
Aluna tercengang ketika memasuki pesawat yang dia tumpangi, dia terus menatap Kalun dengan penuh pertanyaan, saat melihat kemewahan yang disuguhkan di depannya. Di sana hanya mereka berdua dan tiga pramugari yang akan selalu siap untuk melayani mereka. Sedangkan pilot dan co pilot dia tidak bisa menjumpainya karena ketika dia masuk mereka sudah masuk ke dalam cabin. Mereka semua langsung bertolak menuju bandara Maladewa, tidak perlu ke Changi dulu, karena mereka menggunakan pesawat pribadi.
Saat tiba di Velana Airport Male, hari sudah petang, jadi Kalun mengajak Aluna langsung menuju lokasi penginapan.
“Speed boat?”tanya Aluna menatap ke arah Kalun, ketika melihat speed boat di depannya. Ya, karena Maladewa adalah pulau yang dikeliling Samudra Hindia, jadi saat sampai di bandara speed boatlah yang akan mengantar mereka ke lokasi.
“Kenapa. takut?” tanya Kalun penuh selidik, menatap Aluna sambil menampilkan senyuman smirk-nya.
“Sedikit.” Aluna menjawab singkat sambil mengalungkan tangannya ke lengan Kalun.
“Ada Aa’ di sini, yang akan menjagamu,” kata Kalun sambil merangkul pundak Aluna yang lebih pendek darinya. Aluna menganggukan kepalanya, matanya menatap lurus ke arah lelaki yang akan mengemudikan speed boat-nya.
Saat berada di speed boat Kalun terus tersenyum dalam hati, karena Aluna tidak hanya merangkul lengannya, tapi kini dia sudah memeluk erat tubuhnya, karena perasaan takut yang dia rasakan.
“Besok Aa’ bawa kamu naik speed boat supaya tidak ketakutan lagi,” ucap Kalun sembari menatap Aluna.
Tiga puluh menit kemudian, mereka tiba di penginapan yang sudah dipesankan Ella, resort yang tampak sederhana dari luar, karena terbuat dari kayu, tapi ketika masuk Aluna dibuat terkejut dengan berbagai kemewahan yang ada.
“Sebenarnya sekaya apa sih, kamu A’?” tanya Aluna penuh rasa curiga, ketika berjalan masuk ke resort.
“Kamu nggak tahu?” ucap Kalun yang menjawab dengan pertanyaan, sambil menarik kopernya menuju kamar.
“Nggak. Aku pikir, kamu lelaki biasa saja, saat ijab qobul juga kamu memberikan mahar yang tidak terlalu mewah,” jelas Aluna ketika sudah berada di dalam kamar.
“Tidurlah, pasti kamu lelah! Besok kita akan bersenang-senang,” ucap Kalun sambil menjatuhkan badannya ke kasur.
“Lepas dulu sepatunya A’!” perintah Aluna sambil menggoyangkan kaki Kalun.
“Aku sudah lelah, sini kamu tidur sini!” perintah Kalun sambil menepuk dadanya yang bidang. Sepertinya suaminya itu, sudah kelelahan saat perjalanan.
Aluna yang mendengar itu, mencoba melepaskan sepatu suaminya, lalu meletakkannya di luar ruangan. Ketika kembali ke kamar Kalun sudah terlelap dalam kasurnya. Meninggalkan Aluna yang masih terjaga.
Karena belum merasa mengantuk Aluna kembali keluar, untuk melihat hamparan laut malam hari, sambil menikmati makanan yang baru saja di antarkan pelayan.
“Apa enaknya sih honeymoon? Cuma duduk, makan lalu jalan-jalan, gitu saja! Mendingan kerja bisa dapat uang!” gumam Aluna bermonolog sendiri, dia merasa bosan dengan situasinya saat ini karena tidak ada yang bisa dia ajak berbicara.
Dia lalu segera menghabiskan makanannya, karena teringat dengan bingkisan yang Ella berikan untuknya, dia ingin segera membuka dan mengetahui isinya. Saat dia hendak beranjak dari duduk, suara Kalun justru menghentikan niatnya. Dia kembali menjatuhkan pantatnya di kursi.
