Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Liburan


__ADS_3

Silakan like dan vote dulu ya! Takut kelupaan😅. Terima kasih yang sudah bersedia naikin ranking Mistake🙏


💞


“Hey jangan masuk dulu, istriku tidak memakai baju!” teriak Kalun ketika semua orang satu persatu masuk ke dalam kamar.


Erik dan semua orang yang tadi masuk ke kamar Kalun, langsung menatap ke arah ranjang, terlihat tubuh Aluna yang masih tertutup selimut hingga ujung lehernya, dengan mata yang masih terpejam rapat.


"Bangunkan Kak!" perintah Maura dengan suara lirih pada Kalun yang masih berjalan mendekati mereka. Ia lalu meraih kausnya, malu ketika adiknya terus melirik ke arah perutnya.


"Nggak mau, nggak lihat kakak iparmu masih terlelap!" gerutu Kalun yang tidak menyukai kedatangan anggota keluarganya.


"Pah, keluar dulu sana!" perintah Ella, saat menyadari kondisi Aluna yang hanya tertutup selimut, dia sudah menduga jika anak lelakinya semalam bekerja lembur dengan Aluna mengingat mereka tidak bertemu selama hampir 7 bulan. Erik segera pergi keluar kamar Kalun, menunggu hingga menantunya bangun.


"Kalian ini kenapa datang tidak memberitahu dulu padaku?" omel Kalun pada ketiga perempuan di depannya.


"Biar kejutan Kak." Naura menjawab cepat pertanyaan Kalun.


"Nanti sore kita berangkat ke Jeju, kita mau menagih janji Kak Kalun!" ucap Maura mengingatkan Kalun tentang janjinya, beberapa bulan yang lalu.


"Kalian ini! Berangkat sendiri sana sama papa!"


"Loh, kan yang janji Kakak. Kenapa perginya dengan Papa? Pokoknya Kak Kalun harus ikut! Kak Riella juga ikut, nanti dia akan menyusul ke sini!" jelas Maura.


"Ikutlah! Ajak Luna sekalian, liburan dengan keluarga juga tidak ada salahnya," kata Ella lembut, menasehati anak lelakinya.


"Ma, istriku hamil, bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya nanti?"


"Kamu lupa ya, siapa papa? Tenang papamu pasti akan bisa mengatasinya jika terjadi sesuatu!" jelas Ella memupus ke khawatiran Kalun, sambil menampilkan senyuman tipis.


Kalun lalu menatap ke arah Aluna yang mulai menggerakan tubuhnya, dia menggeliat, belum menyadari kehadiran tiga wanita di sana. Karena mereka tengah diam tidak bersuara.


Semua yang hadir menatap Aluna yang meraba-raba keberadaan suaminya.


"Keluar dulu sana! Biarkan dia mengenakan bajunya lebih dulu!" bisik Kalun di depan wajah kedua adiknya.


"A' sini, bantu aku untuk bangun!" teriak Aluna yang merasa kesusahan untuk mendudukan tubuhnya. Kalun langsung berjalan mendekat ke arah Aluna, membantunya untuk duduk dan bersandar di ranjang, tetap menjaga selimutnya supaya tidak terjatuh.

__ADS_1


"Astaga Kalun! Kenapa merah semua itu dada Aluna?" maki Ella, kini sudah mendekat di samping ranjang, yang tadi malam mereka gunakan untuk memadu cinta. Kalun hanya tersenyum menatap wajah istrinya yang terlihat malu-malu saat menyadari kehadiran mama mertuanya.


"Ma bisa keluar dulu, istriku malu jika Mama terus berada di sini!" usir Kalun pada Ella yang masih belum pergi dari kamarnya.


Ella menurut dengan perintah. Dia pergi meninggalkan kamar anaknya. Sedangkan Aluna menutup wajahnya dengan selimut putih, bersembunyi di sana karena merasa malu. Kalun menyingkap selimut yang menutupi wajah istrinya. Duduk di depan Aluna dengan kaki yang menggantung di tepian ranjang.


"Sayang, kenapa ditutup? Wajahmu cantik saat kamu bangung tidur." Kalun mengecup singkat bibir aluna.


"Kenapa nggak bilang jika mereka ikut datang ke Solo?"


Kalun hanya tersenyum, sambil membawa Aluna ke dalam pelukannya.


"Mereka baru saja tiba, aku juga terkejut ketika pagi ini mereka semua berdiri di depan pintu kamar hotel," terang Kalun.


"Mau aku bantu membersihkan tubuhmu?" lanjut Kalun yang sudah membuka selimut yang menutupi tubuh Aluna.


"Nggak perlu, tapi aku minta kamu menggendongku ke kamar mandi. Kakiku sulit untuk digerakkan, kram." Aluna membuka tangannya meminta Kalun untuk segera menggendongnya.


