Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Bertemu Kayra


__ADS_3

Malam yang semakin larut, tidak menyurutkan niat Kalun untuk keluar dari rumah Mario, dia menaiki mobil sport milik Doni. Kalun segera menghampiri rekannya, yang sudah lebih dulu tiba di area sirkuit balapan yang biasa dia kunjungi. Dia menginjak pedal gas mobil sport milik assistannya itu, mengemudikan dengan pelan, seolah menikmati syahdunya malam yang dihiasi lampu warna-warni di pinggir jalanan.


Tigapuluh menit berlalu, Kalun kini sudah tiba di sirkuit balapan. Dia segera turun dari mobilnya, berjalan mendekat ke arah para rekannya yang sudah berjajar rapi menunggunya. Dia menyapa rekannya satu persatu, dengan memukulkan telapak tangannya di telapak rekannya, dia berdiri di samping Samuel setelah selesai menyapa rekannya.


“Di mana mobilmu?” tanya Samuel, saat melihat Kalun mengenakan mobil yang tidak asing di matanya. Kalun hanya tensenyum smirk ke arah Samuel, sambil menggelengkan kepalanya pelan. Pandangan matanya menunduk karena tidak bisa menjelaskan semuanya pada Samuel.


“Aluna nggak kamu ajak?” bisiknya di samping telinga Kalun, yang tidak mampu didengar oleh orang lain. Kalun terkekeh saat mendengar penuturan yang keluar dari bibir Samuel. Dia teringat terakhir pertemuannya dengan Samuel, yang membuatnya cemburu buta.


“Dia aku sembunyikan. Biar kamu berhenti untuk menatapnya!” jelas Kalun sambil berjalan meninggalkan Samuel.


“Sini kumpulin siapa yang mau nambahin! Siapa yang menang, bisa bawa pulang 30 juta!” ucap Mario yang sudah lebih dulu datang dari Kalun. Dia mengangkat tinggi-tinggi uang yang ada di tangannya.


Kalun memikirkan uang 30 juta yang ada di tangan Mario. Dia bertekad untuk mendapatkan uang tersebut. Dia biasa menang saat melawan rekannya. Tapi saat ini dia menggunakan mobil Doni, dia belum tahu jelas, di mana letak kelemahannya mobil tersebut.


Kalun menggaruk tengkuknya, memikirkan tawarannya rekannya, yang menguntungkan baginya itu. Cukup lama dia berpikir hingga membuat rekannya mencibirnya.


“Kal! Berani nggak!”


Suara tantangan itu keluar dari Samuel. Kalun menggaruk ekor matanya, dia ragu akan memenangkan balapan itu, tapi setidaknya dia harus berjuang lebih dulu, dia nggak mau disebut kalah sebelum berperang, akhirnya Kalun menerima tantangan tersebut. Karena dia juga membutuhkan uang untuk bertahan hidup ataupun modal usaha.


Semoga menang, ini demi kamu Sayang. Doakan aku ya? Batin Kalun sambil berjalan menghampiri mobil Doni. Dia ingin mengecek lebih dulu, kondisi mobil assistannya itu. Doni malam ini tidak ikut, karena Erik memintanya bekerja lembur untuk menggantikannya.


Setelah semua siap, tiga mobil tersebut sudah mulai menyalakan mesinnya, warna mobil itu sangat mencolok, Kalun menggunakan mobil bewarna putih milik Doni, dan Mario menggunakan warna merah, sedangan Samuel menggunakan warna gold glossy. Lampu mulai menyorot terang, menerangi jalan yang akan mereka lewati, suara mesin yang menderu saling bersautan dari satu mobil ke mobil yang lain. Gadis marshall yang seksi, sudah berlenggak-lenggok di tengah jalan, gadis itu sudah memainkan benderanya, bersiap memberikan tanda jika balapan akan segera dimulai.


Wanita itu tersenyum ramah ke arah peserta balapan, Kalun pun tak luput dari senyuman memabukkan itu, tapi menurutnya tak lebih manis dari senyuman Aluna. Tidak lama kemudian wanita itu mengangkat bendera yang ada di tangannya, pertanda mobil itu harus segera melaju, gadis marshall itu melompat senang mengiringi laju ketiga mobil tersebut. Ketiganya melaju dengan sangat cepat. Sayangnya Kalun yang belum menguasai mobil Doni, terlihat kesulitan untuk mengimbangi rivalnya. Dia terus berusaha mendahului Samuel yang tepat berada 5 meter di depannya.


Jantungnya berdebar, mulutnya ikut bernyanyi mengikuti alunan lagu yang diputar di mobilnya, demi mengurangi rasa cemas yang tengah dia rasakan saat ini.

__ADS_1


“Great!” ucapnya ketika berhasil mendahului Samuel. Dia membunyikan klakson panjang, ketika berhasil mendahului Samual.


Cukup lama balapan mobil itu berlangsung, tapi Kalun hanya bisa menerima kekalahan. Dia menduduki posisi kedua, setelah berhasil mendahului Samuel, dan posisi pertama dimenangkan oleh Mario.


Kalun terlihat kesal, sambil menutup kasar pintu mobilnya, dia berjalan menghampiri rekannya yang sudah menunggunya di area penonton yang berdiri di samping mobil mereka masing-masing. Karena perlombaan season 2 akan segera dilanjutkan, dan pemenangnya akan beradu dengan pemenang season 1.


“Kamu saja nanti yang maju, melawan kelompok mereka. Sepertinya kamu sangat berharap untuk menang,” goda Mario sambil menatap Kalun yang terlihat lusuh, Kalun bersidakep sambil merebahkan tubuhnya di cap mobil rekannya. Dia terus menatap langit malam ini yang kebetulan terlihat cerah.


