Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Bayi Besar


__ADS_3

“Maafkan aku kamu bukan yang pertama


untukku, tapi aku sungguh lupa dengan siapa aku melakukannya!” kata Aluna penuh penyesalan, dia meminta maaf dengan tulus pada suaminya, sambil menatap ke arah Kalun yang masih mengukung tubuhnya.


Kalun menurunkan tempo gerakkannya, dia ingin sekali tertawa lepas, tapi miliknya masih ingin dimanjakan oleh istrinya. Dia mengurungkan niatnya itu. Dia justru melum*t bibir Aluna dan mempercepat lagi tempo hentakkannya.


Hampir memakan waktu 40 menit bagi pasangan itu mencapai puncak kenikmatan. Kalun terhempas di samping tubuh Aluna, dengan nafas yang masih memburu. Dia terkekeh saat melihat wajah Aluna yang kelelahan, dan keringat yang terlihat jelas di wajahnya.


Beberapa saat kemudian, Kalun melihat buliran bening keluar dari mata menuruni pipi Aluna.


"Kamu kenapa? Apa aku terlalu menyakitimu?" Kalun menatap cemas wajah Aluna, lalu menghapus air mata yang dipipi istrinya.


Aluna menggelengkan kepalanya, "Tidak ... justru aku ... aku bingung kenapa ini tidak sesakit yang orang-orang katakan, dan tidak ada darah selaput daraku, tapi kamu harus percaya padaku A' aku bukan wanita murahan seperti di luar sana," jelas Aluna dengan suara tercekat.


Kalun menangkup wajah Aluna, dia menatap mata Aluna yang lembab karena genangan air mata.


"Jangan bicarakan lagi! Sudah aku bilang banyak momen indah yang kamu lupakan, termasuk ketika aku berhasil membuka gerbang kenikmatan itu," jelas Kalun membuat Aluna melototinya.


"Benarkah kamu?" tanyanya memastikan.


"Iya Sayang." Kalun membawa tubuh Aluna yang masih telanjang ke pelukannya. Membenamkan wajah Aluna di dadanya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Aluna menghirup parfum Kalun yang bercampur sisa keringat percintaan mereka, dia membalas pelukan Kalun, seolah enggan ditinggalkan oleh suaminya. Hingga matanya bisa terpejam karena terlalu lelah, membiarkan dirinya bermimpi dengan indah.


***


Kalun membuka matanya lebih dulu saat matahari berhasil masuk melalui celah-celah jendela apartemennya. Menemukan Aluna yang kini tidak tertutup sehelai benang dipelukannya, membuat Kalun tersenyum seketika. Semalam bukanlah mimpi, istrinya kembali melayaninya, sama seperti dulu saat sebelum kecelakaan itu terjadi. Aktivitas pembuangan sp*rma yang terjadi antara Kalun dan Aluna rupanya membuat suasana hati Kalun menjadi baik. Dia kembali memeluk Aluna, hingga pemilik tubuh kecil itu meleguh di bawah alam sadarnya.


"Selamat pagi," sapa Kalun.


Perlahan mata Aluna terbuka, menyadari dirinya kini masih belum mengenakan pakaian, dia langsung membelakangi tubuh Kalun.


"Pagi," jawabnya singkat sambil berusaha meraih pakaiannya yang saat ini ada di bawah ranjang.


"Sedang apa? Apa kamu malu denganku?" lirih Kalun yang mendekat ke arah tubuh Aluna. Dia memeluk Aluna dari belakang.


"A' menjauhlah! Jangan seperti ini, aku tidak nyaman," perintah Aluna lembut tanpa menoleh ke arah Kalun.


"Biarkan seperti ini dulu, aku merindukan suasana seperti ini. Pagi hari di sambut istri yang siap aku makan, penyemangatku untuk mengawali hari ini," terang Kalun saat menyadari sesuatu di tubuhnya yang mulai kembali mengeras.

__ADS_1


"A' ini apa? Kok gini!"


"Kita akan melakukan lagi, tenanglah kita libur hari ini, kita bisa saling menikmati!" terang Kalun sambil membuka selimut tebal yang menutupi tubuh Aluna.


Aluna menjerit sekeras-keras saat menerima perlakuan Kalun. Dia belum siap menerima hal ini lagi. Ada rasa terpaksa setelah kejadian yang di alami semalam. Tapi bukan terpaksa dari hatinya, itu karena fisiknya masih lelah dan miliknya juga masih kering.


Hingga pukul 10 pagi, Kalun membebaskan Aluna untuk mulai aktivitasnya di kondisi tubuhnya yang kelelahan.


Kalun terus tersenyum kecil sambil menatap Aluna yang tengah memasak di dapur. Film di depannya itu tidak dia perhatikan sama sekali. Dia justru sibuk memperhatikan Aluna yang terlihat cantik hari ini. Dia berjalan mendekat ke arah Aluna. Memeluk tubuh kecil itu dari belakang, membenamkan wajahnya di antara pundak dan lehernya.


"Perlu bantuan," lirihnya dengan suara sensual. Aluna memejamkan matanya. Menghentikan kegiatannya saat ini. Menoleh ke arah Kalun yang hampir menempel di pipinya.


