
Kalun segera keluar dari mobil sport hitamnya saat tiba di rumah Erik. Ia melangkahkan kakinya cepat menuju kamar di mana Ella berada. Dia membuka kasar pintu kamar mamanya.
Erik yang berada di dalam kamar, membulatkan matanya saat melihat Kalun yang langsung memasuki kamar. Matanya sudah memerah saat melihat Kalun, raut wajahnya sudah tidak bersahabat lagi. Ia sudah tidak bisa menahan emosinya. Erik yang sejak tadi menunggu Ella tersadar, ia langsung berdiri menghampiri Kalun. Erik menarik tangan Kalun membawa anak lelakinya itu keluar dari kamar, supaya istrinya tidak mendengarkan ucapannya saat dia terbangun nanti.
“Brengsek kamu!” bentak Erik sambil mendaratkan bogeman ke arah rahang keras milik Kalun. Dia sudah tidak bisa lagi mendengar penjelasan dari Kalun karena emosinya yang sudah tidak mampu dia tahan lagi. Untuk pertama kalinya Erik berani berbuat kasar pada anaknya, bahkan hingga umur Kalun 27 tahun Erik belum pernah mencubit atau berlaku kasar pada keempat anaknya. Dia sudah emosi, ketika mendengar kejadian yang Kayra alami, yang Erik sesali, kabar itu membuat Ella terbaring tidak sadarkan diri.
Flashback on
Mobil mewah keluaran terbaru, terlihat berhenti di depan pintu masuk rumah Erik. Semua orang yang tengah berada di ruang keluarga, segera mendekat ke arah pintu masuk. Mereka semua berpikir jika Kalun yang datang bersama Aluna.
Namun, yang ada, mereka semua menatap heran atas kedatangan keluarga Kayra yang datang secara tiba-tiba. Nara dan Rara yang tidak tahu menahu, hanya bisa menyambutnya dengan ramah. Berbeda dengan Erik yang merasa ada sesuatu dengan kedatangan sahabatnya tersebut.
Erik mempersilahkan Rendi dan keluarga masuk ke dalam rumahnya. Dia melirik ke arah Nara dan Rara, meminta agar kedua gadis itu masuk ke dalam kamar, karena dia merasa, mereka tidak perlu menjamu keluarga Rendi.
Mereka hanya bertatapan, dengan Erik yang duduk di samping Ella. Dan keluarga Rendi berada di depannya. Suasana masih hening belum ada yang berbicara, Ella mulai bertanya-tanya tentang keadaan Kayra dan seluruh kesibukkannya di London.
Setelah pelayan selesai menyiapkan minum. Rendi memulai pembicaraannya. Dia Ingin menuntaskan masalahnya sekarang juga. Dia takut berita kehamilan anaknya akan mempengaruhi pamornya di dunia politik.
“Kayra hamil Rik,” ucap Rendi langsung sambil menatap tajam ke arah Erik. Sedangkan Erik hanya menoleh ke arah samping di mana Ella berada.
Ella terlihat syok saat mendengar Kayra hamil. Dia berpikir kenapa Kayra datang menemui keluarganya, dia tidak pernah tahu jika Kalun diam-diam pernah menemui Kayra di London.
__ADS_1
Erik yang berada di samping Ella berusaha menenangkan Ella. Dia mengenggam tangan Ella erat, sambil tangannya terulur memeluk pundak Ella.
“Apa maksudmu?” pertanyaan nada dingin itu keluar dari bibir Ella, dia penasaran kenapa Rendi mendatangi rumahnya.
“Kayra hamil cucu kalian!” jelas Viona yang sudah tidak sabar untuk mengatakan maksudnya.
Ella menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang keluarga Rendi ucapakan saat ini. Erik yang berada di sampingnya terus menenangkan Ella yang terlihat syok itu, berbeda dengannya yang sudah siap jika hal ini akan segera terjadi. Dia sudah mengetahui apa dan bagaimana Kayra di London.
“Aku ingin Kalun segera menikahi Kayra,” kata Rendi yang menyampaikan tujun inti mendatangi kediaman Erik.
Suasana menjadi sunyi, hanya terdengar isakkan dari Kayra yang menunduk dipelukkan Viona. Erik hanya menatap bergantian ke arah tiga orang yang berada di depannya. Dengan tangan yang masih memeluk dan menggenggam tangan Ella.
“Maafkan aku, harusnya kamu tidak mengetahui semua ini, percayakan padaku, aku akan menyelesaikannya,” lirihnya saat melihat Ella turus menumpahkan air matanya.
