Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Tersiksa Rindu


__ADS_3

Kalun mengantarkan Aluna menuju rumah Renata, saat di jalan Kalun terus menampilkan senyumnya ke arah jalan yang di lewati. Sesekali melirik ke arah Aluna, lalu membuang mukanya, ketika Aluna menoleh ke arahnya.


Saat tiba di depan rumah sederhana milik Renata, Kalun menahan sebentar tangan kanan Aluna.


“Nanti malam aku akan menjemputmu!” pesan Kalun.


“Hah? Bukannya aku sudah bilang ya, jika aku akan menginap,” sanggah Aluna.


Kalun pun memainkan bibir merahnya, menampilkan wajah sedih supaya Aluna iba dengannya.


“Please hanya semalam, besok aku akan menemanimu tidur,” pinta Aluna dengan tak kalah sedihnya. Kalun pun mengalah sambil mengacak rambut Aluna yang di gerai indah.


“Baiklah, aku akan sabar menunggumu pulang, dan mulai besok kita akan tidur bersama!”


Aluna pun memberikan senyuman manisnya ke arah Kalun.


“Besok, telepon aku jika ingin pulang,” pesan Kalun saat Aluna membuka pintu mobilnya.


“Bye,” lanjut Kalun sambil melambaikan tangannya ke arah Aluna. Dia lalu melajukan mobilnya ke arah kantor, karena jam masih menunjukkan pukul 2 siang.


Hanya satu yang dia pikirkan, dia merasa nyaman ketika berada bersama Aluna, dia terus memikirkan Aluna hingga tiba di gedung kantornya.


“Pak Kalun!” panggil Doni.


“Ada informasi tentang Kayra yang harus Bapak ketahui.”


Kalun menghentikan langkahnya, saat mendengar ucapan Doni yang mengikutinya dari belakang.


“Biarkan dia melakukan sesuka hatinya, aku akan memberi kejutan untuknya setelah Aluna sembuh,” ucap Kalun sambil melanjutkan langkahnya menuju ruangan.


Dia duduk di meja kerjanya melanjutkan pekerjaanya yang tadi tertunda, hingga sampai malam tiba.


Kalun meraih ponselnya, tidak ada yang mengiriminya pesan baik Aluna maupun Kayra.


Tangannya tergerak untuk mengetik pesan ke wanita yang seharian ini memenuhi pikirannya.


Di sisi lain, Aluna terus menatap jam yang terasa tidak bergerak, dia hanya menatap wanita di sampingnya yang sudah terlelap karena kelelahan bercerita, sambil sesekali menatap layar ponselnya yang dia simpan di bawah bantal.


Aluna secepat kilat mengambil ponselnya, setelah mendengar bunyi pesan masuk, bibirnya tersenyum tipis, saat melihat nama Paduka di layar ponselnya.


Sudah tidur?


Aluna pun sengaja tidak membalas pesan dari Kalun, tapi dia teringat jika pasti dia akan menerima laporan jika pesannya sudah dia baca.


Belum.

__ADS_1


Jawab Aluna singkat. Lalu kembali meletakkan ponselnya di bawah bantal.


Aku masih di kantor, pekerjaan menumpuk, setelah ini aku akan mampir ke tukang pijat sebentar.


Balas Kalun yang sedikit mengerjai istrinya. Namun, jawaban Aluna membuatnya kecewa.


Ya sudah, pergi sana, semoga servicenya memuaskan.


Kamu rela? suamimu ini disentuh wanita lain?


Balas Kalun.


Kalun pun mengambil jas yang ada di sandaran kursinya, dia segera memakai jas itu. Bergegas untuk pulang ke rumah mamanya.


Setelah tiba di rumah orang tuanya, dia pun dibrondongi berbagai pertanyaan oleh Ella karena tidak membawa Aluna bersamanya.


“Kamu berantem?”


“Nggak Ma, dia tidur di rumah temannya,” jawab Kalun saat melihat Ella mengikuti langkahnya menuju lantai atas.


“Gimana Mama mau gendhong cucu coba, kalau kamu tidurnya pisah-pisah begitu.” Ella membalikkan tubuhnya meninggalkan Kalun yang sudah berada di dalam kamar.


Kalun menatap ponselnya, siapa tahu Aluna menjawab pesan darinya, tapi yang ada layarnya hanya terlihat foto Kayra dengannya.


Jangan terlalu merindukan Aa’ mu ini, besok kita akan bertemu lagi.


