Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Aku Masih Single


__ADS_3

Saat jam istirahat tiba, Aluna segera beranjak dari meja kerjanya, dia berjalan mendatangi ruang kerja suami simpananya itu.


Aluna berjalan melewati karyawan wanita yang menatapnya dingin, karena tiba-tiba pemilik perusahaan itu memanggilnya. Mereka yang sudah lama bekerja di sana, bahkan belum pernah memasuki ruang kerja pemilik perusahaan.


Aluna menekan tombol 12 saat sudah berada di dalam lift. Dia memainkan pinggiran kemeja putihnya mencoba mengurangi debar jantung sedikit berdegub kencang. Aluna benar-benar tidak tahu jika pemilik perusahaan itu adalah suaminya. Sekarang dia khawatir jika Kalun akan memecatnya dan hilang semua harapannya. Saat ini dia bingung akan bersikap seperti apa dengan suaminya.


Aluna menenangkan dirinya dulu sebelum masuk ke ruangan Kalun. Setelah sedikit merasa tenang dia mengetok pintu di ruangan Kalun, berharap ada seseorang yang menyambutnya dengan ramah.


Doni yang mendengar suara ketokan pintu langsung membukakan pintu untuk Aluna, dia melihat wajah Aluna yang telihat khawatir tentang panggilannya ini.


“Silakan masuk, Bapak Kalun sudah menunggu Anda!” ucap Doni seraya membuka pintu untuk Aluna.


Saat sudah berada di ruangan, Aluna menatap sebentar ke arah punggung Kalun yang menghadap ke jendela.


“Tolong tinggalkan kami Don!” perintah Kalun pada Doni. Lelaki itu mengangguk sambil menutup pelan pintu ruangan Kalun.


“Jelaskan!”


Aluna bingung! Tidak mengerti apa yang Kalun bicarakan padanya. Dia mencoba menebak apa yang diinginkan Kalun, tapi otak Aluna sudah penuh dengan pikirannya yang saat ini menahan rasa lapar, jadi dia tidak bisa menemukan jawaban dari perintah Kalun.


Kalun mendekat ke arah Aluna, mengikis jarak yang memisahkan dirinya dengan Aluna, hingga dia berada tepat di depan meja kerja.


“Jelaskan kenapa kamu bisa di sini!” Kalun berucap sambil memberikan tatapan dingin ke arah Aluna.


“Kenapa? Apa kamu tidak suka? Aku akan mengundurkan diri jika kamu tidak menyukai aku berada di sini,” ucap Aluna yang hendak berlalu dari ruangan Kalun.


“Tunggu! Aku hanya khawatir jika mereka semua akan tah-”

__ADS_1


“Kamu nggak perlu khawatir, aku tidak akan membocorkan status kita, aku akan bilang ke mereka jika aku masih single,” ucap Aluna sambil menatap ke arah wajah Kalun, kata-kata lembut dari bibir Aluna, ternyata mampu menggoyahkan hati Kalun yang sedikit keras kepala.


“Jangan sampai orang kantor tahu status kita saat ini, selanjutnya kamu boleh bekerja di sini, dan tetap jaga jarak denganku,” pesan Kalun sebelum membiarkan Aluna pergi dari ruangannya.


“Ya.” Aluna menjawab singkat, lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan Kalun. Membiarkan Kalun tenggelam dalam pikirannya.


Saat dia menutup pintu ruangan, Aluna membuang nafas lega karena ternyata Kalun mempermudah dirinya untuk tetap di sini, dia tidak masalah jika harus menyembunyikan statusnya saat ini, baginya punya suami atau tidak itu sama saja, yang beda hanya dia bisa merasakan kehangatan saat mama dan papa mertuanya yang memperlakukan dengan baik.


Aluna berjalan menuju kantin yang sudah di sediakan oleh perusahaan, jam istirahatnya sudah hampir habis, jadi dia harus secepatnya mengisi perutnya yang sejak tadi meronta-ronta minta diisi.


Aluna mengambil kursi yang tepat berada di dekat jendela, dia memakan makan siangnya sambil menatap kendaraan yang berlalu lalang di bawah sana.


“Hai ....” sapa laki-laki di samping kursi Aluna.


“Boleh gabung?” pinta lelaki itu. Aluna hanya mengangguk ketika lelaki itu menanti jawaban darinya.


“Desain bangunan,” jawab Aluna singkat tanpa menatap ke arah lelaki di depannya.


