Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Zina


__ADS_3

“Kalau kamu pergi bagaimana denganku? Kamu harus bertanggung jawab karena sudah mengambil ciuman pertamaku!” ucapnya sambil memainkan telunjuk kanannya di pipi Aluna.


Aluna yang baru menyadari jika Kalun berada di sampingnya, menatap heran ke arah Kalun.


“Bagaimana, apa kamu menyetujui presentasiku tadi?” ucap Aluna dengan suara serak, dia bertanya sambil berusaha untuk mendudukkan tubuhnya.


“Jangan bertindak bodoh!” peringat Kalun saat melihat Aluna kesusahan untuk duduk.


“Apa kamu sengaja menggodaku lagi! Kali ini aku tidak akan tergoda!” peringat Kalun yang membantu Aluna untuk duduk. Dalam hati Kalun merasa lega, setelah melihat Aluna sudah bisa tersenyum malu ke arahnya.


“Tunggu tanganku pulih, aku akan menggodamu, lalu aku akan pergi dan kamu akan mandi air es untuk memulihkan pusakamu,” ucap Aluna dengan tawa yang tertahan.


“Sayangnya aku tidak akan jatuh di kesalahan yang sama!” ucap Kalun dengan cengirannya.


Aluna balas menatap ke arah Kalun dengan senyuman yang tidak bisa di artikan.


“Kamu pulanglah! Aku bisa menjaga diri di sini!” perintah Aluna saat melihat Kalun yang terlihat lelah.


“Enak saja, kamu yang membuatku begadang! Setelah sadar, kamu mengusirku? Nggak tahu terima kasih!” Kalun berucap sambil meregangkan tubuhnya.


Dia lalu meletakkan kepalanya di tepi bed yang Aluna tiduri, matanya menatap wajah Aluna yang menyejukkan hatinya.


“Bayar aku!” ucapnya sambil meletakkan tangan Aluna di rambutnya, dia meminta Aluna untuk mengusapnya hingga dia tertidur.


“Tega kamu ya! Sengaja biar aku lebih lama lagi di sini!” tolak Aluna sambil mendorong pelan rambut Kalun.


“Nggak sopan banget kamu ya, ini suamimu harusnya kamu melakukan kewajibanmu dengan baik, dan di kantor aku bosmu, aku bisa memecatmu sekarang juga jika kamu tidak mau membayarku!” peringat Kalun menatap Aluna dengan tajam. Tapi hatinya merasa terhibur saat melihat wajah Aluna yang panik. Dia tertawa keras dalam hati, ketika Aluna menarik kepalanya, dan diiletakkan di pangkuannya.


Aluna mengusap pelan kepala Kalun, hingga suaminya itu tertidur di pangkuannya, seperti ibu yang menenangkan anak lelakinya.

__ADS_1


“Aku takut nanti akan jatuh cinta denganmu, maafkan aku karena tidak bisa melakukan kewajibanku sebagai seorang istri, semoga Allah mengampuni istrimu ini,” ucapnya lirih yang mengira Kalun sudah terlelap di sana.


Kalun hanya sedikit menarik bibirnya ke atas saat mendengar ucapan Aluna.


“Aku juga takut jika kamu jatuh cinta denganku, dan aku harus merelakan Kayra, 26 tahun aku hidup hanya dia yang menjadi semangatku, hanya dia yang akan memberikan kehangatan untuk tubuhku, tapi aku merasa nyaman saat berada di dekatmu, aku khawatir saat tidak segera melihatmu, aku merasa ada yang berbeda denganmu di pandanganku, mungkinkah aku mencintaimu dan dirinya?” ucap Kalun sambil menikmati belaian tangan Aluna, tapi mengakhirinya dengan kekehan kecil.


“Terlalu serakah jika kamu mencintai dua orang, kamu hanya terbiasa saja denganku dan itu bukan cinta,” ucap Aluna dengan suara serak.


“Bagaimana denganmu?” Kalun menahan kepalanya dengan tangan kanan, menatap lekat wajah Aluna dan menunggu jawaban yang akan keluar dari bibir Aluna.


Aluna tersenyum tipis ke arah Kalun, mencoba menenangkan jantungnya saat melihat manik hitam mata Kalun menyorot ke arahnya.


