Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Kebebasan


__ADS_3

Kalun semakin berdebar menikmati hari-hari terakhir menjelang kebebasannya, hari ini adalah hari terakhir dia berada di penjara. Dan dia justru bingung akan melakukan apa setelah hari kebebasanya nanti. Meski dia tahu akan banyak dokumen yang harus dia selesaikan, tapi dia tidak ingin memikirkan hal itu dulu, dia ingin lebih dulu melihat mantan istrinya.


Malam ini adalah malam terakhir Kalun berada di penjara, entah ide dari mana, dia merayakannya dengan teman-teman yang satu lapas dengannya. Banyak daging makanan enak disajikan di atas meja. Sepertinya Ella yang sudah menyiapkan semua ini. Pesta kecil kebebasan Kalun dirayakan dengan temannya, bahkan dia sempat mengambil foto selfie sebagai foto kenangan untuknya. Semua orang terlihat sedih ketika Kalun berpamitan. Meski banyak lelaki yang berwajah seram dan bertato, tapi mereka juga punya hati dan akal, mereka tobat setelah menerima hukumannya, merasa hidupnya akan lebih berarti jika mereka tidak melakukan kejahatan.


Kalun jadi terharu, 6 bulan dia di sini, seperti punya keluarga baru, berbagi cerita suka dan duka. Sedangkan mereka tidak pernah mengerti kenapa Kalun bisa satu penjara dengan mereka. Kerena ketika Kalun ditanya hanya senyuman ramah yang ia tampilkan.


Pesta berakhir, Kalun kembali ke tempat yang sebenarnya tidak pantas dia tempati, dia merebahkan tubuhnya di kasur tipis yang sudah menemaninya selama di sini. Bibirnya terangkat ketika menatap langit-langit ruangan di balik jeruji besi itu. Seperti orang gila! Mungkin orang akan mengatakan itu padanya, melihat tingkah kekonyolannya malam ini.


Tangannya terulur mengambil foto yang dia simpan di balik bantal yang sudah berubah warna menjadi coklat itu.


“Rinduku sudah menumpuk, aku hanya bisa mengobatinya dengan seperti ini. Kamu pasti sudah bahagia dengan hidupmu yang baru di sana dan aku hanya bisa seperti ini, mencintaimu, mengobati rinduku melalui selembar foto,” ujar Kalun yang sudah tidur menyamping menghadap ke arah tembok, matanya memperhatikan tangannya yang memegang selembar foto yang sudah terlihat kusut.


***


Pagi yang bersejarah untuk Kalun. Pelukan kasih sayang menyambut kebebasannya pagi ini. Rambut yang terlihat panjang dan bulu jambang yang tumbuh tipis membuat dirinya tampak terlihat matang.


“Pulang ke rumah Mama!” Ella sudah menarik tangan Kalun membawanya masuk ke dalam mobil Alphard putih yang sudah berada di depan lapas.


Kalun hanya menurut, mengikuti ucapan mamanya.


“Iya. Jangan Tarik-tarik seperti ini nanti Papa cemburu dengan Kalun,” terang Kalun saat melihat papanya yang berjalan di belakangnya.

__ADS_1


“Mana ada Papa cemburu denganmu, kamu saja yang terlalu GR. Ketampananku melebihi kamu, jadi nggak mungkin juga mama mau denganmu,” ledek Erik yang membuat Ella melotot ke arahnya.


“Kalian ini beda generasi, kenapa ribut terus! Mas juga, belum juga 1 jam anaknya keluar, sudah diajak ribut,” gerutu Ella sambil membuka pintu mobil untuk Kalun.


Erik hanya melototi Kalun, karena mendapat pembelaan dari istrinya, mereka lalu menaiki mobil tersebut bertolak menuju rumah Erik.


“Kak, nggak lupa kan?” kata Maura yang sudah meletakkan kedua tangannya di leher Kalun, pelukkan rayuan di leher kakaknya yang duduk di depan tempat duduknya.


“Iya. Tapi minggu depan ya, Kakak masih ada urusan setelah ini.” Kalun melepaskan pelukan Maura, karena merasa risih, ketika Maura menggelitiki lehernya.


Tiba di rumah, Kalun segera turun dari mobil. Dia disambut Riella dan Kenzo yang berdiri di depan rumah. Tidak jauh beda dari adik perempuan lainnya, Riella juga turut menyambut Kalun dengan pelukkan hangat. Mengucapkan selamat menikmati hari kebebasannya.


