
Jangan lupa vote ya, biar aku semangat nulisnya!👍🙏
💞
Kalun masih menggendong Aluna ketika masuk ke dalam kamar. Mengabaikan teriakan Aluna yang memintanya untuk turun dari lengannya. Tiba di ranjang besar milik hotel, Kalun segera merebahkan dengan lembut tubuh Aluna di atasnya. Mata dan tangannya masih sibuk menelusuri setiap lekuk wajah Aluna. Wanita yang dia rindukan selama ini. Dia lalu mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi pada Aluna.
"Kamu menghimpitnya A'!" peringat Aluna ketika merasakan tekanan di perutnya semakin berat. Kalun mengangkat sedikit perutnya, supaya tidak menempel di perut Aluna, kelakuannya semakin membuat Aluna mengerutkan dahinya. Kalun mendekat ke arah perut, dia memberikan instruksi pada anaknya.
"Sayang, jangan ganggu kita ya, Papa hanya sebentar kok, janji dech! Tapi baby cantik jangan nakal. Kalau nakal nanti gak bisa ketemu Papa, sekarang nurut ya." Kalun lalu mengecupi perut Aluna yang membulat itu, hingga kecupannya membuat Aluna berteriak karena merasakan geli.
"Pengen gigit perutmu sedikit boleh? Kenapa aku jadi gemas begini sih, melihat bola di perutmu!" ucap Kalun sambil menggeseken bibirnya di perut Aluna yang masih tertutupi kemeja, dia menatap wajah Aluna dengan dagu yang masih di atas perut istrinya.
"Gigit saja, aku juga akan membalasnya nanti."
"Memang kamu mau mengigitku di bagian mana? Sini? Sini? Atau sini?" tanya Kalun sambil menunjuk area terlarang milik Aluna.
Aluna yang masih terbaring di atas ranjang, langsung mendudukan tubuhnya. Dia meminta Kalun untuk segera mengganti bajunya, karena sebentar lagi dia harus bertemu Lita. Kalun mulai membuka kemeja merah yang ia kenakan. Saat ini terlihat jelas tubuh Kalun yang sedikit berbulu itu.
Beruntungnya, saat Kalun hendak membuka kemeja yang Aluna kenakan. Terdengar suara ketukan pintu kamar. Kalun mendengus kesal, dia berjalan membuka pintu dengan dada yang tidak tertutupi kain. Pelayan hotel mengantar koper yang tadi diminta Kalun, Kalun segera mengusinya pergi setelah urusannya selesai.
Kalun kembali ke ranjang dengan kopernya. Dia lalu kembali fokus pada Aluna yang duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Aku di sini Sayang, jangan mengabaikanku! Kita sudah lama berpisah."
"Sebentar aku akan mengabari Lita dulu takutnya dia akan menungguku." Aluna melirik sebentar ke arah Kalun yang sudah memasang wajah kesal.
__ADS_1
Setelah selesai mengabari Lita dia kembali fokus dengan suaminya yang kini terlentang di sampingnya. Dia lalu ikut tidur menyamping menghadap Kalun. Menatap mata Kalun yang memancarkan keriduan.
"Maafkan aku, selama ini kamu tidak pernah menerima uang dariku, pasti kamu kesusahan selama 6 bulan ini. Kamu pasti harus bekerja keras di tempat temanmu itu, untuk membeli susu hamil, kan? Sekarang istirahatlah! Aku yang akan bekerja untuk keluaraga kita," kata Kalun menyesali perbuatannya yang tidak memperhatikan keadaan Aluna.
"Aku hanya menyalurkan hobiku, aku tidak terbebani malakukannya. Jadi tenanglah jangan membuat dirimu merasa bersalah seperti itu. Aku senang melakukannya apalagi setelah gajian."
"Iya, aku tahu. Sekarang aku tidak ingin kamu bernyanyi untuk orang lain. Kamu Hanya boleh bernyanyi untukku saja. Memberikan suara merdumu itu untuk di atas tempat ini" minta Kalun seraya mendaratkan ciumannya di pelipis Aluna.
"Bisa kita mulai sekarang?" tanya Kalun setelah merasa menoton dengan kegiatannya.
"Kenapa harus bertanya? Lakukan segera dengan tindakan!" perintah Aluna sambil mencubit lengan Kalun.
