Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Timbal Balik


__ADS_3

Hari semakin panas, hujan yang mengguyur Jakarta semalam tiada bekas hari ini, karena siang ini begitu terik, tapi berbeda dengan ruang kamar Kalun, panas yang diciptakan bukan dari terik matahari, tapi dari sentuhan yang saling mereka berikan.


Kalun yang kelelahan kembali tertidur pulas di kasurnya, dia benar-benar meliburkan diri hari ini. Sedangkan Aluna segera beranjak dari ranjang, untuk menyiapkan sarapan karena perutnya belum terisi makanan sama sekali, sebetulnya bukan sarapan lagi karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang.


Dengan menahan rasa perih yang masih terasa di bagian intinya, dia menuruni tangga apartemen Kalun. Dia sejenak menghentikan langkahnya di tengah-tengah anak tangga, ketika melihat sepasang suami istri itu tengah berada di sofa depan tv.


Sejak kapan mereka di sini, ya Allah jangan-jangan mereka .... Batin Aluna sambil menggelengkan kepalanya, karena malu jika benar mertuanya itu mendengar jeritannya. Dia berniat kembali ke kamar, untuk mengadu pada suaminya, tapi panggilan dari Ella menghentikan niatnya.


Aluna pun menahan langkahnya, dia kembali berbalik badan ke arah Ella, sambil menampilkan senyuman ramah ke arah Ella. Tidak beda jauh dengan Ella yang terlihat sumringah ketika melihat menantunya itu dengan kondisi yang masih acak-acakkan.


“Sini Lun, Mama mau bicara penting denganmu!” perintah Ella sambil menepuk tempat kosong di sampingnya.


Aluna pun berjalan pelan-pelan saat menapaki anak tangga, dia mendekat ke arah Ella, dengan langkah kaki yang berbeda dari biasanya.


Ella hanya tertawa dalam hati ketika melihat menantunya seperti itu, dia lalu membantu Aluna untuk duduk di sampingnya.


“Kalun sakit apa? Tadi Doni bilang katanya Kalun sakit dan nggak ke kantor?” tanya Ella ketika Aluna sudah duduk di sampingnya.


Aluna menggeser tubuhnya, dia malu karena belum mandi, pasti bau keringat Kalun yang menempel di tubuhnya, bisa tercium jelas oleh mertuanya itu karena jarak mereka begitu dekat.


“Aa’ nggak sakit kok Ma,” jawab Aluna singkat. Ella terkekeh saat mendengar panggilan Aluna untuk anaknya, sama seperti Erik yang langsung melemparkan koran ke meja, yang sejak tadi dia baca.


Sedangkan Aluna hanya memicingkan matanya, sambil berpikir apa yang mertuanya itu tertawakan.


“Kamu orang Solo kan, kenapa harus Aa’ hehehe, aneh saja Lun, Aa’ itu biasanya orang Sunda,” tanya Ella yang membuat Aluna semakin merasa malu.


“Nemunya itu aja Ma, apa Mama punya usul?”


Ella justru tertawa semakin keras, saat mendengar pertanyaan polos menantunya.


“Terserah kamu, senyamannya kamu saja, yang penting dia suka, kamu lihat Papanya Kalun ini, dia masih sering panggil Mamamu ini Yang, karena dia nyaman dengan panggilan itu,” jelas Ella sambil melirik ke arah Erik dengan ekor matanya.


“Tapi sebentar lagi aku akan menggantinya Yang, aku akan menggantinya dengan Oma,” terang Erik yang menyambung dengan pembicaraan kedua wanita di depannya itu.


Aluna semakin malu, ketika Ella menanyainya tentang berapa minggu sekali, mereka melakukan kegiatan yang baru saja mereka dengar itu.


“Mama jadi mendengar semuanya tadi?” tanya Aluna sambil menunduk.


“Gimana nggak dengar coba, teriakan kalian saja sekeras itu!” goda Ella yang langsung membuat Aluna berdiri dari tempat duduknya, dia bingung mau apalagi karena merasa sangat malu dengan mertuanya yang mendengar erangan dan desahannya tadi. Dia lalu kembali naik ke kamar atas setelah berpamitan pada mertuanya, sambil menahan rasa perih yang ada di bagian intinya.

__ADS_1


“Ahhhh, Aa’ bangun!” teriak Aluna sambil menghentakkan kakinya khas anak kecil yang tengah ngambek. Dia menguncangkan tubuh Kalun yang masih terlelap.


“Kenapa denganmu? Kalau mau nambah nanti malam lagi ya, aku lelah sekali, sepertinya aku akan mengambil cuti lebih lama lagi, untuk meladenimu!” ucap Kalun yang masih memejamkan matanya.


“Itu A’ papa dan mama mendengar kita mendesah tadi!”


Kalun langsung membuka matanya, lalu melirik ke arah Aluna.


“Mereka di sini?”


“Ya, itu di depan tv. Mereka mendengar kita tadi saat kamu menindih tubuhku,” jelas Aluna yang membuat Kalun tersenyum senang.


“Jangan bicara terlalu vulgar, aku tidak bisa meredakan sendiri jika dia sudah terbangun,” ucap Kalun sambil membuka selimutnya.