__ADS_1
“Sudah bangun? Aku pikir mau tidur sampai pagi loh?” tanya Aluna dengan senyum menggodanya, yang membuat Kalun menekuk wajah karena merasa diabaikan.
“Sana geser sedikit duduknya!” perintah Kalun yang meminta tempat duduk di samping Aluna.
“Sempit A’ ,” jawab Aluna yang tidak mau menggeser tubuhnya. Kalun yang mendengar jawaban Aluna, langsung menarik tangan Aluna supaya dia berdiri, dia lalu duduk dan membawa Aluna ke pangkuannya.
Aluna menampilkan wajah malunya ketika mendapatkan perlakuan itu dari Kalun, dia khawatir akan ada yang melihat keintimannya saat ini.
“Malu A’ ” kata Aluna sambil berusaha melepaskan pelukan Kalun. Karena dia kini sudah duduk menyamping di pangkuan Kalun.
“Nggak akan ada yang melihat kita, jadi nggak perlu malu, mereka juga tengah memadu kasih dengan pasangannya sama seperti aku dan kamu!” ucap Kalun sambil menunjuk dada Aluna di akhir kalimatnya.
Aluna hanya bisa pasrah, ketika merasakan tangan Kalun yang mulai nakal ke area sensitifnya. Suasana memang terlihat sepi, hanya suara deruan air saja yang bisa mereka dengar, ditambah tidak ada cahaya yang menyorot ke arah mereka, jadi Kalun bisa melakukannya tanpa rasa khawatir.
“Hari ini aku bisa menikmatinya kan?” tanya Kalun sambil mencium pipi Aluna.
“Bi-bisa tapi nanti dulu ya, aku masih sedikit lelah setelah perjalanan tadi.” Aluna mengalihkan tatapannya dari pandangan Kalun, dia menatap ke arah laut yang sedikit terlihat bergoyang.
“Bagaimana jika kita mandi dulu, kita berendam air hangat, dengan ditaburi kelopak bunga warna-warni sepertinya akan menyenangkan.” Kalun berucap dengan tempo pelan, dia sudah akan beranjak dari duduknya, dan mengangkat tubuh Aluna.
“A’ nanti dulu, aku masih ingin di sini!” tolak Aluna.
Mereka berdua berendam di bathup, dengan Kalun yang berada di belakang tubuh Aluna, dia membantu membersihkan punggung Aluna, dengan spon yang sudah disediakan.
“A’!” Panggil Aluna. Kalun hanya menjawab dengan deheman yang sedikit serak.
“Sebenarnya aku masih sedikit takut, setelah kejadian terakhir itu, aku masih bisa membayangkan rasa sakitnya,” lanjut Aluna yang mendongak, menghadapkan wajahnya ke arah Kalun yang berada di belakangnya.
“Hahaha ... aku janji akan melakukannya dengan lembut,” jelas Kalun di tengah tawanya.
“Bagaimana jika besok saja, aku butuh persiapan mentalku,” ucap Aluna sambil menunduk. Kalun hanya diam memikirkan saat terakhir dia menyentuh melakukan dengan Aluna.
“Baiklah, tapi sebenarnya dia tidak akan menyakitimu! Mungkin hanya sakit 3 menit saja, setelah itu kita akan menikmatinya. Tapi jika itu mau kamu, aku akan menunggu hingga kamu siap lagi,” ucap Kalun dengan sedikit kecewa.
“Nggak lama A’ besok ya, aku janji akan memberikan yang terbaik untukmu,” ucap Aluna sambil mengusap tangan Kalun yang melingkar di perutnya.
“Ayo, aku bakalan tersiksa jika kita terus seperti ini!” Ajak Kalun sambil berdiri mengambil handuk yang ada di samping bathup, dia lalu membungkus tubuh Aluna yang tidak tertutup sehelai benang pun itu.
