Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Pernikahan Riella


__ADS_3

Keduanya kini mulai menuruni anak tangga rumah Erik. Aluna sudah tampak rapi setelah mengoleskan lipmate di bibirnya, akibat sapuan bibir Kalun yang melahapnya dengan rakus tadi. Tangan Kalun terus mengenggam erat tangan Aluna, tidak ingin Aluna menjauh darinya meski hanya satu meter.


Pagi ini tidak lebih dari 200 orang yang hadir di acara pernikahan Riella, kebanyakan mereka adalah sahabat dari papa dan mamanya. Kalun hanya mengenal beberapa orang yang hadir di sana. Kalun membawa Aluna mendekati kedua orang tuanya, berdiri di samping Ella dan Erik, turut menyambut para tamu yang baru saja hadir.


Telinga Kalun sedikit panas, mendengar banyak pujian yang diberikan tamu untuk kedua orang tuanya, Kalun hanya melirik ke arah papanya, senyumnya terlihat kecut ke arah Erik. Tapi dia berharap bisa meneladani kesetiaan papanya, yang selama ini selalu orang lain sematkan padanya. Dia lalu menoleh ke arah istrinya yang tengah bersalaman dengan tante Anna. Pujian diberikan padanya, karena berhasil mendapatkan wanita cantik seperti Aluna.


“Sudah hamil belum? Kalau belum hamil minta resep sana sama mertuamu,” bisik Anna di samping telinga Aluna.


Aluna tersipu ketika mendengar perkataan wanita di sampingnya. Dia hanya tersenyum ke arah Anna, menampilkan wajahnya sedatar mungkin.


“Doain Tante, yang penting kita sudah berusaha keras,” sahut Kalun yang mendengar bisikkan Anna, tangannya sudah jahil memainkan pinggang Aluna. Pukulan langsung mendarat di lengan Kalun, mengiringi langkah kaki Anna yang berjalan menjauh meninggalkan Kalun.


“Ngomongnya jangan seperti itu, nggak sopan A’!” bisik Aluna memberikan peringatan pada Kalun.


“Realita kan, kita sudah berusaha dan berdoa. Masalah hasil kita serahkan pada yang di atas. Tenang saja jika bulan ini tidak beruntung, kita bisa berusaha lagi periode depan, tenangkan dirimu! Jangan risau.” Kalun menaikan tangannya bergantian mengusap punggung Aluna yang tertupi baju kebaya warna peach. Wajahnya berbinar mendapati Aluna yang merasa geli akibat ulahnya.


Pengantin dari pihak pria sudah datang. Penghulu sudah datang sejak 10 menit yang lalu. Semua tamu sudah duduk di kursinya. Sedangkan hidangan makanan sudah tersusun rapi sejak pagi tadi. Bunga-bunga yang dipilihkan Ella dan Aluna kemarin, juga sudah tertata rapi di tempatnya. Saat ini tinggal menunggu mempelai wanita yang akan diantarkan oleh si kembar.

__ADS_1


Kalun terus mengamati lelaki yang ada di depan papanya saat ini. Terlihat lelaki itu menjabat tangan papanya dengan erat. Seolah meyakinkan papanya jika dia akan menjaga Riella dengan baik. Pagi ini Kenzo dinikahkan sendiri oleh Erik sebagai wali dari Riella.


Beberapa menit kemudian.


“Saya terima nikah dan kawinnya Eriella Putri Ramonnes Binti Erik Ramonnes dengan mas kawin tersebut dibayar TUNAI!” terdengar jelas suara jawaban yang keluar dari bibir Kenzo yang bisa didengar semua tamu yang hadir, semua menyahut dengan kata ‘Sah’ setelah terlontar pertanyaan penghulu yang menyaksikannya, menandakan kedua insan itu sudah terikat dengan kata pasangan suami istri.


“Alhamdulillah,” lirih Kalun sambil menoleh ke arah Aluna, tangannya terus mengusap punggung tangan Aluna yang sedari tadi merangkul lengannya.


Tidak lama kemudian terlihat Riella tiba dengan diapit kedua adik kembarnya yang berada di sisi kanan dan kirinya. Terlihat cantik dengan balutan kebaya warna putih gading, siapapun lelaki yang membuangnya pasti akan sangat menyesal ketika melihatnya saat ini.


