Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Menghindar


__ADS_3

Wajah Aluna pucat pasi saat membaca pesan dari Kalun. Dia membayangkan malam pertama yang akan menyakitkan untuknya. Dia terus memikirkan cara supaya bisa menghindari Kalun. Dia hanya belum siap menyerahkannya sekarang, karena dia belum yakin akan perasaanynya.


“Ren. Nanti malam aku menginap di rumahmu ya, besok kan weekend,” pinta Aluna yang langsung diangguki Renata.


Aluna segera mengetikkan pesan pada suaminya, jika dia akan pergi dengan Renata, untuk berbelanja kebutuhan pribadinya.


“Biar saja balas seperti ini, nanti kalau sudah larut malam, tinggal bilang kalau nginap di rumah Renata,” gumam Aluna sambil menatap layar ponselnya. Namun, Kalun tidak segera membalas pesannya. Makan siang pun dia meminta Aluna untuk makan siang sendiri karena dia ada meeting dengan klien.


Hingga sore tiba Aluna bergegas pergi dengan Renata menggunakan taksi online. Dia takut jika Kalun tiba-tiba di depannya dan mengajaknya pulang ke rumah.


Di rumah Renata, Aluna hanya menuruti Renata yang memintanya menemani drama china. Mereka berdua hanya bergulat di alas karpet permadani, ditemani pop corn yang tadi dibuat Renata.


Aluna segera meraih ponselnya ketika mendengar suara pesan masuk.


From : Kalun


Aku sudah tiba di rumah, kamu kok belum sampai?


Aluna segera mengetikkan balasan pesan Kalun.


To : Kalun


Aku di rumah Renata, dia memintaku menginap di sini.


Aluna lalu meletakkan ponselnya, di samping alas kepalanya. Dia kembali fokus ke arah layar telivisi yang menampilkan drama favorit Renata.


“Nah kan, nemplok juga tuh cewek!” gerutu Renata saat menyaksikan adegan layar televisinya.


Tidak lama kemudian mereka dibuyarkan dengan suara panggilan dari ponsel Aluna. Aluna meraba sisi kanannya sambil menatap layar televisi. Tanpa melihat siapa yang menelepn dia langsung menyahut panggilan itu.


“Hallo,” sapa Aluna.


“Kamu di mana?” tanya kasar lelaki di ujung telepon.


“Sudah kubilang, aku di rumah Renata, aku akan menginap di sini,” terang Aluna sambil fokus melihat drama di depannya.


“Nah, kan betulan, mau juga tuh cewek di ajak enak-enak sama cowoknya,” ucap Renata dengan suara keras. Membuat Aluna memukul lengan Renata karena dia tahu apa yang dimaksud enak-enak, setelah melihat layar yang menampilkan adegan panas. Dia malu, takut Kalun ikut mendengarnya.

__ADS_1


“Baru ngapain kamu? Jangan macam-macam! Kirim lokasinya sekarang juga!” perintah Kalun yang langsung menutup panggilannya secara sepihak.


“Ngapain Sultanmu, kalian lagi berantem ya?” tanya Renata curiga sambil menelisik wajah Aluna yang masih berkutat dengan layar ponselnya, dia tengah mengirimkan lokasinya pada Kalun.


“Nggak Ren, cu-cuma aku takut. Dia ingin melakukan malam pertamanya malam ini, dan aku menghindarinya, aku takut Ren, kata orang itu sangat menyakitkan dan aku belum persiapankan untuk itu.”


Renata tergelak saat mendengar penjelasan Aluna. Dalam hatinya terus mengumpati kata-kata bodoh pada sahabatnya. Ini bukan yang pertama untuk Aluna. Tapi sepertinya Aluna benar-benar lupa jika dia sudah pernah melakukannya dengan Kalun.


Setelah Aluna menjelaskan pada Renata, Aluna kembali memperhatikan layar telivisi di depannya, sambil mengusir rasa tegang yang menyerangnya.


“Apa aku pura-pura ketiduran saja ya Ren, biar dia tidak membawaku pulang? Dan melakukannya malam ini,” tanya Aluna yang masih memikirkan malam pertamanya.


Renata menatap wajah Aluna dengan lekat, dia tidak menyukai sifat sahabatnya yang seperti ini, menyerah sebelum berperang.


“Mau sampai kapan kamu menghindar, cepat atau lambat kalian pasti juga akan melakukannya kan?”


“Tapi aku nggak mencintainya Ren, dan rasanya aku belum ikhlas jika dia yang mengambilnya,” jelas Aluna yang meluapkan isi hatinya.


Renata lalu mencekal kedua lengan Aluna, dia meminta sahabatnya itu menatap ke arah matanya. Dia ingin memberitahu kepada sahabatnya sesuatu yang penting menurutnya.


