Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Taman Hiburan Part 2


__ADS_3

Mereka berdua sudah turun dari wahana bianglala. Kalun kembali mengajak Aluna berjalan-jalan memutari taman hiburan tersebut. Mendadak rasa pusing yang biasa dia rasakan ketika di keramaian, hilang, apalagi setelah mendapatkan ciuman dari Aluna. Seperti awal dulu, ekspresi Kalun seperti mendapatkan ciuman pertamanya. Dia enggan menghapus bekas bibir istrinya, jika bisa dia tidak ingin menghapusnya dengan makanan ataupun minuman, supaya rasa itu tidak hilang, sesekali terlihat Kalun membasahinya bibirnya dengan salivanya sendiri.


Aluna yang melirik tingkah Kalun, hanya tersenyum malu, dia tidak berani menatap lagi ke arah suaminya, semenjak turun dari wahana bianglala tadi.


“Kamu capek?” tanya Kalun.


“Nggak, kamu capek?” tanya balik Aluna, sekilas menoleh ke arah Kalun.


“Nggak.” Singkat Kalun sambil membawa Aluna ke arah mesin pencapit boneka.


“Mau main ini?” tanya Kalun menunjuk kotak yang terisi banyak boneka di sana.


“Boleh, aku mau yang Mini Mouse!” sahut Aluna sambil menunjuk karakter kartun kesukaannya, yang terlihat lucu dari etalase kaca di depannya.


“Baiklah Tuan putri, aku akan mengambilnya untukmu,” ucap Kalun sambil membeli koin


untuk bermain. Kalun mulai memasukkan koinnya, fokus ke arah boneka Mini Mouse yang di tunjuk Aluna, segera dia menggerakkan kursornya tepat di atas boneka sasarannya.


Clik!


Bunyi tombol terdengar, keduanya tegang menantikan alat yang seperti gurita itu


mengambilkan boneka yang Aluna inginkan. Senyum lembut terlihat dari bibir Aluna, bahkan Kalun sudah bersorak kemenangan saat alat itu berhasil mencakup boneka Mini Mouse tersebut.


“Yah! Jatuh!” sesal Aluna ketika boneka itu kembali terjatuh.


“Kita coba lagi,” ucap Kalun sambil memukul-mukul pelan etalase di depannya.


“Kita beli kotaknya saja ya, kita bawa pulang!” terang Kalun yang sebenarnya kesal juga atas tingkah php mesin pencapit di depannya.


“Nggak seru dong! Segala sesuatu yang dicapai dengan usaha keras pasti hasilnya akan maksimal,” terang Aluna yang menolak tawaran Kalun.


“Ya, seperti usahaku untuk mendapatkan lagi cintamu. Aku tidak akan menyerah. Aku akan mencoba lagi, demi cinta dan boneka Mini Mouse kesukaanmu,” ucap Kalun sambil menggeser tubuh Aluna, supaya tidak menghalanginya. Aluna hanya diam mencerna ucapan Kalun dengan akal sehatnya.


Kalun memikirkan dulu, strategi mendapatkan boneka Mini Mouse itu, sebelum memasukkan koin. Setelah mendapatkan kata kuncinya, dia segera memasukkan koin yang ada di tangannya. Kini koin di tangannya hanya tersisa satu, semoga saja ini bisa mendapatkan hasil memuaskan. Kalun segera menekan tombol ‘START’ ketika semuanya sudah dirasa pas.


Aluna ikut tegang, meski hanya sekedar boneka, tapi dia bisa melihat usaha Kalun, dia mengusap telapak tangannya menenangkan kecemasannya, sambil menanti boneka itu terangkat. Keduanya berucap kompak kata ‘Yah gagal lagi’ saat alat itu tidak bisa mengangkat boneka yang diinginkan.


“Kita cari yang lain saja sepertinya error ini Yang, masa aku kalah sama mesin beginian!” gerutu Kalun sambil membawa tangan Aluna beralih dari mesin tersebut.


“Tunggu, tunggu. Aku masih penasaran A’!” cegah Aluna.

__ADS_1


“Kemarikan koinnya!” minta Aluna sambil menengadahkan telapak tangannya.


“Nggak mungkin bisa Sayang, ini mesin suka php, yakin deh pasti zonk!”


Aluna menjawab dengan jari telunjuk yang ditempelkan di depan bibir tipisnya, dia


meminta Kalun untuk diam, supaya tidak mengganggu konsentrasinya. Aluna menggulung baju panjangnya hingga sampai siku memperlihatkan kulit putih dan pergelangannya yang kecil, dia lalu memasukkan satu koin yang tersisa saat ini.


Aluna bergumam lirih, seperti menyanyikan


sebuah lagu, tapi hanya dia yang tahu lagu apa yang tengah dia nyanyikan, karena Kalun tidak tahu artinya, sebab yang dinyanyikan adalah lagu jawa.


Tombol ‘START’ sudah ditekan Aluna, dia menanti alat itu bergerak. Kalun sudah lelah, masa bodoh dengan hasilnya, tapi Aluna masih antusias mendapatkan boneka kesukaanya.


Aluna menganggukan kepalanya, sambil tersenyum tipis saat pencapit itu berhasil meraih boneka Mini Mouse kesukaannya. Sesaat kemudian dia melompat kegirangan ketika benda tersebut berhasil masuk ke dalam kotak keluar, reflek dia memeluk tubuh Kalun yang tengah ikut merayakan keberhasilan Aluna. Tanpa dia sadari tangannya melingkar di leher suaminya, melompat kegirangan meluapkan rasa bahagianya.


