Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Cinta Dalam Hati


__ADS_3

“A’ kalau belum siap jangan lakukan!” ucap Aluna, karena melihat Kalun sibuk mencari sesuatu yang ada di laci kamar ganti.


Kalun tidak mempedulikan teriakan Aluna, dia masih sibuk mencari benda yang akan dia pakai untuk menemaninya malam ini.


Aluna yang tidak mendapat respon dari Kalun, akhirnya berjalan menyusul ke arah di mana Kalun berada. Dia menampilkan wajah imutnya ke arah Kalun, membuat Kalun menggelengkan kepalanya, agar Aluna tidak menampilkan wajah yang menggodanya saat ini.


“Nyari apa sih?” tanya Aluna ketika sudah berada di samping Kalun.


“Nyari, emm nyari apa ya tadi? Aku juga bingung, lupa namanya!” ucap Kalun yang sedikit nerveos.


“Kalau Aa’ belum siap kita bisa menundanya, aku tahu Aa’ pasti berat melakukannya dengan orang yang tidak Aa' cintai,” ucap Aluna sambil menundukkan kepalanya. Kalun yang mendengar ucapan Aluna, segera menghadap ke arah Aluna, lalu mengecup singkat dahi Aluna.


“Kita akan melakukannya malam ini, aku sudah menemukannya, Ayo kita ke kembali ke kamar!” ajak Kalun yang masih mengenakan handuk mandi untuk menutupi benda yang selama ini akan dia persembahkan untuk istrinya.


Aluna mengerutkan keningnya saat melihat apa yang dilakukan Kalun saat ini, dia sempat berpikir jika Kalun mencari pil kontrasepsi ataupun pelindung supaya dirinya tidak hamil, tapi dia terkejut ketika Kalun menyalakan lilin yang dinyalakan memutari ranjang, yang akan dia gunakan untuk melepas kegadisannya.


“Dapat dari mana lilin itu A’ ?” tanya Aluna saat Kalun menyalakan lilin terakhirnya.


“Dari mama,” jawabnya singkat sambil menepukkan kedua tangannya, membersihkan tangannya yang terkena serbukan lilin.


Aroma terapi yang dikeluarkan dari lilin, kini sudah tersebar kesetiap sudut kamar. Kalun berjalan mematikan lampu utama yang masih nyala. Kini hanya cahaya lilin yang menerangi ruangan tersebut.


Kalun berjalan pelan mendekati Aluna yang tengah duduk di tepi ranjang, dia tersenyum manis saat tiba tepat di depan Aluna.


“Apa kamu yakin?” tanya Kalun memastikan lagi, jika istrinya akan memberikan mahkotanya untuk dirinya.


Aluna belum menjawab pertanyaan Kalun, dia justru menatap lekat tangan Kalun. Dia menggelengkan kepala. Membuat suaminya membuang nafasnya kasar. Kalun terlihat kecewa ketika mendapati Aluna yang menggelengkan kepalanya.


“Bersihkan tanganmu dulu!” perintah Aluna sambil menaikkan kedua kakinya, dia menunggu Kalun sambil duduk bersila di tepian ranjang.


Setelah lama menunggu, Kalun kembali menghampirinya. Saat ini Kalun sudah duduk di depan Aluna.


“Kamu yakin?” Kalun mengulangi pertanyaannya, supaya Aluna tidak menyesala dikemudian hari, dia meletakkan kedua tangannya ke pundak Aluna. Kini mereka sudah duduk berhadapan, saling menatap dalam.

__ADS_1


Tidak ada yang mengerti arti dari tatapan itu, karena mereka berdua tidak berniat untuk mengungkapkan isi hatinya.


“Sebenarnya kamu mau nggak sih! Kalau nggak mau ya sudah!” Aluna kesal karena Kalun tidak segera menyerangnya, dia malu sendiri dengan ucapannya tadi saat berada di dalam kamar mandi, yang menawarkan tubuhnya untuk Kalun.


“Bagaimana aku bisa berkata tidak, jika istriku ingin memberikannya, aku bahkan harus menahan sekuat tenaga ketika melihatmu mengenakan handuk,” ucap Kalun sebelum melahap bibir Aluna dengan kasar. Tangan kanannya kini sudah menarik tali handuk Aluna, memperlihatkan warna putih kulit Aluna yang semakin terpancar karena terkena cahaya lilin.


Aluna mencoba melepaskan bibir Kalun, ketika nafasnya mulai tersengal. Hanya 2 detik Kalun membiarkan Aluna untuk mengambil nafas dalam. Kalun kembali mencium bibirnya dengan lembut, hingga dia menginginkan yang lebih dari ini.


Aluna reflek memukul tangan Kalun, ketika tangannya mulai menyentuh area terlarang di bagian atas.


“Maaf!” ucap Aluna menyesali tindakannya yang kasar.


“Mau dilanjutkan?” tawar Kalun, sambil berbisik di samping telinga Aluna. Kini kedua tangannya sudah mengusap lembut punggung Aluna dari tengkuk hingga ke arah pinggangnya, memberikan sentuhan yang membuat Aluna semakin ingin meledakkan sesuatu yang tertahan di dalam dirinya.


“Masih lamakah?” tanya Aluna yang terdengar serak.


“Kita nikmati malam ini, ingatlah selalu! Kalau perlu ingat tanggal dan jam saat kita melepaskan semua ini,” goda Kalun di tengah cumbuannya.


