Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Malu Malu Ganas


__ADS_3

Kalun terbangun dari tidurnya. Dia lupa, jika sudah mengunci kamarnya saat ini, supaya Aluna tidak masuk ke dalam kamar. Dia mengira hari ini Aluna tidak bekerja, karena menemani Riella. Tapi pikirannya salah,


ketika dia keluar dari kamarnya dia hanya menemukan Riella yang tengah melihat


tayangan televisi di sofa.


Karena merasa lapar, Kalun


berjalan ke arah dapur, dia melirik Riella yang juga tengah menatapnya tajam.


“Tadi Luna pesan, makanannya


sudah disiapkan di meja makan,” kata Riella dengan sedikit berteriak, supaya


kakaknya itu bisa mendengar ucapannya.


Kalun membuka tutup makanan yang


ada di meja, dia segera menikmati makanan itu dengan nikmat, tanpa mempedulikan


Riella yang masih menatapnya.


“Dia ke mana?” tanya Kalun


setelah melihat Riella duduk menghampirinya.


“Kerja,” jawab Riella singkat


tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Kalun.


“Kenapa Kakak pergi ke London? Apa


kakak masih ingin menyakitinya lagi? Sudah cukup Kakak membuatnya menderita


karna kepergian calon suaminya, jangan lagi membuat Luna sakit, aku melihat


kemarin dia merawatku dengan baik, dan aku yakin pasti Luna juga orang baik.”


“Jangan mengurusi hidupku! Urus


saja masalahmu sendiri, pikirkan bagaimana nanti kamu akan mengakuinya pada


papa!” balas Kalun dengan suara dingin, dia lalu segera mencuci tangannya,


meninggalkan Riella yang tengah mengawasinya di meja makan.


Setelah selesai, Kalun berjalan


kembali ke kamarnya, tapi dia dihentikan dengan sindiran yang keluar dari bibir Riella.


“Kenapa Kakak meniduri Kayra?”


Kalun mematung, kakinya sulit digerakkan saat mendengar pertanyaan yang keluar dari Riella.


“Aku pikir, Kakak adalah lelaki


yang baik, yang tidak akan menyentuh wanita sebelum dia sah menjadi istri


Kakak, tapi apa yang Kakak lakukan? Aku kecewa denganmu Kak!”


“Dari mana kamu tahu itu?” tanya Kalun


yang mempertanyakan ucapan Riella.


“Apa Kakak lupa Kayra itu siapa? Dia


selalu dekat denganku Kak, Kakak kenapa bisa sebodoh ini sih!” maki Riella.


“Bagaimana jika Kayra hamil Kak? Apa


Kakak sudah siap untuk bercerai dengan Luna?” tanya Kayra dengan penuh selidik.


“Itu masalahku, dan jangan kamu


ikut mencampurinya!” peringat Kalun, lalu dia kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia kembali


merebahkan tubuhnya di kasur. Dia memukul-mukul bantalnya merasa kesal dengan


dirinya sendiri.


Suara lembut kayra tergiang di


telinganya.


Apa kamu yakin akan melakukannya?


Maaf kamu bukan yang pertama


untukku?

__ADS_1


Kalimat itu tergiang jelas ditelinganya, seolah memberitahukan keburukkan Kayra selama ini, tapi bukankah


itu kabar bagus untuknya? Meski dia di duakan, berarti dia bisa lebih mudah


untuk melepaskan Kayra. Pikirannya tertuju ke sana, tapi dadanya sedikit sesak


karena selama ini dia sudah dibohongi Kayra.


Saat dia memikirkan itu, dering


ponselnya terdengar, dia menatap sebentar ke arah jam di dinding, tepat


menunjukkan waktu istrirahat karyawan kantornya. Dugaannya benar, suara panggilan


telepon dari Aluna. Dia memejamkan matanya, menggeser tombol warna merah di layar


ponselnya, seraya mengucapkan 'maaf'. Tidak lama kemudian terdengar bunyi pesan


masuk, Kalun segera membuka pesan yang Aluna kirimkan untuknya.


Maafkan aku tidak berpamitan


denganmu, aku tadi sudah mengetuk pintu kamar, tapi sepertinya kamu tidur terlalu


nyenyak, jadi mengabaikan panggilanku, aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu


di meja, selamat menikmati A’ I Love You 😘


Kalun semakin sesak saat membaca


pesan panjang dari Aluna, dia hanya berucap, "I Love you to." Sambil tersenyum


kecut ke layar ponselnya.