“Orangnya datang, orangnya datang ... bilang kalau aku sudah tidur,” panik Aluna sambil meletakkan kepalanya di atas bantal, dia memejamkan matanya seerat mungkin. Sedangkan Renata berlari kecil ke arah depan untuk membukan pintu gerbang untuk Kalun.


“Masuklah, istrimu sudah tidur!” sambut Renata ketika melihat Kalun turun dari mobil.


“Di mana dia?”


“Ada di depan tv,” jawab Renata sambil menunjuk punggung Aluna yang terlihat dari pintu utama. Kalun segera mendahului Renata berjalan menuju layar tv.


“Kebiasaan ya, kalau nonton pasti begini dech!” ucap Kalun saat melihat tubuh Aluna yang meringkuk di atas karpet. Dia lalu melepas jaket yang dia kenakan. Melemparnya ke arah sofa yang ada di dekatnya.


“Aku akan ikut bermalam di sini, apa ada kamar yang bisa aku tempati?” tanya Kalun saat melihat Renata sudah berada di sampingnya.


“Kalian bisa tidur di kamarku, aku akan tidur di kamar tamu malam ini,” jelas Renata sambil berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan ranjang untuk Kalun dan Aluna.


Kalun segera mengangkat tubuh kecil Aluna ketika Renata memberikan kode padanya, jika kamar sudah siap. Renata sengaja memberikan aroma terapi di kamarnya, supaya sahabatnya lebih rileks.


“Apa tidak ada ranjang yang lebih sempit lagi dari ini?” sindir Kalun ketika melihat ranjang Renata ternyata tidak lebih dari 100 cm.

__ADS_1


“Tidak ada, buat kalian senyaman mungkin! Biar lebih romantis juga, hahaha,” jawab Renata sambil tertawa keras dia laku pergi dari kamarnya membiarkan sepasang manusia itu memadu kasih.


Kalun meletakkan Aluna yang pura-pura tertidur di ranjang. Dia manarik selimut tebal yang di siapkan Renata untuk menutupi tubuh Aluna.


“Kenapa kamu tidur di sini? Apa kamu benar-benar takut jika aku akan menggambilnga malam ini? Hey, dengar ya, aku tidak akan tega melakukannya. Jika kamu tidak mengizinkan aku menyentuhmu, nggak papa Sayang, aku ikhlas. Aku mencintaimu, aku tidak akan membuatmu sakit lagi,” lirih Kalun yang bejongkok di depan wajah Aluna yang tertidur di kasur. Dia lalu mengecup lama dahi Aluna. Berjalan memutari ranjang, lalu merebahkan tubuhnya di samping Aluna.


Aluna yang mendengar ucapan Kalun, jadi merasa bersalah atas sikapnya. Dia bisa merasakan ketulusan Kalun malam ini, dia paham jika suaminya itu benar-benar mencintainya. Dia lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Kalun, dengan masih memejamkan matanya.


“Apa terlalu sempit ranjangnya? Aku akan tidur di bawah, supaya kamu bisa tidur nyenyak,” ucap Kalun saat melihat Aluna yang bergerak. Dia sudah mengangkat setengah badannya, hendak berpindah tempat. Tapi tangan Aluna menahannya, Aluna melingkarkan tangannya ke perut Kalun.


“Jangan pergi, tetaplah di sini!” ucap Aluna yang membuat Kalun terdiam menatap matanya yang terbuka.


“Kamu terbangun? Nggak nyenyak ya tidurmu?”


“Ya, jangan pergi. Aku akan tidur denganmu malam ini,” jelas Aluna yang belum berani menatap Kalun.


“Karena sudah bangun bagaimana jika kita pulang? Ini baru jam 8 malam, sepertinya boleh juga kita habiskan malam minggu kita di luar, kita kencan. Mau nggak!” tawar Kalun.


“Kencan?”


“Ya, tadi aku lihat ada taman hiburan di dekat sini, tapi habis dari sana kita pulang ke apartemen. Mau?” jelas Kalun.


Aluna masih terlihat gelisah dengan ucapan Kalun, dia takut jika Kalun akan melakukannya malam ini. Raut wajah Aluna yang khawatir sangat terlihat di mata Kalun.


“Percaya padaku, aku tidak akan memintanya, jika kamu tidak menyerahkannya sendiri padaku,” ucap Kalun sambil mengenggam tangan Aluna.


“Janji!” kata Aluna sambil mengangkat jari kelingkingnya. Membuat Kalun tartawa kecil. Sambil mengangguk.


“Janji dulu!” paksa Aluna meminta Kalun menautkan kelingkingnya.


“Iya, janji Sayang!” ucapnya sambil menerima tanda janji itu. Keduanya tersenyum tipis saling bertatapan setelah perjanjian itu dibuat.


👣


Kasihan Aa' harus menunggu lagi😂.


Jangan lupa untuk like dan vote👍

__ADS_1


__ADS_2