“Nggak, itu namanya curang, lagian aku nggak bakalan menang lawan mereka, mobil Doni bukan standar balapan,” jawabnya yang tidak ingin menatap ke arah Mario.


“Nih. Pakai mobilku!” ucap Mario sambil melemparkan kunci mobilnya ke arah tubuh Kalun.


“Nanti kalau kalah bagaimana? Kamu nggak menyesal 30 jutamu melayang?” Kalun sudah mendudukkan tubuhnya, menatap ke arah Mario.


“Buat aku, nyari uang sehari saja bisa dapat.” Mario merasa iba dengan perjuangan Kalun, dia mengikhlaskan jika harus kehilangan 30 juta. “Kalau sampai kamu menang. Ambilah! Katanya kamu mau tes DNA calon anakmu!” lanjutnya sambil terbahak. Beruntungnya tidak ada yang mendengarkan pembicaraan mereka. Jika ada Kalun pasti sudah menghukum Mario.


Kalun pun tersenyum, dia mendekat ke arah mobil Mario. Mobil Mario memang kurang lebih sama dengan tipe mobilnya. Jadi dia bisa lebih nyaman untuk menggunakannya.


“Ingat 30 juta buat tes DNA!” peringatnya sambil tersenyum tipis.


“Sudah dibayar Doni tadi, tinggal menunggu jadwal saja,” jawabnya sambil memasuki mobil sport Mario.


“Fokus, jangan lihat ke arah lawan,” pesan Mario yang dihiraukan Kalun.


“Aku sudah tahu!” jawab Kalun kasar, tanpa menoleh ke arah Mario yang menyandarkan tangannya di pintu mobil yang dia pakai.


“Oke. Aku doain kamu yang menang!” ucapnya sambil berjalan mundur dari mobilnya yang dipinjamkan pada Kalun.

__ADS_1


Kalun sudah bersiap di belakang kemudinya, dia menoleh ke arah sekejap ke arah rivalnya. Dia memberikan senyuman tipis ke arah Ramond. Bukan hanya sekali dua kali dia memenangkan balapan saat melawan Ramond. Bahkan dia sudah hapal di mana letak kelemahan Ramond.


“Okey guys … untuk menemani kalian biar tidak suntuk, kita beri bonus nih!” ucap salah satu marshall yang mengamati jalannya pertandingan. Kalun memukul stirnya ketika melihat siapa wanita yang mendekat ke arahnya. Dia mengaruk kasar kepalanya. Lalu merutuki rekannya yang membawa wanita itu ke area balapan.


“Hai …” sapa lembut wanita saat sudah duduk di samping Kalun. Dia tersenyum ramah ke arah Kalun. Kalun tidak menjawab ucapan wanita itu, dia tetap fokus menatap ke arah jalanan yang terlihat terang karena sorot lampu.


“Kamu marah padaku?” tanya wanita itu, saat melihat raut wajah Kalun yang tidak begitu suka dengannya.


“Diamlah! Jika tidak ingin aku minta kamu keluar dari mobil!” peringatnya yang tidak ingin menoleh ke arah Kayra.


Kayra hanya menatap Kalun, raut wajahnya terlihat sedih. Dia menampilkan wajah marahnya ke arah Kalun. Dia kesal dengan lelaki di sampingnya yang kini mencampakkan dirinya.


Petugas marshall sudah siap memberikan aba-aba. Kalun bersiap menginjak gasnya dalam. Dia emosi saat melihat kehadiran Kayra di sampingnya. Hatinya perih mengingat pengkhianatan yang dilakukan Kayra padanya. Tapi dia juga bersyukur, karena kehadiran Aluna dia jadi tidak begitu sakit hati, dan semua bisa dilewatinya dengan mudah, karena dia tahu Kayra mengkhianatinya, ketika dia mulai mencintai Aluna.


Balapan dimulai. Kalun tetap fokus ke arah jalan sambil menyalakan musik yang biasa dia dengarkan saat mengemudikan mobilnya ketika balapan. Kebetulan selera Mario dengannya tidak terlalu jauh berbeda jadi dia bisa dengan mudah menemukan lagu favoritnya.


Kalun tidak mendengarkan Kayra yang berteriak-teriak menjelaskan sesuatu padanya. Dia tetap fokus menatap ke arah jalan. Dia ingin mendapatkan uang itu, setidaknya, dia tidak perlu merepotkan rekannya lagi untuk beberapa minggu ke depan. Kalun masih berusaha mendahului mobil di depannya. Dia berteriak, mengikuti lagu yang diputar saat ini, ketika dia berhasil mendahului mobil Ramond tepat di lap terakhir.


Kalun berteriak sambil mengangkat kedua tangannya saat keluar dari mobil, dia memenangkan lomba balap itu, dan berhasil mendapatkan 30 juta.


Kalun Menghiraukan rekannya yang menatapnya aneh. Dulu uang 30 juta menurutnya hanya recehan, tapi kali ini Kalun harus mati-matian untuk bisa mendapatkannya.


Kalun menghiraukan Kayra yang tengah memuntahkan cairan dari dalam perutnya, dia tidak peduli lagi dengan wanita masa lalunya itu. Dia justru menghampiri Mario untuk meminta 30 juta yang hendak dia pakai untuk modal usahanya.


“Kita ke tempat Emil yuk!” ajak Ramond rival Kalun yang kalah tadi. Kalun menoleh sambil tersenyum kecut ke arah Ramond, dia menggelengkan kepalanya. Menolak ajakkan Ramond yang akan membawanya ke tempat maksiat tersebut.


“Kalun!”

__ADS_1


👣


Tinggalkan jejak ya! Like, vote, dan komentar positif👍🙏


__ADS_2