"Dengan senang hati, biar aku membantumu mandi sekalian. Takutnya kamu nggak bersih mandinya." Kalun terus mengoceh sambil membawa tubuh Aluna masuk ke dalam kamar mandi. Merasa kasihan sengan Aluna yang terlihat kelelahan, Kalun segera mengakhiri mandi bersamanya pagi itu. Mengajak Aluna untuk menemui keluarganya yang sudah menunggunya sarapan di restoran yang ada di hotel tersebut.


Sampai di sana, Aluna disambut ramah oleh Ella dia menarik Aluna untuk duduk mendekat padanya. Memarahi Aluna kenapa tidak memberitahunya jika dia tengah hamil anak Kalun. Sedangkan kedua lelaki itu, tengah berbisik-bisik membicarakan sesuatu mengenai rencananya yang akan berlibur bersama.


"Nggak mau! Sudah pernah. Kemarin setelah acara pernikahan Kakak kita sudah mampir ke sana!" sahut Maura, "Pokoknya ke Jeju titik!"


Erik hanya tersenyum tipis ke arah anak perempuan yang paling keras kepala itu. Dia lalu membisikkan sesuatu di telinga Kalun. Membuat kalun ternyum tipis sambil menganggukan kepalanya.


"Yang kita ke Korea ya, jalan-jalan dengan mereka," kata Kalun pada Aluna. Dia sedikit berteriak karena Aluna tengah fokus berbicara dengan mamanya.


"Kita berangkat nanti malam, Riella akan tiba pukul 3 sore dari Banjarmasin." Erik memyahut sambil menatap ke arah ponselnya memperlihatkan pesan singkat yang dikirimkan Riella.


Semuanya menikmati sarapan pagi yang terlambat. Saat ini kalun sudah beralih berada di samping Aluna. Dengan terus menyuapi bubur kacang hijau pada Aluna. Sudah berulangkali Aluna meminta sendok yang ada di tangan Kalun, tapi kalun masih enggan menyerahkannya dia takut jika Aluna akan kelelahan, meski hanya memakan makanannya saja.


"Di sini ada tempat wisata spesial nggak Lun?" tanya Erik ketika tidak ada pembicaraan yang terjadi di sana.


"Maksudnya, tempat apa dulu nih Pa? Kalau museum ada itu Museum Radya Pustaka, tapi kalau tempat hiburan, jujur Aluna nggak paham, Aluna jarang keluar ke tempat-tempat wisata."


"Eh, tapi tadi Rara lihat ada bus 2 tingkat Kak, kita naik itu saja yuk Pa, seru sepertinya."

__ADS_1


"Nggak mau takut jatuh!" sahut Erik sambil mengusap mulutnya dengan tisu.


"Kalian istirahat saja, persiapkan fisik Kalian untuk ke Je e ke Korea." kata Erik yang hampir keceplosan mengatakan rencananya pada anaknnya.


"Betul tu Ra, kita ketemu idolaku nanti di sana! Ayolah kita istirahat dulu jangan menganggu manusia dewasa ini," kata Maura sambil menarik tangan Naura. Dia membawa masuk ke dalam kamarnya yang bersejajar dengan Erik.


"Kita istirahat juga yuk, pasti kamu masih kecapean gara-gara kelakuanku semalam." Kalun berbicara tanpa melihat kedua orang tuanya yang tengah menatapnya.


"Istirahat saja ya, jangan macam-macam. Kasihan Luna!" peringat Erik saat keduanya hendak beranjak dari meja makan tersebut.


"Gampang kalau kelelahan tinggal di cansel saja penerbangannya, kalian tinggal berangkat sendiri!" jawab Kalun sambil membawa Aluna berjalan menuju kamarnya.


Sedangkan Erik yang masih di sana, menatap Ella dari arah samping.


"Kenapa?" tanya Ella penuh curiga dengan tatapan yang diberikan Erik.


"Ini hari apa?"


"Kamis! Kenapa?"


"Kamu lupa, hari kamis itu hari apa?"


"Apa memangnya?"


"Jadwal kita! Mari kita lakukan pagi ini, karena pasti nanti malam akan banyak yang menganggu kita!"


"Ceh! Libur dulu, nanti di Jepang kamu bisa merangkapnya! Aku mau menyiapkan energiku untuk perjalanan nanti malam."


"Heh, enak saja menunda! Nanti di Jepang juga sudah rencana aku rangkap, tapi yang namanya jadwal sudah tidak bisa di ubah!" kata Erik sambil mencium singkat bibir istrinya.


"Tempat umum Pak tua!"


"Biarkan mereka tahu, seromantis apa suamimu ini, dan biarkan kita menjadi contoh untuk mereka yang masih muda!" terang Erik yang kembali mendaratkan ciumannya di pipi Ella.


"Dasar calon Opa genit!"


"Hanya denganmu Oma!" kata Erik diselingi tawa kecil.

__ADS_1


Erik lalu membawa Ella untuk masuk ke kamar. Sambil menunggu kedatangan Riella yang akan menyusulnya ke Solo nanti.


💞


__ADS_2