan sigap Kalun menahan tangan Aluna, karena dia membutuhkan jawaban sekarang.
“Jangan pergi sebelum menjawab Lun!” Aluna menatap ke arah Kalun, dia memikirkan ucapan yang tepat supaya suaminya tidak salah mengartikan maksudnya.
“Kita masuk A’ aku sudah kedinginan,” kata Aluna sambil berjalan masuk meninggalkan Kalun.
__ADS_1
Kalun mengikuti langkah kaki Aluna dari belakang yang berjalan menuju kamarnya.
“Aku nggak yakin kamu benar mencintaiku A’ tapi aku yakin, jika aku juga sudah jatuh hati denganmu, hatiku sakit ketika kamu menyebut nama wanita lain, hatiku sedih ketika mendengarkan kamu meneleponnya, aku sudah berusaha untuk membuang rasa itu, tapi kebiasaanmu membuatku tidak mampu untuk melawan perasaan cinta yang menghampiriku,” jelas Aluna.
Sedetik kemudian terdengar suara
tawa keras Kalun yang terdengar bahagia, dia lalu memeluk erat tubuh Aluna. Menyalurkan perasaanya, berkata jika dia sangat mencintai istrinya. Kalun melepaskan pelukkannya lalu mencium lembut bibir Aluna.
“Setelah bulan madu, aku akan mengakhirinya, kita akan bahagia selamanya berdua, dan ….” Kalun menghentikan ucapannya karena ragu dengan keiinginanya.
“Dan apa A’?” tanya Aluna yang penasaran. Kalun kembali mencium bibir Aluna, dia memberikan ******* lembut di bibir manis Aluna, membuat Aluna semakin merasa semakin dicintai atas tindakan Kalun.
“Maukah kamu melahirkan keturunanku?” ucap Kalun setelah melepas pelukkannya. Dia menunggu jawaban Aluna sambil tersenyum penuh arti ke arah Aluna.
“Aku bersedia, tapi …” ucap Aluna yang memotong ucapannya, dia menatap ke arah Kalun.
“Tunggu masalahmu dengan Kayra selesai dulu, oke. Aku akan melahirkan anakmu sebanyak yang kamu mau,” jelas Aluna yang membuat Kalun terkekeh.
“Bagaimana jika 5, em kurang deh kayanya 7 ya, nanggung 11 sekalian lah yah,” ucap Kalun sambil terkekeh di akhir kalimatnya. Sedangkan Aluna hanya tersenyum sambil mengusap bibir Kalun.
“Aduh! sentuhanmu membangunkannya,” cibir Kalun seketika Aluna menurunkan tangannya dari bibir Kalun.
“Malam ini aku tidak ingin mendengar penolakkan lagi,” ucap Kalun
sambil menurunkan resliting di punggung Aluna.
“Tapi janji ya, jangan seperti dulu!” ucap Aluna yang membuat Kalun tertawa.
“Iya Sayang, mulai sekarang aku akan melakukannya sesuai keinginanmu,” ucapnya.
Kalun memulai aksinya, dia benar melakukannya dengan lembut, hingga Aluna bisa merasakan jika Kalun melakukannya dengan penuh cinta, membuat Aluna mengeluarkan suara merdunya yang ingin Kalun dengar setiap saat.
Malam ini mereka berdua akhirnya berani mengutarakan cinta yang selama ini mereka simpan rapat dalam hatinya, cinta yang kemarin hanya bisa disampaikan lewat tatapan mata, kini mereka sudah mampu mengucapkan lewat kata-kata indah mengiringi aktivitasnya malam ini.
Malam semakin larut udara di ruangan terasa panas karena mereka berdua masih menikmati malam panjangnya. Hingga Kalun merasa puas, karena sudah mendengar Aluna mengatakan 'STOP' berulangkali.
__ADS_1
👣
Jangan lupa untuk like dan vote.👍🙏