Kalun mengirim pesan untuk Aluna ketika mendapati Aluna yang masih online.


Jijay!🙄


Jika aku tengah merindukan seseorang, aku pastikan itu bukan kamu!


Balas Aluna yang tidak bisa melihat ekspresi Kalun saat ini.


Aku akan membuatmu merindukanku, ketika aku pergi nanti.


Balas Kalun. Namun, sesaat kemudian dia langsung menerima panggilan dari Aluna.


“Apa maksudmu?”


“Hahaha, tanya yang bagus dong!”


Aluna yang mendengar suara Kalun menertawainya, segera mematikan panggilan suaranya. Menyadari kebodohannya karena langsung menelepon lelaki itu.


Berbeda dengan Kalun yang senang ketika mendapat telepon dari Aluna. Tanpa Kalun sadari dia terus memikirkan Aluna hingga matahari mulai muncul, dia semalam begadang karena memikirkan Aluna yang terdengar sangat tersiksa karena merindukannya. Tapi menurutnya!

__ADS_1


Paginya pun tiba, Kalun berulang kali ingin mengirimkan pesan ke Aluna, tapi dia hapus kembali karena merasa terlalu pagi untuk menanyai istrinya tersebut. Dia pun terlelap tepat pukul 6 pagi, yang harusnya orang terbangun untuk memulai aktivitasnya.


Di sisi lain Aluna yang baru saja bangun kaget ketika melihat Renata sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


“Kamu di sini dulu, pulang saja nanti malam saat aku sudah tiba,” ucap Renata sambil meraih tas kerjanya.


“Aku pulang sekarang saja Ren, takut ngrepotin kamu,” jelas Aluna.


“Nggak ada yang kamu repotin, aku akan senang jika tidur ada temannya,” ucap Renata yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Aluna.


“Aku akan pulang pagi ini, kasihan suamiku, nanti mengharapkan aku pulang,” jelas Aluna yang sudah beranjak dari tidurnya, untuk mengemasi barang miliknya.


“Cie cie cie, suami, apa semalam manggilnya Aa,” goda Renata yang membuat Aluna melemparkan tatapannya.


Renata pun mengalah dan memilih lebih dulu mengantarkan Aluna dengan motor maticnya, lalu segera berangkat kerja ke resto milik Samuel.


Sampai di apartemen Aluna langsung menerima telepon dari Kalun. Menanyakan sekarang ada di mana? Dia langsung mendapat makian dari Kalun, karena pulang tidak mengabarinya lebih dulu.


Tidak butuh waktu lama, pintu apartemen terbuka, dengan Kalun yang terlihat mengantuk, padahal jam masih menunjukkan pukul 10 pagi.


“Enak ya, jadi bos bisa pulang seenaknya,” sindir Aluna saat mendapati Kalun berjalan ke arahnya.


“Aku nggak kerja hari ini, aku ngantuk semalam aku ....” Kalun duduk di samping Aluna sambil memejamkan matanya.


“Hey, apa lanjutkan! Apa kau tidak bisa tidur karena memikirkan aku?” tanya Aluna sambil menguncang tubuh Kalun, dia tersenyum senang melihat Kalun yang terlihat menyedihkan.


“Seperti begitu,” jawab Kalun dengan mata terpejam dia pun menarik tubuh Aluna untuk mendekat ke arahnya.


“Jangan tidur tempat temanmu lagi! sepertinya aku jatuh cinta denganmu.”


Hening melanda situasi pagi itu, Aluna menatap ke arah wajah Kalun dengan lekat, senyumnya yang tadi terukir kini sudah berubah menjadi wajah yang serius.


“Jangan menatapku seperti itu, aku hanya bercanda denganmu!” ucap Kalun diiringi kekehan yang keluar dari bibirnya.


Aluna pun menjauh dari tubuh Kalun entah kenapa dirinya merasa kesal dengan Kalun saat ini. Dia lalu kembali ke kamar untuk mengurung diri di sana.


“Hey mau kemana?”


“Jangan pergi dulu! Aku masih ingin memelukmu,” teriak Kalun ketika Aluna meninggalkan dirinya di sofa.


“Oke, terserah kamu yang penting kita masih berada di atap yang sama,” ucap Kalun lirih dia lalu memejamkan matanya, melanjutkan tidurnya yang tadi sempat tertunda.


👣


Jangan lupa like dan vote ya.🤓🙏

__ADS_1


__ADS_2