__ADS_1
Aluna lalu berjalan menuju koper yang tadi dia bawa, dia bingung mencari pakaian ganti yang sudah dia siapkan tadi pagi, karena bajunya kini sudah berganti model semua dan dia merasa jika itu bukan bajunya.
“A’ di mana baju gantiku?”
“Di koperlah! bukannya tadi kamu sudah menyiapkannya?” Kalun mendekat ke arah Aluna. Membantu Aluna mencari pakaian ganti.
“Kok jadi begini semua?” tanya Kalun yang heran, setelah melihat isi koper yang Aluna bawa, karena dia tadi melihat baju apa saja yang Aluna siapkan.
“Sepertinya Aa’ tahu ini kerjaan siapa!” lanjut Kalun saat mengingat mamanya masuk ke kamar, saat dia hendak ke kamar mandi. Kalun pun tersenyum senang, karena mamanya itu begitu pengertian dengannya.
“Ya, sudah kamu pakai baju yang ada saja, atau kamu mau memakai selimut,” ucap Kalun sambil tertawa senang, membayangkan Aluna yang hanya mengenakan selimut tebal, dan dia akan terus memeluknya semalaman.
Aluna akhirnya mengalah, dia mengambil pakaian sexy bewarna hitam, serasi dengan pakaian dalam yang sudah di sediakan di koper tersebut.
Kalun yang menunggu Aluna berganti baju, jantungnya berdebar lebih cepat. Dia hanya takut tidak bisa manahan gairahnya malam ini. Dan benar saja sedetik kemudian Aluna keluar dengan pakaian bewarna hitam dan handuk putih di tangannya, mata Kalun hanya mampu menatap lekat ke arah tubuh Aluna, mengiringi langkah Aluna yang meletakkan handuk di dekat jendela. Dia membuang nafas kasar, sambil memejamkan mata saat Aluna mendekat ke arahnya.
“Kalau nggak mau diserang jangan menggodaku dong!” ucap Kalun sambil berjalan keluar kamar, meninggalkan Aluna yang sudah cantik dengan pakaian sexy, bahkan dia sudah mengenakan parfum yang ada di dalam koper yang mertuanya siapkan.
Kalum lebih memilih tidur di tempat yang menangkan pikiran dan denyut jantungnya, dia tidak ingin melihat tubuh istrinya malam ini, karena dia tahu jika malam ini menyerang Aluna, dipastikan dia akan kecewa karena Aluna pasti akan menolaknya.
Aluna yang polos dan tidak tahu menahu ada apa dengan Kalun? hanya mengikuti ke mana arah Kalun pergi. Dia lalu duduk di samping Kalun dengan wajah yang datar tanpa rasa bersalah sedikit pun.
“Jangan harap aku akan mengampunimu!” ucap Kalun dengan suara serak, tapi terdengar jelas di telinga Aluna. Membuat istrinya bingung, karena Kalun kini sudah mendekatkan wajahnya ke arah wajah Aluna.
Bersiap untuk menyerang dirinya sekatang juga. Aluna yang baru menyadari, jika dia sudah membangunkan singa kelaparan, segera mencari cara supaya bisa terhindar dari serangan singa tersebut. Hingga akhirnya dia masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar dari dalam.
Selang beberapa menit, terdengar teriakkan yang keluar dari bibir Aluna.
“A' !”
“Tolongin Luna A' !” teriak Aluna dengan keras sambil menggedor-gedor pintu.
“Please tolong, pintunya kekunci nggak bisa dibuka A'!” Aluna masih menggedor-gedorkan daun pintu, hingga membuat getaran seisi rumah. Sedangkan Kalun tersenyum menang setelah mendengar teriakkan Aluna.
“Ya, lebih baik kamu di sana, biar nggak menganggu adik kecilku!” gumam Kalun sambil merebahkan tubuhnya di ayunan kayu yang di atasnya sudah dilapisi busa.
👣
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote dan like ya.
Aku undang readers buat seru-seruan di group yuk, biar kita bisa lebih dekat lagi.😂