“Maaf Sayang, aku harus segera menyelesaikan ini sebelum kamu mengetahuinya, aku sudah kotor, aku tidak


sanggup untuk menyentuhmu lagi,” gumamnya lirih sambil melemparkan ponsel ke


atas meja, dia tidak membalas pesan dari Aluna, membiarkan istrinya itu bingung


memikirkan keadaan Kalun.


Kantin EL Group


“Kenapa cemberut begitu?” tanya Renata


sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


aku sedang cemberut?” balas Aluna yang mejawab dengan pertanyaan.


“Jelas, bibirmu aja sampai bisa


diikat, hahaha,” goda Renata yang membuat Aluna samakin cemberut.


“Belum dapat jatah dari Aa’ mu? Harusnya


kan, sudah! Apalagi 3 hari nggak bertemu, pasti panas-panasnya tuh,” goda Renata


yang membuat pipi Aluna bersemu merah karena malu.


“Sembarangan, baru tadi pagi


nyampainya, dia juga pasti capek, nanti malamlah dirapel sekalian,” sahut Aluna


yang menanggapi godaan Renata. Renata pun ikut terkekeh saat mendengar balasan Aluna.


Membayangkan Aluna yang berteriak-teriak di bawah wajah dingin Kalun.


“Ceritain dong gimana malam


pertama kalian, pasti menyenangkan malu-malu ganas gitu,” tanya Renata yang


penasaran dengan Aluna.


“Iya, makanya buruan nikah, pasti


kamu ketagihan nanti,” goda Aluna.


“Iya, tunggu saja, jodoh gue baru


dipinjam orang!” canda Renata sambil tertawa bahagia. Tidak lama meja mereka


kehadiran lelaki yang dihormati di devisinya.


“Tumben Pak makan di kantin?”


tanya Aluna penuh selidik.


“Bukannya seharusnya saya yang

__ADS_1


bertanya seperti itu?” ledeknya yang membuat Aluna tersemyum simpul ke arah


David.


“Jadi, sebulumnya kamu kerja di


mana Re?” tanya David.


“Ehemm … jadi sekarang Bapak


pindah ke lain hati nih, nggak lagi mengejar saya?” goda Aluna sambil menatap ke


arah David.


“Hahaha, takut aku mau ngedeketin


kamu, kamu kan simpanan om-om, yang suka naik mobil mewah, yang biasa nurunin


kamu di perempatan jalan,” canda David yang langsung mendapat pukulan dari Renata.


Karena melihat air muka Aluna yang sudah berubah menjadi sedih.


Aluna segera menghentikan


makannya, merasa tersinggung juga dengan ucapan David. Dia lalu berjalan kamar mandi, meninggalkan mereka berdua, untuk membenahi dandananya yang


sedikit berantakan.


Hari ini terasa sangat lama


bagi Aluna, dia menunggu Kalun membalas pesannya, tapi yang ada Kalun tidak


merespon pesannya sama sekali. Dia terus melirik ke arah jam di dinding,


berharap waktu akan segera berlalu.


Tepat pukul 5 sore, dia segera


berlari keluar gedung EL Group, bahkan untuk menuju mobilnya, Aluna terus


berlari kecil, karena dia sudah tidak sabar untuk menemui suaminya.


Dia mendengus


kesal, karena sore ini dia terjebak macet yang lumayan panjang, membuat niatnya


untuk memeluk erat suaminya sedikit tertunda.


Dia secepat kilat menekan password


pintu apartemen, matanya memindai seluruh ruangan mencari keberadaan Kalun. Namun,


yang ada dia hanya mendapati Riella yang tengah makan di meja makan.


“Di mana Aa’ Kalun La?” tanya Aluna


yang sudah berada di dekat Riella.


Riella menatap sebentar ke arah Aluna, melihat nafas Aluna yang terdengar ngos-ngosan.


“Kakak keluar tadi, katanya mau


balapan sama temannya,” jelas Riella, yang membuat Aluna memejamkan matanya. Dia


baru tahu jika suaminya itu suka balapan, bahkan Kalun tidak pernah


menceritakan hal itu padanya.


Dia sedikit trauma, karena Fandi meninggal ketika mengendarai motor.


“Antar aku ke sana!” perintah Aluna


sambil menarik tangan Riella.


Riella menghempaskan tangan Aluna


dengan kasar, membuat Aluna menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Riella


untuk memberinya penjelasan.


“Bersihkan tubuhmu dulu! Setelah itu


aku akan segera mengantarmu,” ucap Riella dengan tatapan kesal.


Aluna meringis saat menyadari kebodohannya, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu segera berlari


kecil menuju kamarnya, karena malu dengan Riella.


👣

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan vote.🙏👍😊


__ADS_2