“Cantik sekali adikmu,” puji Aluna saat melihat Riella yang berjalan menghampiri meja Kenzo.


Saat ini cincin pernikahan sudah melingkar di jari keduanya, terlihat jelas senyuman kecut di wajah Riella saat memperlihatkan cincinya di depan semua orang. Tatapan Riella mengarah pada lelaki yang duduk di kursi paling ujung, di antara tamu yang hadir. Begitu pun lelaki di sana, dia juga tengah menatap ke arah Riella, entah atas dasar apa lelaki itu berani datang di acara pernikahannya, setelah dia mengingkari janji yang akan menikahinya saat itu. Riella lalu menoleh ke arah Kenzo, lelaki yang jauh lebih tampan dari mantan calon suaminya. Tapi dia juga bingung, kenapa hatinya tidak bisa berdebar ketika dirinya dekat dengan Emil. Dia meraih tangan Kenzo mengenggamnya dengan erat, memperlihatkan pada mantan tunangannya, bahwa dia kini sudah baik-baik saja, memenuhi pesan dari kakak lelakinya tadi.


Acara inti sudah selesai, tamu yang hadir mulai menikmati hidangan makanan yang sudah di sajikan di meja. Kalun mengenalkan Aluna pada saudara dan rekannya yang hadir. Jujur Aluna mulai bosan, dia tidak bisa mengenal mereka semua dengan baik, ada jarak yang tinggi di antara mereka. Dia merasa minder ketika Kalun mengenalkan dirinya pada rekannya.


Tidak lama kemudian, terlihat Samuel berjalan menghampirinya, dia dengan para sahabat Kalun yang juga mengenal Riella, berbeda dengan Emil yang takut untuk mendekat ke arah Kalun. Dia seperti ketakutan untuk menemui Kalun, dia merasa bersalah karena mengkhianati adiknya.

__ADS_1


“Hai Lun, long time no see," sapa Samuel setelah berada di depan Aluna.


Aluna hanya memberikan senyum ramahnya pada Samuel ketika mendengar sapaan dari lelaki di depan Kalun. Tangannya tidak mampu menjawab uluran tangan Samuel yang menggantung di udara, karena Kalun menahannya dengan genggaman yang semakin erat.


“Jangan dekat-dekat ya, sudah ada stempelnya ini!” peringat Kalun saat Samuel tidak segera menarik tangannya. Membuat Samuel yang ada di sana merasa geli mendengar perkataan Kalun, tangannya dia masukkan lagi ke kantongnya, sambil tersenyum smirk ke arah Kalun.


“Sudah tingkat berapa kebuncinannya Lun? Kalau dulu saat dengan Kayra sudah stadium lanjut,” goda Samuel yang membuat wajah Kalun semakin tidak bersahabat menatapnya. Saat Aluna hendak menjawab, Kalun langsung membawanya pergi menjauh dari para sahabatnya.


Kalun berjalan menghampiri mamanya yang tengah berbincang dengan besan barunya. Dia lalu menitipkan Aluna dengan mamanya, karena dengan mamanya pasti lebih aman untuk Aluna, karena mereka hanya mengobrol dengan para wanita.


Sedangkan Kalun kembali menghampiri rekannya yang berada di halaman taman rumah orang tuanya. Di saat tengah asyiknya berbincang dengan Samuel, menceritakan semua apa yang di alami Aluna selama ini, matanya menangkap lelaki yang tidak ingin dilihatnya, lelaki itu tengah menatapnya dengan tajam, sambil memasukkan kepalan tangannya di saku celana.


Kalun tidak ingin membuat keributan di acara adiknya, dia ingin menyapa dan meminta lelaki itu untuk menemuinya di luar rumah.


“Tunggu sebentar, kalian nikmati saja hidangannya aku ada keperluan, nanti aku kembali lagi,” pamit Kalun yang di angguki para perkumpulan pria yang berdiri di sana. Mereka semua paham dengan kesibukan Kalun sebagai pengusaha muda. Mereka menganggap Kalun akan menyapa rekan bisnisnya.


💞

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan vote ya.💞


__ADS_2