Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Bonus Weekend


__ADS_3

Di apartemen yang terlihat kecil namun mewah itu, sepasang manusia terlihat duduk di sofa, mereka tengah mencuri-curi pandang, seperti orang yang baru partama kali bertemu dan langsung jatuh cinta. Mereka berdua tidak lagi focus menatap layar tv yang tengah menayangkan film india. Entah apa yang di bicarakan Hrithikh Roshan pada Katrina Kaif dalam film Bang-Bang itu, mereka berdua sepertinya sudah tidak lagi peduli. Mereka lebih focus ke wajah pasangannya.


“Mau aku buatkan kopi?” tawar Aluna, dia berusaha menyembunyikan rasa malunya karena ketahuan jika dia tengah mencuri pandang ke arah Kalun.


Kalun menggaruk alisnya sambil menunduk. Dia lalu menatap ke arah Aluna dengan cengirannya.


“Kamu mau begadang denganku malam ini?” tanyanya yang membuat Aluna menatap lekat ke arah Kalun. Dia mengerutkan dahinya saat Kalun memainkan mata ke arahnya.


Tanpa peduli lagi dengan tingkah Kalun, Aluna segera berjalan ke arah dapur untuk membuatkan kopi suaminya.


Sore tadi Aluna diantarkan Kalun untuk mengambil barangnya yang kemarin dia bawa ke kos-sannya. Kalun tidak ingin Aluna pulang sendiri, karena kebetulan sopir pribadinya tengah izin karena ada acara keluarga.


Aluna memberikan cangkir bertuliskan ‘papa’ dan bergambar Micky Mouse itu pada Kalun. Dan dia menggunakan cangkir blirik warna hijau yang dibawa khusus dari Solo, katanya cangkir itu peninggalan dari eyang buyutnya. Dan papanya baru memberikan padanya saat mereka bertemu di Jakarta kemarin.


“Enak kopinya,” puji Kalun setelah menyesap kopi buatan Aluna.


“Benarkah? Itu yang bawain papa kemarin. Katanya itu kopi ginseng, cocok buat lelaki yang kelelahan, biar menambah stamina,” jelas Aluna yang tidak lagi menatap ke arah Kalun.


“Kamu sengaja ya? Buat apa juga malam-malam memintaku menambah stamina?” tanya Kalun dengan ragu-ragu menanyakan hal itu pada Aluna. Aluna yang mendengar ucapan Kalun, langsung menatap suaminya.


Dia baru paham, apa yang maksud papanya seminggu yang lalu. Dia lalu menatap ke arah cangkir kopi yang ada di tangan Kalun, sudah habis tidak tersisa sedikit pun, padahal dia tadi membuatkan kopi panas.


Aluna yang belum menerima Kalun sepenuhnya, terpaksa harus beraiap untuk bertanggung jawab memenuhi kebutuhan suaminya. Karena Kalun terus bergerak karena tubuhnya merasa panas. Padahal Aluna sudah memberikan jarak supaya dia tidak tersentuh suaminya. Aluna yang sebenarnya belum tertidur, merasa iba dengan Kalun, dia tidak ingin egois malam ini, dia takut jika kebutuhan suaminya tidak terpenuhi akan berimbas pada emosi Kalun.


Aluna lalu membuka selimut tebalnya. Dia menatap ke arah Kalun yang memutarkan bola matanya menatap langit-langit kamar, sepertinya suaminya itu tengah menghitung


sesuatu.


“Aa’  ngapain, kok gelisah gitu?”


“Mungkin gara-gara kopimu tadi, jadi badanku panas semua, seperti terbakar,” jawab Kalun sambil melepas baju yang dia kenakan. Aluna sudah menatap curiga ke arah suaminya, sepertinya Kalun tengah tersiksa.

__ADS_1


“Jangan melihatku seperti itu, apa kamu ingin merasakannya!” Kalun sudah meraih tangan Aluna untuk di letakkan di perutnya yang terlihat six pack itu.


Aluna sontak langsung menarik tangannya, ketika merasakan lembab karena keringat Kalun yang keluar.


“Aa’ sudah bobo saja!” perintah Aluna yang kembali menarik selimutnya.


“Pesaan pendingin udara juga sudah dingin, tapi kenapa tubuhku masih


saja panas?” tanya Kalun yang tidak ingin mendapatkan jawaban dari Aluna.


“Gimana rasa panasnya?” tanya Aluna yang kembali membuka selimutnya.


Kalun memikirkan apa yang tengah dia rasakan, “Panas, seluruh tubuh, seperti ada yang mau keluar tapi aku nggak tahu apa yang akan aku keluarkan.”