"Duduklah! Jangan mengangguku, aku sudah lapar, tugasmu hanya mencuci piring!" usir Aluna sambil berbalik menghadap Kalun.


"Nggak mau!" Kalun menggelengkan kepalanya, tidak ingin pergi dari dapur.


"Aku nggak mau jauh darimu hari ini," lanjutnya sambil mengecup bibir Aluna.


"Iya nanti aku temani kamu, tapi aku masak dulu A' perutku sudah lapar!" kata Aluna dengan sedikit menaikkan nada bicaranya, dia sudah mengangkat pisaunya seperti orang ingin membunuh.


"Baiklah, kiss dulu!" perintah Kalun sambil memanyunkan bibirnya.


"Itu kecupan Sayang, aku inginnya yang lama, seperti di drama yang kamu lihat kemarin dengan Renata!" paksa Kalun dengan suara manja.


"Kenapa jadi seperti ini sih A'!" gerutu Aluna, tapi sedetik kemudian dia langsung meraih leher Kalun supaya mendekat ke arahnya. Hampir sepuluh detik ciuman itu terlaksana, mereka masih enggan melepasnya. Aluna melupakan sambalnya yang tadi dia masak. Ciuman itu terlepas, saat melihat asap yang mengepul dari penggorengan. Keduanya gelagapan tapi setelahnya tertawa lepas.


"Gara-gara Aa' ini!" maki Aluna.


"Hahaha, iya nggak papa makan nggak pakai sambal, yang penting makannya denganmu," kata Kalun.


"Aku makan nggak pakai sambal nggak enak, seluruh keluargaku penggemar cabai A'! Serasa hambar kalau tidak ada sambal," terang Aluna.


"Ya sudah kamu minggir biar aku buatkan sambal!" perintah Kalun sambil mengambil cabai yang ada di lemari pendingin. Dia lalu memotong cabai yang ada di tangannya. Sambil melirik ke arah Aluna yang berada di sampingnya, senyumnya terus tercetak dari bibirnya.


"Awwww...." terdengar suara Kalun yang mengaduh kesakitan, karena jari telunjuknya teriris pisau.


"Nah kan minggir dulu! Biar aku saja!" ucap Aluna sambil mengambil tangan Kalun.

__ADS_1


"Ini bisa terkontaminasi makanannya jika terkena darah!" ucap Aluna sambil menghisap jari Kalun.


"Iya maaf. Kita ganti saja dengan bahan makanan yang lain." Kalun menatap lembut istrinya yang kini mengkhawatirkan jarinya.


Aluna meminta Kalun untuk pergi dari dapur, supaya masakkannya segera selesai. Kalun hanya bisa menurut dan menyaksikan kembali kartun kesukaan istrinya, menunggu Aluna menyiapkan sarapan.


"Mau makan di depan televisi saja kah A'?" tawar Aluna ketika masakannya sudah siap.


"Boleh, aku mau disuap, dan sepiring berdua kelihatannya lebih seru, seperti mama dan papa biasanya juga begitu," jawab Kalun yang sedikit berteriak.


Aluna membawa makannanya ke depan tv. Dia benar-benar menyuap Kalun dengan tangan telanjang tanpa sendok. Dan Kalun menikmati itu, sesekali menggigit jamari istrinya karena terlalu gemas.


"Ternyata lebih enak makan dengan tanganmu!" goda Kalun sambil kembali membuka mulutnya.


Aluna memasukkan makanan ke dalam mulutnya sendiri setelah menyuap Kalun. Dia terbiasa makan dengan tenang, Kalun juga biasanya seperti itu, tapi entahlah hari ini dia terus mengoceh.


"Aku bisa gendut jika kamu terus menyuapku!"


"Nggak papa gendut, aku suka," sahut Aluna.


"Nggak aku nggak mau, aku takut kamu tersiksa jika dibawahku, karena menahan tubuhku yang berat."


"A' kita sedang makan jangan bicara mesum!"


Kalun terkekeh saat mendengar omelan dari Aluna, dia lalu mencuri cium di pipi Aluna dengan mulut yang penuh makanan.


"Nih, lanjutin makan sendiri aku nggak mau nyuap kamu lagi, dasar bayi besar!" maki Aluna sambil menyerahkan piringnya ke tangan Kalun.


"Nggak Yang, aku nggak mau makan kalau kamu nggak nyuap aku, biar saja kurus!" teriak Kalun yang tiba-tiba berubah menjadi manja tingkat dewa.


Aluna yang berada di dapur tidak mempedulikan ucapan Kalun. Dia justru membersihkan dapur yang dipakai memasak tadi. Saat dia kembali ke ruang tv, terlihat Kalun sudah terlelap dengan tubuh yang terbaring di alas karpet bulu, Aluna mendekatinya. Memberikan bantalndi bawah kepala Kalun.


"Bayiku sudah tidur, secepat ini kamu tidur, atau hanya pura-pura tertidur?" kata Aluna sambil mengusap dahi Kalun. Dia lalu mencium pelan dahi Kalun.


"Terima kasih sudah mencintaiku, aku janji akan berusaha memberikan cinta yang banyak untukmu!"


👣

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya, terima kasih👌👍


__ADS_2