“Aku tidak tahu apa yang di lakukan anak itu saat berada di sana.” Erik menjeda ucapannya, dia menatap ke arah Kayra yang tidak berani menatapnya.
“Apa kamu bisa menceritakan kejadian sebenarnya Key!” lanjutnya sambil menatap lekat ke arah perut Kayra, yang kini sudah berada di pelukkan Viona.
“Erik! Apa maksudmu!” bentak Viona.
“Kayra di sini korban, kenapa kamu bertanya seperti itu! Apa kamu tidak suka jika Kayra mengandung cucumu?” lanjut Viona membalas tatapan Erik yang sama tajamnya. Suara tangisan Kayra semakin jelas terdengar. Membuat tubuh Ella yang berada di pelukkan Erik bergetar karena turut merasakan kesedihan Kayra.
__ADS_1
“Silahkan saja meminta pertanggung jawaban pada baj*ngan itu, dia sudah bukan anggota keluarga kami lagi, itu sudah kesepakatan kami. Jika Kalun berbuat kesalahan yang merugikan keluarga, ataupun menyakiti mamanya, dia akan kami coret dari anggota keluarga Ramones. Jadi tuntut dia, kalau perlu! seret dia ke polisi! Aku tidak akan keberatan.” Erik berucap dengan lantang dan tegas membuat Rendi dan seluruh anggota keluarganya menatap tidak percaya ke arahnya.
“Aku pastikan kalian akan mendapatkan menantu yang baik, meski sekarang dia tidak mempunyai apa-apa!” lanjutnya lagi sambil menenangkan Ella yang semakin keras menangis di pelukannya.
“Dan kamu Ren, kamu tahu kan bagaimana kelakuan anakmu? Haruskah aku membongkarnya di sini juga, supaya istrimu tahu?Kamu berubah Ren! Kamu bahkan tahu jika Kalun sudah beristri, bisa-bisanya kamu meminta Kayra untuk mempertanggung jawabkan semua pada Kalun,apa kamu ingin menjadikan Kayra istri simpanan Kalun!” jelas Erik sambil menatap ke arah Rendi, lalu bergantian menatap Kayra.
“Maksudmu apa? Kalun yang terakhir kali melakukannya dengan Kayra! Dan kamu juga! Tidak pernah mengenalkan menantumu itu ke publik, jadi aku ingin Kayra jadi istri sah Kalun!” sanggah Rendi yang tidak ingin kalah debat dengan Erik.
“Menurutku semua sudah terlambat, kamu lihat istriku! Aku tidak bisa melihat dia sakit karena kelakuan lelaki itu! Dia terlalu menyakiti wanitaku. Mulai detik tadi aku sudah memutuskan, untuk tidak menganggapnya anggota keluargaku!”
Ella yang tidak kuat menerima kenyataan jika dia akan kehilangan anaknya, tubuhnya terasa lemas, matanya sulit dia paksa untuk tetap terbuka. Ella pinsan di pelukan Erik. Erik yang merasakan tubuh Ella yang melemah segera meminta bantuan pelayan untuk membantunya membawa Ella ke dalam kamar.
“Ingat ya! Jika kamu ingin Kalun mempertanggung jawabkan atas kehamilan Kayra, jangan datang ke sini lagi, karena mulai sekarang dia bukan anggota keluarga kami!” pesan Erik sebelum membawa tubuh Ella menuju kamar. Dia merebahkan tubuh Ella di kasur dengan pelan, lalu menutupinya tubuh Ella dengan selimut, hingga batas pinggangnya.
Erik lalu menghubungi dokter langganannya yang biasa memeriksa anggota keluarganya. Dia tidak bisa lagi memeriksa kondisi Ella mengingat kondisi tubuhnya yang tidak seperti dulu lagi.
Erik terus menunggu dokter datang sambil berusaha membangunkan Ella dengan aroma kayu putih ke hidungnya. Namun, Ella tidak kunjung sadarkan diri, dia hanya takut Ella menuruni penyakit papa mertuanya dulu. Erik menatap sejenak ke arah anak kembarnya yang tengah memperhatikannya dari luar pintu. Kedua anak itu sudah menagis di sana. Mengkhawatirkan kondisi mamanya. Mereka berdua tidak berani mendekat ke arah mamanya, karena pasti Erik tidak akan mengizinkannya. Mereka berdua yang merasa khawatir langsung menghubungi kedua kakaknya. Riella tidak bisa pulang karena dia tengah berada di Australia mengunjungi cabang rumah sakit yang ada di sana.
Sedangkan Kalun berjanji akan segera datang ke sana.
Flashback off
__ADS_1
👣
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar positif ya👍 terima kasih.