
“Apa mama tirimu memperlakukanmu dengan baik?”
Tanya Kalun setelah merasa lebih tenang. Aluna berpikir sejenak, menahan untuk tidak menceritakan hal buruk yang pernah dia alami sebelum mereka bertemu.
“Lun.” Kalun menatap mata hitam Aluna, meminta agar Aluna segera menceritakannya.
“Yah, dia baik padaku,” jawabnya singkat sambil menganggukan kepalanya.
“Bohong!” sahut Kalun menatap curiga ke arah Aluna.
“Dia baik A’. hanya saja kadang menyebalkan, mungkin karena dia terbawa gaya hidup ibu- ibu sosialita zaman sekarang, kaya Bu Tejo yang suka mengibah sana-sini, hahaha …” ucap Aluna diakhiri tawa renyah. Kalun hanya heran apa yang ditertawakan Aluna saat ini. Karena tidak tahu siapa itu ibu Tejo.
“Aa’ nggak kenal Bu Tejo?” tanya Aluna penuh selidik. Kalun menggelengkan kepalanya,
sambil menggedikkan bahunya.
“Sama, aku juga nggak kenal,” ucap Aluna sambil terkekeh.
“Sudah ya, cerita tentang keluargaku. Sekarang Aa’ cerita dong tentang keluarga
Aa’ tentang mama Ella dan papa Erik,” pinta Aluna sambil menaikkan kedua kakinya, dia mengubah duduknya, bersila di atas jetsky tersebut.
“Keluargaku sempurna, kecuali kehidupanku sendiri,” ucap Kalun singkat, sambil tersenyum simpul ke arah Aluna.
__ADS_1
“Kenapa?” selidik Aluna yang penasaran.
“Bagaimana jika cita-citamu tidak tergapai?” tanya Kalun yang membalas pertanyaan pada Aluna.
“Kecewa, sedih, em … entahlah,” jawab Aluna sambil menatap mata Kalun.
“ Aku juga seperti itu. Aku dulu ingin sekali jadi dokter bedah jantung, tapi saat usiaku 20 tahun, papa tiba tiba menyerahkan surat wasiat dari oma dan opa, jadi mau tidak mau aku harus memupus keinginanku, padahal setelah lulus dokter umum, aku berniat ingin mengambil spesialis,” jelas Kalun sambil menatap ke arah air yang terpancar cahaya matahari bewarna jingga.
“Lalu?”
“Yah, setelah itu aku sadar, mungkin Allah menakdirkanku untuk menjadi pemimpin, bukan jadi penolong orang sakit. Saat aku memimpin Ramones aku juga nggak tahu kenapa perkembangannya begitu cepat, dan akhirnya papa justru menambahkan beban lagi untukku. Dan di saat itulah Kayra selalu ada, dan selalu menjadi semangat untukku, sampai saat ini.” Kalun mengarahkan
pandangannya ke wajah Aluna, dia ingin memastikan perasaan Aluna saat ini, ketika dia menyebut nama Kayra.
Sedangkan Aluna hanya membalasnya dengan senyuman palsu yang dibuat seramah mungkin ke arah wajah Kalun.
“Hahaha, benarkah?” sahut Aluna saat mendengar penjelasan Kalun. Kalun menyipitkan matanya, sambil mengangguk, dia menatap ke arah Aluna karena dia tidak percaya dengan ucapannya.
“Kamu tidak percaya?” tanya Kalun.
“Nggak. Jika aku keluarga orang yang kamu lenyapkan, aku akan balas melenyapkanmu, supaya hartamu berpindah ke tanganku, hahaha ...” ucap Aluna diakhiri suara tawa renyahnya. Berbeda dengan dengan Kalun yang sudah tidak bisa lagi membayangkan jika istrinya tahu, jika dia yang sudah melenyapkan Fandi.
“Sudahlah, ayo kita pulang!” ajak Aluna ketika mereka sudah terlalu lama berada di sana, dan matahari juga sudah hampir tenggelam sepenuhnya.
__ADS_1
Hati Kalun semakin gelisah saat mendengar reaksi yang diberikan Aluna tadi, dia semakin takut jika Aluna akan meninggalkannya, jika dia mengatakan kebenaran yang selama ini dia simpan.
Mereka kembali menaiki jetsky-nya, tapi Kalun mengemudikannya dengan kecepatan sedang, karena dia masih ingin berlama-lama dengan Aluna menikmati sore ini.
Satu jam kemudian mereka sudah tiba di resort, Aluna segera membersihkan tubuhnya, karena setelah ini Kalun ingin mengajaknya untuk makan malam. Sedangkan Kalun masih menikmati minumanya sambil memikirkan langkah ke depan yang akan dia ambil.
Saat Aluna keluar dari kamar mandi dia melihat kotak biru di atas kasur. Dengan note kecil yang diletakkan di atas kotak tersebut. Satu perintah dari suaminya, jika Kalun ingin melihatnya tampil cantik malam ini.
Aluna segera memakai gaun selutut bewarna putih itu, terlihat lucu karena dia mengenakan sepatu yang tidak pantas jika dipadukan dengan gaun bewarna putih tersebut, karena dia datang hanya membawa sepatu satu.
Kalun terus menggandeng tangan Aluna, saat menyusuri jalan ke arah resto yang sudah disiapkan.
Tidak pernah Aluna bayangkan, jika dia bisa masuk ke resto mewah ini, dia menoleh ke arah Kalun, sambil tersenyum penuh arti ke arah suaminya.
“Terima kasih,” ucap Aluna ketika Kalun menarik kursi untuknya. Aluna merasa bahagia dengan perlakuan Kalun padanya, membuatnya merasa dicintai oleh Kalun, tapi dia sadar jika cinta Kalun hanya untuk Kayra bukan untuk dirinya.
Mereka berdua menikmati Alunan music khas Maladewa, sambil menyantap hidangan di depannya. Sesekali Kalun menyuapkan makananya ke arah mulut Aluna, hal yang tidak pernah dia lakukan kepada wanita lain, mengingat dia tidak ingin berbagi makanan dengan makanan yang sudah disentuh orang lain.
“Aa’ bisa nyanyi?” tanya Aluna yang penasaran. Kalun hanya tersenyum tipis kearah Aluna sambil menggelengkan kepalanya.
👣
Lagu apa yang ingin dinyanyikan Kalun untuk Aluna, ada yang bisa menebak? apakah suara Kalun seindah suara papanya ketika melamar Ella.
__ADS_1
Next part ya😊.
Jangan lupa untuk like dan vote.