“Ayo mandi! Kamu belum mandi kan?” ajak Kalun sambil menarik tangan kiri Aluna menuju kamar mandi.


“Tapi mama dan papa di bawah A’” ucap Aluna sambil berusaha menolak Kalun.


“Mereka akan paham jika kita sedang membuatkan cucu untuknya,” jelas Kalun yang langsung membuka baju Aluna saat tiba di kamar mandi.


“Sudah ya, jangan meminta lagi! Aku capek dan lapar,” ucap Aluna yang memang tengah menahan rasa laparnya.


“Baiklah, kita hanya akan mandi dan keramas tidak lebih dari itu,” ucap Kalun sambil menyalakan air shower.


Kalun terdiam, tidak berani memikirkannya. Dia memeluk tubuh Aluna dari depan.


“Aku janji nggak akan ninggalin kamu,” ucap Kalun yang sudah bertekad akan mempertahankan Aluna apapun yang akan terjadi ke depannya.


“Lalu Kayra?” tanya Aluna sambil melepaskan pelukkan Kalun, dia menatap wajah Kalun yang sedikit terlihat gelisah.


“Kita jalani seperti ini dulu, yang harus kamu tahu, sedikit pun aku tidak akan membiarkan kamu pergi, karena sepertinya aku memang butuh kamu,” jelas Kalun yang membuat Aluna semakin bingung.


Dia tidak mampu berpikir lagi bagaimana kedepannya, jika dia benar akan hamil. Yang dia inginkan hanya ingin berada di samping Kalun menghabiskan sisa waktunya, karena dia merasa aman dan nyaman ketika berada di dekat Kalun.


Setelah keduanya menyelesaikan mandi, mereka berdua turun ke lantai bawah untuk menemui kedua orang tuanya.


“Wah ... wah, yang habis dapat jatah senyumnya kaya iklan pepsodent!” goda Erik ketika mendengar suara tawa dari Kalun.


“Tumben ke sini Mam?” tanya Kalun yang sudah duduk di samping Ella.

__ADS_1


“Iya, Mama mau ngasih sesuatu buat kalian,” ucap Ella sambil mencari amplop putih yang sudah dia siapkan beberapa bulan yang lalu. Dia lalu menyodorkan ke arah Kalun.


“Warisan lagi, kenapa nggak habis-habis sih, aset kalian?” cibir Kalun saat menerima amplop dari Ella.


“Buka dulu!” perintah Ella sambil memukul lengan Kalun.


“Kenapa meski repot-repot segala sih?” tanya Kalun setelah membaca tiket bulan madu ke Maldives yang diberikan Ella, tertulis di sana tanggal keberangkatan tinggal 1 minggu lagi.


“Kamu harus ada timbal baliknya ke Mama, kalian harus fokus buat cucu untuk Mama dan Papa,” jelas Ella sambil melirik ke arah suaminya.


“Mama dan Papa nggak mau ikut sekalian?” tawar Kalun.


“Nggak! takut LBP Papamu kambuh,” jawab Ella sambil terkekeh.


“Mamamu sudah khatam lekuk tubuh Papamu, jadi bisa di mana saja,” ucap Erik yang langsung mendapat lemparan bantal dari Ella. Mereka pun tertawa bersama siang itu, karena mendengar candaan dari pasangan lanjut usia yang masih terlihat mesra.


“Mama mau cucu cewek apa cowok? Mumpung Papa di sini, Kalun mau tanya tipsnya,” ucap Kalun yang tidak menyadari sedari tadi wajah Aluna sudah merona.


“Terserah Allah mau ngasih apa, yang penting sehat lahir dan batin, ya nggak Pah?” tanya Ella sambil memainkan matanya ke arah Erik.


“Kalau begitu, sini pijat pundak Kalun dulu, aku lelah karena Luna terus memaksaku,” ucap Kalun yang langsung mendapat lemparan bantal dari Aluna yang tepat mengenai wajahnya.


“Sabar Sayang, jangan marah begitu, Mama paham aku hanya becanda,” ucap Kalun sambil menampilkan wajah melasnya ke arah Aluna.


“Suruh puasa aja Lun, coba saja nanti malam kamu tidur di kamar sebelah!” perintah Erik yang sedikit cemburu karena melihat Ella terus memijit punggung Kalun.


“Kapan jadi cucunya nanti, kalau di suruh puasa,” sahut Kalun membalas ucapan Erik.


Aluna yang merasa lapar, hanya bisa mengusap perutnya, menahan rasa perih yang semakin menyiksanya saat ini.


“Kamu nggak sedang hamil kan Lun?” tanya Ella setelah memperhatikan gerakan Aluna.


“Mana ada hamil, orang kita baru semalam kok jebol gawang!”


“Apa!” teriak kompak pasangan lanjut usia itu.


👣


Jangan lupa like dan vote ya.🙏

__ADS_1


Mau ngingetin, yang belum memberikan bintang 5 segera ya, biar saya lebih semangat ngetiknya. Yang mau seru-seruan bisa masuk group oke.


Yang mau follow Ig saya silakan rehuella1.


__ADS_2