Ella yang hendak masuk dan memanggilnya untuk makan siang dia urungkan ketika melihat Kalun yang terlelap. Ella membenarkan kaki Kalun yang masih menggantung bebas di tepi ranjang, dia mengangkatnya dan menyelimuti tubuh Kalun dengan selimut tebal yang sudah dia siapkan.


“Rasanya baru kemarin Mama melakukan ini padamu, tapi kamu sudah sebesar ini,” ujarnya sambil mengusap lembut rambut Kalun.


Tanpa Ella sadari, bibir Kalun tersenyum dalam tidurnya, merasakan sentuhan lembut tangan Ella, bibirnya bergumam memanggil-manggil nama Aluna, memohon untuk tidak pergi meninggalkannya, tapi suara Kalun terdengar manja. Tangannya mulai mencekal erat tangan Ella yang mengusapnya lembut. Menahan dan letakkanny di pipi.


“Apa kamu seperti ini setiap hari Nak?” tanya Ella dengan lembut, tapi tidak ada jawaban dari Kalun. Matanya masih terpejam, dengan sudut mata yang sedikit berair. Ella tidak kuat melihat Kalun seperti ini. Dia segera membangunkan Kalun, supaya tidak larut dalam kesedihannya.


Kalun mengerjap, terkejut ketika melihat Ella yang berada depannya, “Maaf, Kalun ketiduran,” ujarnya sambil mendudukkan cepat tubuhnya.

__ADS_1


Tidak ingin membuat Kalun semakin bersedih Ella segera mengalihkan perhatiannya, “Makan siang Yuk, Papa dan adik-adikmu sudah menunggu di meja makan,” ajak Ella yang beranjak dari duduknya, dia berusaha menyembunyikan air matanya saat melihat keadaan Kalun yang berpura-pura kuat.


“Mama duluan saja, Kalun mau bersih-bersih badan dulu,” kata Kalun sambil beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Ella menurut dia keluar dari kamar Kalun. Menunggu anak lelakinya di lantai satu.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Kalun munuruni tangga rumah Erik, melihat semua orang yang sudah menunggu di kursi meja makan. Mereka semua memperhatikan wajah Kalun yang sudah terlihat bersih, karena jambangnya sudah dicukur habis, hanya saja rambutnya masih terlihat panjang. Kalun duduk tepat di samping Kenzo yang berada di samping Riella. Formasinya kini sudah lengkap, terlihat mereka semua menikmati hidangan di depannya. Berbeda dengan Kalun yang memakan dengan pelan menikmati sungguh-sungguh makanan yang masuk ke mulutnya. Sudah lama dia tidak berada dalam situasi seperti ini. Di tengah-tengah orang yang mereka cintai.


“Pa, Ma. Nanti malam Kalun mau ke Solo.” Seketika Erik dan Ella langsung bertukar pandang saat mendengar ucapan Kalun.


“Tenang, aku nggak akan berbuat yang aneh-aneh, aku hanya ingin melihat kondisi Luna dari jauh,” jelas Kalun yang mengerti tatapan kekhawatiran kedua orang tuanya.


“Ya, memang seharusnya begitu. Papa dan Mama juga tidak pernah mengunjunginya, tapi yang Papa dengar dia sekarang bekerja sebagai penyanyi café,” terang Erik menjelaskan pada anak lelakinya.


“Apa nggak nanti-nanti dulu, kamu baru keluar hari ini. Kita masih merindukanmu,” tolak Ella yang tidak menyetujui permintaan Kalun. Dia khawatir Kalun akan bersedih lagi setelah bertemu dengan Aluna.


“Ma, kita masih bisa berkumpul lain waktu, Kalun hanya ingin melihat kondisi Luna saat ini, setelah itu Kalun akan segera kembali pada kalian,” jelasnya sambil meletakkan sendok di atas piring yang sudah kosong.


Semua orang yang mendengar perdebatan kecil itu hanya bisa mendengarkan saja, akhirnya yang bisa mengambil keputusan tetaplah Kalun, dia akan tetap pergi ke Solo malam ini, melihat keadaan Aluna dan melepaskan rasa rindunya.


💞


Jangan lupa untuk Vote dan Like.

__ADS_1


__ADS_2