Aluna yang tadi di penuhi gairah kini sedikit meredup, setelah mendengar ucapan Kalun. Sedangkan suaminya masih asyik bermain, dan menikmati tubuh bagian atas Aluna.


“Apa ini akan sakit?”


“Pastinya, tapi kata orang hanya satu menit,” jelas Kalun yang sudah siap untuk memberikan kenikmatan pada istrinya.


“Lakukan sesukamu, kamu bisa menarik rambutku, atau mencekram erat pundakku, bahkan kamu bisa menggigitku, jika kamu kesakitan!” pesan Kalun sambil mengalungkan kedua tangan Aluna ke lehernya. Setelah berdoa dalam hati Kalun segera melakukannya dengan perlahan.


Tidak lama kemudian, suara teriakan dari bibir Aluna pun memenuhi ruangan, air matanya turun dengan deras, Aluna menangis di bawah tubuh Kalun yang masih menikmati tubuhnya.


Tidak ada penyesalan dalam dirinya, saat melihat darah yang mengalir dari dalam intinya, dia justru senang bisa menyerahkan pada orang yang dicintai, ya dia mencintai suami saat ini, dia tidak mampu menghindar lagi, karena rasa itu semakin nyata dia rasakan, pada orang yang halal untuknya. Entah apa yang terjadi kedepannya, dia hanya percaya jika cinta akan kembali pada pemiliknya.


Begitu juga Kalun, dia yang belum berani menyatakan jika dirinya mencintai Aluna, hanya berharap jika istrinya itu membalas cintanya, dia bahagia bisa menjadi yang pertama untuk istrinya. Dalam hatinya sudah tidak memikirkan hal lain lagi, selain membuat Aluna tersenyum setiap hari, karena sekarang hidupnya berubah semenjak Aluna bersamanya, dia bisa melihat dunia dari sisi lain, karena Aluna yang mengajarkannya.


Suara merdu yang bersautan kini memenuhi ruangan yang beraroma lavender kamar apartemen Kalun, suasana semakin manis ketika hujan mulai membasahi bumi. Seolah ikut menjadi saksi atas mahkota Aluna yang sudah ditembus Kalun.

__ADS_1


---


Matahari sudah muncul sejak tadi, sinarnya sudah berhasil masuk melalui celah horden yang tidak tertutup rapat di kamar apartemen Kalun.


Kalun yang bangun lebih dulu berusaha menarik horden itu, supaya bisa membangunkan istrinya. Kalun kembali merebahkan tubuhnya setelah berhasil membukanya, dia hanya mengenakan celana boxer yang sangat ketat di tubuhnya saat ini. Dia kembali menatap Aluna yang masih terlelap di samping, menunggu Aluna untuk membuka mata dan menyambutnya dengan senyuman bahagia. Sangat lama Kalun menatap wajah polos istrinya pagi ini, tidak marasa bosan meski sudah hampir satu jam.


“Sshhtt ...” rintih kesakitan keluar dari bibir Aluna, membuat Kalun langsung mendekatkan wajahnya ke arah Aluna.


“Selamat pagi Sayang,” sapanya ketika Aluna sedikit membuka matanya. Aluna terdiam, sambil mengingat kejadian semalam yang dia lewati bersama Kalun. Reflek dia menelungkupkan wajahnya ke arah bantal. Dia malu dengan suaminya, karena berhasil menggoda dan menyerahkan mahkotanya yang selama ini dia jaga.


Kalun terkekeh melihat kelakuan lucu Aluna, dia berusaha melihat wajah malu Aluna, yang di sembunyikan di atas bantal.


“Jangan seperti itu! apa kamu tidak sadar jika belum mengenakan baju,” peringat Kalun sambil menyibakkan rambut yang menutupi rambut Aluna.


Aluna yang menyadari hal itu langsung membalikkan tubuhnya, lalu menarik selimut hingga unjung rambutnya.


“Nggak usah malu! Aku bahkan sudah hapal lekuk tubuhmu, eh ... belum hapal, mungkin jika kita ulangi aku bisa hapal di mana letak kenikmatan itu, hahaha,” goda Kalun yang membuat Aluna semakin tidak ingin membuka selimutnya. Dia lalu membungkus tubuhnya dengan selimut, dan berusaha untuk mendudukkan tubuhnya.


“Mau kemana?” tanya Kalun.


“Kerja!” jawan Aluna singkat.


“Aku saja nggak kerja, masa iya kamu pergi kerja!” cibir Kalun.


“Kenapa memangnya?” tanya Aluna menoleh ke arah tubuh Kalun.


“Aku sedang bahagia, aku takut kebahagiaanku ini akan mengangguku berkonsentrasi,” jelas Kalun, Aluna yang tidak paham hanya mengerutkan keningnya, sambil berusaha berjalan menuju kamar mandi.


Suara rintihan kembali terdengar. Kalun yang paham, merasa sedikit iba dengan Aluna, dia lalu kembali merebahkan lagi tubuh Aluna.


“Kata orang pertama kali memang sakit, tapi jika kita sudah melakukannya 2x atau 3x kamu nggak akan sakit lagi, jadi mari kita ulangi lagi, seperti semalam,” bujuk Kalun yang langsung mendapatkan ciuman panas dari Aluna.


Hati Kalun berbunga-bunga, karena istrinya ternyata sangat agresif, setelah permainan pertamanya semalam, membuatnya lelah hingga tak mampu beranjak dari tempat tidur pagi ini.

__ADS_1


👣


Tinggalkan jejak ya, like, komentar, dan vote. Terima kasih🙏


__ADS_2