Kalun meraih tangan Aluna, melihat dengan seksama tangan yang tadi dipakai Aluna untuk mencubitnya.
"Aku merindukanmu!"
"Cepat lakukan! Jangan terlalu banyak bicara. Aku harus segera ke cafe Lita!"
"Sabar Sayang, waktu kita masih banyak." Kalun mulai melepaskan kemeja yang dikenakan Aluna. Melepas kancing yang hanya 7 buah tersebut. Hingga tampak jelas, benda yang dirindukan itu memanggilnya untuk disentuh. Dengan gerakan lembut tangan Kalun kini sudah berada di atasnya, memainkan benda yang semakin terasa kenyal tersebut, bibirnya yang tipis mulai memangut bibir Aluna yang sedikit lembab, menelusuri setiap apa yang ada di sana.
Desahan kecil yang keluar dari bibir Aluna mulai menggetarkan Kalun yang sudah lama tidak mendapatkan kepuasan. Ciuman itu semakin dalam dan menimbulkan suara yang nyaring ditelinga keduanya.
Bulir keringat sudah turun membasahi seprei kamar hotel, tidak merasa jijik sama sekali, Kalun terus bertukar keringat degan Aluna, kedua aroma tubuh itu bercampur menjadi satu, membuat keduanya semakin larut dalam gairah. Panggilan sayang diikuti desahan keluar dari bibir keduanya, saling bersahut-sahut suara itu terdengar semakin keras memenuhi kamar mewah hotel.
Aluna berulangkali meminta suaminya untuk menyudahi kegiatannya, dia sudah lelah berada di bawah tubuh Kalun. Namun, yang ada suaminya terus mendorongnya ke dalam kenikmatan duniawi, membuatnya melayang, hingga kesekian kalinya waktu melepaskan itu tiba.
__ADS_1
Kalun menghentikannya setelah dia terbebas dari rasa panas tubuhnya. Dia ambruk di samping tubuh Aluna dengan dada yang masih naik turun, tangannya terulur menarik kepala Aluna, memintanya untuk bersandar di dada bidang miliknya.
"Terima kasih," kata Kalun yang masih terdengar nafasnya memburu, dia mengucapkan ucapan terima kasih atas pelayanan Aluna.
"Bayarannya!" goda Aluna sambil menyodorkan telapak tangannya di depan wajah Kalun.
Kalun memejamkan matanya sambi tertawa kecil mendengar godaan Aluna. " Semua uangku untukmu, aku akan bekerja setiap hari untuk tuan putri! Asal kamu juga melayaniku dengan baik," jawabnya sambil mengecupi pipi Aluna.
"Tidurlah, anak kita pasti capek karena mendapatkan serangan fajar!" kata Kalun sambil mengusap perut Aluna.
"Ini bukan pagi lagi, ini sudah siang bolong! Ngerti nggak sih!"
"Ya, maksud aku ini kan pertama kali dia bertemu denganku! Terasa lebih nikmat, apa karena ini pertama kalinya setelah sekian lama? Atau karena kehadirannya di sini!" sahut Kalun sambil menggambar lingkaran dengan jemarinya di perut Aluna.Terlihat jelas wajah Aluna yang terlihat malu karena mendengar ucapan menggelikan Kalun.
"Ah... Sudah sana! Aku mau istirahat dulu, setelah itu kamu harus mengantarku ke tempat Lita," kata Aluna sambil membelakangi tubuh Kalun. Dia mencari posisi ternyaman supaya tidurnya yang singkat ini bisa memulihkan kembali tenaganya.
"Coba aku bisa menggantikanmu membawa anak kita di perutku, aku siap melakukannya. Aku akan membawa anak kita bekerja. Dan ke mana pun aku pergi, supaya kamu tidak merasa kelelahan!"
"Sudah diam A' aku mau tidur!" tegur Aluna lagi.
"Ya, tidurlah istriku, aku akan menjagamu di sini!" sahut Kalun sambil menarik selimut putih yang ada di ujung ranjang. Menutupi tubuh Aluna dengan selimut tersebut, memberikan pelukan untuk Aluna, supaya istrinya itu lebih nyaman ketika terlelap.
💞
Vote ya, biar nggak panas.😅
__ADS_1