“Aku Zaki, kamu siapa?” tanya lelaki di depan Aluna, sambil mengulurkan tangannya.


“Ma-maaf aku sudah selesai makan, aku harus segera kembali ke ruangan, karena takut terlambat,” pamit Aluna yang tidak ingin menyebutkan namanya. Dia lalu pergi meninggalkan lelaki itu di sana.


“Sok jual mahal banget tu cewek, nggak tahu saja jika aku memegang kartunya saat ini,” gumam Zaki yang mengiringi kepergian Aluna.


Hari pertama masuk kerja, Aluna di sibukkan dengan perhitungan tentang pembangunan hotel, yang sudah dimenangkan tendernya oleh perusahaan. Harusnya ini bukan pekerjaannya, dia hanya membantu rekan kerjanya, karena sebenarnya dia belum di lepaskan untuk memegang proyek besar, mengingat dia dalam masa pembelajaran.


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore , jam efektif dimulai pukul 8 pagi hingga jam 4 sore. Rencananya hari ini, Aluna akan mengunjungi resto Samuel, dia akan mencari hiburan di sana, sekalian bertemu dengan Renata.

__ADS_1


Dia tidak peduli lagi dengan Kalun yang ntah akan pulang jam berapa. Dia segera berjalan menghampiri halte bus yang terdekat, menunggu bus yang akan mengantarnya ke tempat Samuel. Cukup lama dia berdiri di sana, rambutnya yang tadi terurai rapi kini sudah berhamburan kemana-mana. Tapi Aluna yang cantik tetaplah cantik dengan riasannya yang natural.


Aluna segera menaiki bus yang akan membawanya ke resto milik samuel. Dia menatap sebentar penampilannya yang mengenakan baju putih dan rok hitam, sepertinya pakaiannya kini terlalu kuno di bandingkan dengan teman trainning lainnya saat ini.


Aluna dari dulu memang tidak terlalu memikirkan penampilan. Apalagi riasannya, karena dia hanya mampu membeli make up bermerk yang biasa diiklankan di tv, jangankan untuk pergi ke salon perawatan kulit atau wajah, dia hanya mampu membeli lulur cup yang biasa terdapat putri bali di gambar depannya. Tapi dia menyukainya aroma zaitun yang awet hingga 12 jam membuatnya tidak mau beralih dari produk kecantikkan itu.


Tanpa terasa 30 menit terlewati, kini bus yang ditumpangi Aluna sudah berhenti di depan resto milik Samuel. Bayangan Fandi yang menjemput dirinya dengan motor, terlintas di benaknya. Saat calon suaminya mengenakan helm dan Fandi tu mencuri ciuman di pipinya semua masih terlihat jelas di pikirannya.


“Sepertinya baru kemarin kita bahagia.” Aluna mengusap pipinya yang sudah basah karena air mata. Setelah merasa sedikit membaik dia lalu berjalan memasuki resto milik Samuel.


“Luna!” pekik Renata yang melihat kedatangan Aluna. Dia langsung memeluk erat tubuh Aluna, karena sudah 4 hari tidak bertemu.


“Mandilah dulu, aku tahu kamu pasti pulang kerja kan? Gimana kerjaan barumu, apa kamu betah?” ujar Renata yang membrondongi Aluna dengan banyak pertanyaan.


“Lebih enak di sini, karena ada kamu yang selalu menghiburku,” jawab Aluna sambil mengalihkan pandangannya ke arah di mana ada pangung live music di sana.


“Samuel di mana?” tanya Aluna yang tidak mendapati rekan Fandi.


“Dia sedang keluar, sebentar lagi pasti dia datang.” Renata berjalan meninggalkan Aluna, untuk mengambilkan kunci loker Aluna yang masih dia tinggal di sana.


“Aku tahu, kamu sudah tidak sabar untuk bernyanyi, sana cepat bersihkan tubuhmu!” perintah Renata yang dijawab senyuman manis dari bibir Aluna.


Aluna menitipkan tasnya pada Renata, dia hendak membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket. Dia menarik hendle kecil yang ada di loker miliknya. Dia menatap sebentar foto yang tertempel di balik pintu lokernya tersebut, bibirnya sedikit tertarik ke atas saat melihat Fandi mencium pipinya.


“I Miss You,” gumam Aluna yang sedikit menampilkan senyumnya, dia lalu segera mengambil perlengkapan mandi yang ada di loker, dia ingin mempersiapkan dirinya untuk menampilkan yang terbaik malam nanti.


👣

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote.👍🙏


__ADS_2