Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Kayra


__ADS_3

Brakk!


Pintu ruangan Kalun terbuka dengan kasar, membuat Kalun mengurungkan niatnya untuk mendekat lagi ke arah Aluna.


“Ma-maaf Pak!” ucap lelaki yang menjadi kepercayaan Kalun.


Kalun menatap dua orang yang baru saja memasuki ruangannya. dia menatap kesal ke arah Doni lalu bergantian menatap lekat ke arah wanita yang berdiri di dekat pintu. Wajah Kayra terlihat masam karena tadi mendapatkan halangan dari Doni. Kalun membuang nafasnya kasar setelah mengetahui keberadaan Kayra.


Sedangkan Aluna masih acuh, dengan keberadaan orang yang baru saja tiba. Dia masih berusaha menenangkan detak jantungnya, akibat ulah Kalun yang menggodanya tadi.


“Sayang ...” panggil Kayra sambil berjalan mendekat ke arah Kalun yang hanya menggunakan kemeja birunya saat ini.


Panggilan yang keluar dari bibir Kayra, membuat Aluna menoleh ke arah wanita yang sedang merangkul lengan Kalun. Dia menatap tangan Kayra yang melingkar di lengan suaminya. Raut wajahnya kini sudah berubah miski dia tahu jika Kalun tengah berusaha melepaskan tangan wanita itu dari lengannya. Namun, setelah berhasil terlepas Kayra bergantian merangkul perut Kalun.


“Maaf Pak, tadi saya sudah mencegah Nona Kayra tapi dia tetap bersih keras untuk menemui Bapak,” jelas Doni yang sedikit ketakutan saat melihat sikap Kalun.


Berbeda dengan Aluna yang menyadari jika wanita di depannya itu adalah Kayra. Dia langsung memperhatikan penampilan Kayra dengan lekat.


“Key, lepas Key! Jangan seperti ini!” Kalun sudah berontak ingin melepaskan tangan Kayra yang memeluk tubuhnya erat.


“Sayang kenapa sih? Jangan jual mahal dong! Nggak ingat kejadian malam terakhir kita bertemu?” keluh Kayra yang masih berusaha memeluk tubuh Kalun lebih erat lagi.


“Stop Key!” bentak Kalun yang membuat kedua wanita itu terkejut karena suaranya yang begitu keras.


“Sayang apa maksudmu? Apa kamu melupakan semuanya? Apa perlu aku ingatkan lagi kejadian malam itu!” Kayra sudah berteriak karena perlakuan Kalun yang acuh dengannya saat bertemu dengannya saat ini.


“Aku hamil Kal, dan aku ingin kita segera menikah!” ucap Kayra dengan jelas dan keras.


Kalun menatap wajah Kayra yang berada di sampingnya dengan mata sayu. Pikirannya benar-benar buntu saat ini, dia tidak ingin mengambil langkah yang salah lagi.


Doni yang dari tadi berada di dekat pintu, segera mendekat ke arah ketiga orang yang berada di sana.


“Maaf Pak saya permisi dulu,” ucap Aluna sambil beranjak dari tempat duduknya. Matanya sudah tidak kuat lagi, untuk melihat drama pagi ini.


“Jangan ada yang pergi dari ruangan ini!” peringat Kalun dengan nada dingin, membuat Aluna perlahan menghentikan langkahnya. Aluna membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Kalun yang masih dipeluk mesra oleh Kayra, dia berusaha menguatkan hatinya untuk tidak cemburu.


“Sayang kenapa? Apa kamu mau mengenalkan aku pada karyawan barumu itu!” ucap Kayra sambil menunjuk ke arah Aluna dengan wajahnya.

__ADS_1


Kalun mendongak menatap Aluna dalam, kedua mata mereka itu saling bertatapan. Kalun meminta Aluna untuk tetap berada di ruangan melalui isyarat mata. Dia ingin menghadapi Kayra berdua dengan Aluna. tapi yang ada Aluna bersihkeras untuk keluar dari ruangan Kalun, dia tidak paham dengan apa yang diisyaratkan suaminya itu.


“Masih banyak pekerjaan saya yang harus saya selesaikan Pak.”


“Lun, kita hadapi bersama! Aku nggak ingin kamu salah paham lagi!”


“Apa-apaan ini! Sayang, biarkan dia pergi! Dia hanya karyawanmu!” bentak Kayra yang tidak suka dengan sikap Kalun yang menahan Aluna untuk tetap berada di ruangan.


Kalun menatap tajam ke arah Kayra. Melepaskan tangan Kayra dengan kasar dari pinggangnya supaya dia terlepas dari pelukan Kayra. Setelah terlepas dari Kayra, Kalun manatap tajam ke arah wajah Kayra.


“Dia istriku!” bentak Kalun di depan wajah Kayra.


Kayra yang mendengar itu justru tertawa jenaka ke arah Kalun, dia tidak percaya dengan apa yang diucapkan Kalun saat ini. Dia menganggap Kalun tengah becanda dengannya.


Kalun menatap ke arah Aluna yang tengah menggelengkan kepalanya menaggapi sikapnya. Dia berjalan menghampiri Aluna, lalu mengenggam tangan kanan Aluna dengan mesra, jemarinya sudah melekat erat di jari Aluna.


“Aku ingin kamu di sini bersamaku, kita lewati apapun yang akan terjadi berdua, bukan meninggalkan aku!” lirihnya sebelum berbalik menghadap ke arah Kayra. Kalun lalu membawa Aluna mendekat ke Kayra.


“Kamu lihat cincin ini! Ini pemberianku, pengikat cintaku untuknya,” jelas Kalun sambil memamerkan jari manis Aluna ke depan wajah Kayra.