Kalun diam mematung memperhatikan lekat tingkah absurd Aluna, dia menunggu tingkah Aluna selanjutnya. Aluna yang tersadar ikut terdiam, dia menatap wajah suaminya yang lebih tinggi darinya. Matanya mergerjab, ketika tatapan mereka bertubrukan, mengerutuki tingkahnya sendiri.


Kalun yang gemas dengan wajah Aluna mendaratkan kecupan di dahi Aluna sambil meraih pinggang istrinya, supaya lebih menempel padanya.


“Congratulation!” ujarnya setelah mencium dahi Aluna.


“Aku berlebihan nggak sih,” ucap Aluna yang perlahan menurunkan tangannya dari leher Kalun. Dia malu sendiri dengan kelakuannya saat ini.


“Andai aku yang mendapatkannya, aku akan menyerahkannya dengan romantis,” ucap Kalun sambil berdiri, menggoyangkan boneka tersebut di depan wajah Aluna. Lalu meletakkannya di tangan Aluna.


“Hiks ... hiks … atu au itu.”


Aluna menoleh ke arah sumber suara ketika mendengar suara tangisan seorang anak kecil yang terisak. Dia memperhatikan gadis yang berdiri tidak jauh darinya. Dia mengamati gadis itu yang berdiri sendirian. Langkah kaki Aluna tergerak untuk mendekati gadis tersebut.


“Hai Sayang. Di mana mama papamu?” tanya Aluna yang sudah berjongkok membantu mengusap air mata gadis kecil di depannya.


“Huwaa … huwa …” tangis bocah kecil itu semakin keras terdengar, membuat Aluna membawa gadis itu ke dalam pelukkannya, mencoba menenangkannya gadis kecil tersebut.


“Hey, manis. Jangan menangis kita cari mama ya?” tawar Aluna sambil membawa bocah itu ke dalam gendongannya. Dia lalu mendekat ke arah Kalun, meminta pendapat suaminya.


“Cup. Diam ya, kamu mau boneka ini nggak? Ini Mini Mouse. Mini akan menamanimu Sayang.” Hibur Aluna supaya bocah kecil tersebut menghentikan tangisnya. Dia lalu menatap ke arah Kalun, yang tengah memperhatikannya.


“Kita bantu cari orang tuanya dulu, sepertinya dia tersesat,” jelas Aluna sambil menepukkan tangannya dengan lembut pada punggung gadis kecil tersebut.


“Ini sudah malam Yang!”

__ADS_1


“Iya, tapi kita juga tidak bisa meninggalkannya sendiri di sini, akan bahaya, bagaimana jika ada penculik yang membawanya pergi, lalu dia dijual ke luar negeri?” terang Aluna yang membuat Kalun menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


“Adek namanya siapa?” tanya Aluna dengan lembut.


“Isah,” jawabnya yang tidak terlalu jelas.


“A’ gendong dia ya, aku akan cari informasi dulu, siapa tahu ada laporan kehilangan,” jelas Aluna.


“Kita ke sana sama-sama,” ucap Kalun sambil menggandeng tangan Aluna, sedangkan tangan kirinya menggendong gadis kecil tersebut.


“Isah mau es cream?” tawar Kalun yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Aluna.


“Ini sudah malam A’! Nggak baik untuk giginya!” peringat Aluna.


Aluna segera berjalan ke ruang informasi. Meminta petunjuk dari pusat informasi, siapa tahu dari sana mereka mendapatkan informasi keberadaan orang tuanya. Nihil, tidak ada yang merasa kehilangan di sana, kini mereka berdua kebingungan, mencari keberadaan orang tua dari bocah tersebut.


Terlebih lagi Isah kini sudah terlelap dipelukkan Kalun, dengan tangan yang mengenggam boneka Mini yang tadi Aluna berikan.


“Kita bawa pulang saja ya A’! Kasihan, gimana jika memang orang tuanya sengaja membuangnya?” ucap Aluna sambil menatap gadis kecil yang terlelap di pangkuan Kalun.


“Yakin Yang, kita juga nggak bisa langsung membawanya, bagaimana jika nanti orang


tuanya mencari bocah ini?” ucap Kalun yang juga khawatir.


“Kita tinggalkan nomor ponsel saja, biar mereka nanti menghubungi kita,” terang Aluna.


Kalun terdiam sejenak, sambil menatap gadis kecil yang ada di pangkuannya. Dia lalu mengusap keringat yang ada di dahi gadis tersebut dengan lembut.


Mungkin jika anak kita masih ada, aku akan segera menimangnya. Pikir Kalun dalam hati. Namun, segera dia menepis pikirannya takut Aluna mencurigai rasa kehilangan yang dia rasakan.


“Kamu yakin Yang?” tanya Kalun meyakinkan lagi.


“Apa kamu tega ninggalin gadis kecil ini?”


Kalun pun terdiam. Memikirkan lagi, siapa tahu ada solusi yang lebih tepat.


Tidak lama kemudian terlihat seorang wanita yang mendatangi pusat informasi, dengan keadaan panik, wanita itu mengenakan seragam khas baby sitter. Dia menanyakan gadis kecil yang hilang dari jangkauannya. Aluna mendekat dan menanyakan apa benar dia baby sitter dari gadis yang dia temukan di taman hiburan tadi. Baby sitter itu segera menelepon majikannya, setelah melihat anak asuhnya, untuk segera datang ke pusat informasi, karena mereka semua tidak mengizinkannya membawa Aisyah.


Bonus foto Aa' yang jalan-jalan bareng Aluna.


Jangan lupa like dan vote😂

__ADS_1



__ADS_2