“Aku sudah membatasi hatiku.” Aluna berucap sambil berusaha mengalihkan tatapannya dari wajah Kalun yang tepat berada depan perutnya.


“Kamu yakin 100%?”


“Bagaimana jika ....” Kalun mengecup cepat bibir Aluna, lalu kembali ke posisinya semula.


“Aku memberimu itu setiap hari, yakin nggak akan jatuh cinta?” tanya Kalun sambil tersenyum menatap Aluna.


“Apa maumu!” bentak Aluna sambil mengusap bekas kecupan Kalun.


“Kamu mau aku jatuh cinta, dan kamu pergi meninggalkan aku, hah?” tanya Aluna menatap tajam ke arah Kalun.


Membuat Kalun tertawa keras, yang langsung mendapat lemparan bantal dari Aluna.


“Kamu jangan jatuh cinta kepadaku! Aku tidak akan mampu untuk membalasnya,” jelasnya sambil berdiri, ekpresi wajahnya terlihat bahagia saat mengucapkan itu, tapi sebisa mungkin dia menyembunyikan dari Aluna.


“Sudahlah, aku akan tidur di sofa, supaya kamu tidak akan semakin menggilaiku.” Kalun berucap sambil merebahkan tubuhnya di sofa. Meninggalkan Aluna yang tengah menatapnya.

__ADS_1


“Jangan lakukan itu lagi, atau aku akan benar-benar jatuh cinta padamu!” peringat Aluna sebelum Kalun memejamkan matanya.


“Aku justru tertantang untuk membuatmu jatuh cinta,” ucap Kalun diiring suara kekehannya. Aluna hanya menggelengkan kepalanya, berusaha membuyarkan pikirannya tentang Kalun. Dia akan berjuang untuk tidak jatuh cinta dengan lelaki itu, karena itu pasti akan lebih sakit dari luka yang ditinggalkan Fandi.


Aluna ikut merebahkan tubuhnya, saat melihat Kalun sudah terlelap. Dalam hatinya memantapkan jika dirinya tidak akan menatap wajah Kalun terlalu lama, demi hatinya supaya tidak dihuni Kalun dan merasakan sakit hati lagi.


Pagi pun tiba, Kalun terbangun lebih dulu, karena cahaya matahari menyilaukan matanya. Dia melihat ke bed Aluna, terlihat istrinya itu masih tidur nyenyak di atas sana.


Dia lalu berjalan keluar ke arah ruangan Riella yang berada di gedung paling atas, dia ingin membersihkan tubuhnya di sana.


Hari ini adalah weekend jadi dia tidak akan pergi ke kantor, dia akan menjaga istrinya di rumah sakit. Saat tiba di depan ruangan Riella Kalun segera menekan password yang ada di pintu Riella, sudah kesepakatan mereka berdua untuk saling bertukar password kunci ruang pribadinya, supaya lebih sigap saat sesuatu terjadi pada mereka. Pintu terbuka, setelah Kalun mendorongnya pelan.


“Riella.” panggil Kalun saat tidak mendapati Riella. Dia yakin jika adiknya itu masih tertidur nyenyak di kasur empuknya.


Kalun lalu berjalan mendekat ke arah kamar Riella, untuk segera membersihkan diri karena dia tidak tega jika meninggalkan Aluna terlalu lama.


Saat dia tiba di depan pintu kamar, Kalun menghentikan niatnya untuk membuka handle pintu kamar Riella saat mendengar suara erangan dan desahan dari dalam kamar.


Kalun memejamkan matanya, dia yakin adiknya tengah berbuat zina di dalam sana, ntah dengan siapa dia juga tidak tahu. Kalun menyandarkan tubuh dan kepalanya di daun pintu ruangan Riella, menunggu suara desahan itu mereda. Dia berusaha diam dan menenangkan dirinya.


Setelah suara itu berubah menjadi suara tawa dari bibir Riella, Kalun segera mendorong pintu itu kasar. Dia membalikkan badan saat sepasang manusia itu ternyata belum mengenakan pakaiannya. Dia memejamkan mata sambil mengepalkan tangannya.


“Shit ... Pakai baju kalian!” perintah Kalun sambil membanting pintu ruangan Riella, sedangkan yang berada di dalam kamar sudah memasang wajah ketakutan karena ketakutan dengan Kalun.


👣


TBC


CU Next Part!

__ADS_1


__ADS_2