“Kenapa kamu lakukan ini padaku?” tanya Kayra dengan penuh emosi menatap ke arah mata Kalun.


“Tanyakan pada dirimu sendiri. Kenapa kamu lakukan itu padaku! Jangan kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di sana, semenjak kamu mengatakan malam itu pergi ke club aku sudah tidak lagi percaya denganmu!” bentak Kalun lagi membuat Aluna menatap ke arahnya.


“Tapi aku hamil anakmu Kal!” ucap Kayra sambil meraih tangan Kalun untuk mengusap perutnya.


“Kamu rasakan! Di sini ada anakmu! Ini darahmu Kal! Kamu yang terakhir menyentuhku! tidak ada lelaki lain,” ucap Kayra yang sedikit melembutkan suaranya, air matanya sudah mengalir deras membasahi pipinya yang terlihat berisi itu.


“Dan kamu, wanita penggoda! Apa tega kamu membiarkan anakku lahir tanpa seorang ayah, hum?”


Aluna yang mendengar itu sedikit mengendorkan tangannya yang ada di genggaman Kalun. Dia merasa sangat jahat jika membiarkan Kalun untuk tetap berada bersamanya.


“Lun, jangan melepaskan tanganku!” perintah Kalun yang tidak ingin melepaskan Aluna pergi.


“Maaf Kal! Dia lebih berhak mendapatkanmu, apalagi ada nyawamu di sana, maaf jika aku hadir di antara kalian!” ucapnya lirih namun bisa didengar jelas oleh ketiga orang yang berada di sana. Kalun tak sanggup lagi untuk menahan tangan Aluna. Dia hanya bisa menatap lembut ke arah Aluna.


Aluna benar-benar meninggalkan ruangan Kalun. Dia tidak kuat lagi untuk mendengarkan kenyataan yang keluar dari bibir Kayra. Beruntungnya dia sudah menyiapkan ini semua, berusaha tegar di depan suami dan tunangannya. Karena dia meyakini bahwa hari ini akan segera tiba

__ADS_1


“Hai Lun,” sapa seseorang yang tengah dia lewati. Aluna masih bisa membalas senyuman itu dengan sama ramahnya. Seolah tidak ada apapun yang terjadi dengan dirinya saat ini.


Aluna kembali ke ruang kerjanya. Dia menatap sekejap jam yang ada di dinding ruangan. Matanya mengedarkan ke arah rekan-rekanny yang satu ruangan dengannya.


“Pak David, bisakah saya izin sebentar! Saya mengantuk saya hanya ingin meminum kopi sebentar,” pamit Aluna yang sudah membereskan meja kerjanya dari tumpukan kertas.


Renata yang mendengar itu, berusaha ingin ikut dengan Aluna, karena melihat wajah Aluna yang kurang baik. Namun, dicegah oleh Aluna, karena ini bukan jam istirahat karyawan kantor.


“Segera kembali, kita masih punya banyak pekerjaan banyak di sini,” pesan David sebelum Aluna meninggalkan ruangan. Aluna mengangguk sambil tersenyum kecut ke arah David. Bibirnya sudah tidak mampu lagi untuk mengeluarkan suaranya, karena menahan sesak dan tangisnya yang sebentar lagi akan pecah.


Aluna berjalan keluar dari gedung EL Group menuju kedai kopi yang tidak jauh dari kantor. Dia berjalan pelan sambil memikirkan ucapan Kayra yang tengah hamil anak dari suaminya.


“Benar kata Pak David, dia sangat cantik. Bahkan aku tidak sebanding dengannya!” lirihnya sambil berjalan pelan menyusuri trotoar. Aluna harus menyeberang jalan untuk sampai di kedai kopi yang akan dikunjunginya. Jalanan pagi itu terlihat lenggang jadi Aluna terus berjalan membelah jalanan tersebut. Namun, dia tidak melihat adanya motor yang tengah menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


“Nonaaa awaaasss!” teriak lelaki di belakang Aluna sambil merangkul tubuh kecil Aluna dengan cepat untuk menyeberang jalan. Aluna gelagapan ketika mendapat perlakuan lelaki yang memeluk tubuhnya. Dia memejamkan matanya sambil memijit pelipis matanya.


Lelaki berpakaian hitam itu mendudukkan tubuh Aluna yang telihat syok karena kejadian yang baru saja dia alami.


“Berhati-hatilah Nona! Jaga diri anda baik-baik!” ucap lelaki di depan Aluna dengan lembut. Lelaki itu memberikan sebotol air mineral yang baru saja dia beli, sebelum menyebrang jalan tadi. Aluna menatap sejenak lelaki di depannya, sambil berusaha menenangkan detak jantungnya.


“Apa ada yang sakit? Biarkan saya mengantar Nona ke dokter!” tawar lelaki itu.


“Tidak perlu, terima kasih,” ucap Aluna sambil berusaha berdiri dari tempatnya.


“Jangan banyak bergerak dulu Nona!” bentak lelaki tersebut sambil menjaga tubuh Aluna supaya tidak terhuyung ke samping.


Aluna yang akan terjatuh, berusaha mencari pegangan, dia meletakkan tangannya di pundak lelaki di depannya itu.


“Sekali lagi terima kasih, kamu sudah dua kali menyelamatkan aku!” ucap Aluna.


“Itu sudah tugasku Nona, jadi jaga diri Nona baik-baik atau aku akan kehilangan pekerjaanku!” jelas lelaki yang berjambang itu.


Aluna menatap lekat sambil mengingat siapa lelaki yang di depannya. Dia merasa tidak asing dengan wajahnya. Mungkinkah dia artis idolanya?


👣


Jangan lupa like dan komentarnya. Votenya ditabung dulu untuk hari senin ya. Terima kasih👍🙏

__ADS_1


__ADS_2