“Pasti mau kentut ya, sana pergi ke kamar dulu sana!” usir Aluna sambil menendang pelan kaki Kalun.


“Bukan, bukan itu.”


Kalun tersenyum ke arah Aluna dengan senyuman smirknya, dia akhirnya berhasil membuat Aluna mengerti apa yang dia inginkan.


Aluna yang mengerti itu melirik sebentar ke arah jam di dinding. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 10 malam, biasanya jam segitu Aluna sudah terlelap.


“Sepuluh menit harus sudah tuntas, aku besok harus bekerja, dan aku ….” Aluna sudah tidak bisa lagi melanjutkan ucapannya karena bibirnya kini sudah tertempel bibir Kalun. Kalun langsung menyerang Aluna ketika mendapatkan izin istrinya. Awalnya dia sedikit takut ketika melakukan lagi dengan Aluna, dia takut Aluna akan jijik dengannya. Tapi beruntungnya istrinya itu punya hati yang baik. Aluna bisa menerima dirinya apa adanya.


Kalun melanggar perjanjiannya dengan Aluna, waktu yang diberikan Aluna terlewat jauh dari yang Kalun lakukan. Hingga akhirnya dia


benar-benar terlelap saat Kalun melepaskan miliknya dari tubuhnya.


Dia tidak mengingat jam berapa Kalun menghentikannya, yang dia tahu, dia baru sebentar tidur, tapi alarm suara jago berkokok itu sudah berteriak-teriak meminta di matikan. Dia memukul pelan lengan Kalun.


“Matikan itu alarmnya woey!” perintah Aluna pada suaminyanyang dia tidak menydari panggilan untuk suaminya, tangannya sudah meraba-raba wajah Kalun yang masih terlelap membuat lelaki itu kembali memeluknyan seperti guling.

__ADS_1


“Aku boloslah ya! Masih capek.” Aluna berucap sambil melepaskan pelukkan Kalun.


“Masuklah, nanti kamu bisa beristirahat di ruanganku, setidaknya jika kamu kerja aku bisa melihatmu dari cctv,” jelas Kalun yang


masih memejamkan matanya.


“Baiklah, aku mau mandi dulu Pak bos.” Aluna berusaha melepaskan pelukkan Kalun tapi Kalun masih ingin menahannya.


“Terima kasih, sudah menerima kekuranganku,” ucap Kalun sambil mencium kening Aluna. dia lalu melepaskan pelukkannya, supaya Aluna segera bersiap untuk ke kantor.


“Mau sarapan apa?” tanya Aluna yang sudah menyelesaikan mandinya.


“Kita sarapan di hotel saja, aku tahu kamu kecapean,” terang Kalun.


“Nggak, aku masih bisa kok jika hanya membuat sarapan, asal kamu tidak meminta ronde berikutnya saja,” ucap Aluna yang membuat Kalun terkekeh.


Aluna lalu berjalan ke arah dapur menyiapkan roti panggang untuk Kalun. Mata Aluna menatap tajam ke arah bungkus kopi yang ada di tempat sampah. Dia berniat segera menyembunyikan kopinya, supaya Kalun tidak memintanya lagi untuk dibuatkan.


Setelah menyelesaikan sarapannya Aluna segera berangkat mendahului Kalun. Aluna berangkat diantarkan oleh sopir pribadinya. Beruntungnya jalanan tidak terlalu macet jadi dia bisa datang tepat waktu. Saat dia masuk ke lift, dia melihat suaminya yang baru saja turun dari mobil. Jiwa halunya memberontak, membayangkan jika Kalun benar-benar mengakui dirinya sebagai istrinya yang sah, pasti seluruh wanita yang ada di lift ini akan membully-nya habis-habisan.


Aluna segera keluar dari lift ketika pintu sudah terbuka di lantai ruangannya. Dia berjalan pelan sambil, bergumam lirih menyanyikan lagu ‘B-A-B-Y’ saat tiba di mejanya, Aluna semakin  tersenyum ceria ketika mendapati bucket bunga yang ada di mejanya.


Untuk wanita yang selalu membuatku merasa puas.


Kamar 205


Dia menggelengkan kepalanya saat membaca note tersebut,membuat wanita di sampingnya itu menjulukinya ‘Bucin’. Renata tidak tahu apa yang dialaminya kemarin, yang dia tahu hubunganya dengan Kalun baik-baik saja setelah bulan madu kemarin.


👣


Saya sudah update ya, meski ini weekend. jadi jangan lupa untuk like dan komentar.🙏

__ADS_1


__ADS_2