Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Acara Riella


__ADS_3

Rumah mewah Erik kini tengah ramai didatangi para tamu undangan yang sudah datang tepat waktu. Berbeda dengan Ella yang tengah membantu menyiapkan dandanan putri pertamanya. Semua orang sibuk dengan dandanannya masing-masing. Termasuk Aluna yang tengah membantu mengenakan dasi Kalun. Suaminya itu tengah menatapnya dengan senyuman menang.


Acara yang dia janjikan sebagai permohonan maaf tadi akhirnya harus batal karena Kalun terus mengerjainya hingga waktu menunjukkan pukul 12 siang, dan Aluna terlalu lelah, jadi, setelah itu mereka berdua langsung tertidur pulas di kasurnya, hingga sore tiba.


Kalun terus menciumi pipi di depannya itu ketika wajah Aluna mendekat ke arahnya.


“Nanti malam lagi ya?” pinta Kalun sambil menunjukkan senyuman indahnya ke arah Aluna.


“Nggak A’ ! lelah setelah ini kita pulang ke apartemen ya, aku lelah sekali.” Aluna


langsung meninggalkan Kalun setelah selesai mengikatkan dasi suaminya. Aluna mengambil bajunya yang serasi dengan baju yang dikenakan oleh Kalun, baju yang sudah disiapkan oleh mertuanya.


Setelah selesai memakai baju dia berjalan ke arah meja nakasnya. Untuk memoles tipis make up di wajahnya dan mengikat rambutnya yang hitam. Kalun masih setia menunggunya di tepi ranjang, sambil mengawasi Aluna yang tengah mengikat rambutnya demi memamerkan lehernya yang kecil.


Setelah keduanya siap, waktu menunjukkan tepat pukul 7 malam, mereka berdua menuruni tangga dengan suara tawa yang keluar dari bibi Kalun. Membuat semua orang yang ada di ruang keluarga menatapnya lekat, karena sejak pagi keduanya tidak turun sama sekali, dengan pintu terkunci rapat, bahkan panggilan untuk makan siang pun mereka abaikan.


Saat ini semuanya sudah lengkap termasuk keluarga Damar yang juga turut hadir di sana.


“Wah … sepertinya sebentar lagi akan ada yang mendapatkan gelar opa nih!” ucap


Damar saat melihat keduanya turun. Dia tengah menggendong bayi mungil di


tangannya, anak kedua dari Ghea yang baru berusia 5 bulan.


“Iyalah Paman, pasti bentar lagi.” sahut Kalun menjawabnya dengan ekspresi datar. Dia lalu


membawa Aluna untuk duduk di sofa dengannya sambil menunggu tamu dari pihak Emil tiba.


Acara lamaran yang diadakan di taman rumah Erik terlihat lebih romantis dari yang Kalun


pikirkan, bahkan melebihi dari yang kemarin dia berikan untuk Aluna. Kalun lalu melirik ke arah Aluna yang tengah bertepuk tangan, istrinya itu turut bahagia atas pertunangan Riella.


“Apa kamu menginginkannya juga? Aku akan membuatkan lamaran yang ke dua untukmu,”


kata Kalun sambil membawa tangan Aluna untuk dia letakkan di pinggangnya.


“Nggak perlu, kemarin saja aku sudah sangat bahagia,” terang Aluna yang terus memperhatikan pasangan serasi di depannya.


“Mereka tidak seperti yang kita lihat, ada rahasia besar yang tersembunyi di antara


Emil dan Riella, berbeda dengan kita, meski awalnya aku tidak mencintaimu. Tapi aku bahagia, karena kejadian pernikahan itu aku bisa menemukanmu. Menemukan tempat


di mana aku akan memberikan semua rasa cintaku untukmu.”


“Sudahlah, kita lihat acara Riella. Jangan menggombaliku terus, atau aku akan pergi jauh darimu,” peringat Aluna.


“Jika kamu pergi aku akan mencarimu, hingga aku menemukanmu,” ucap Kalun dengan tegas dan terdengar dingin di telinga Aluna.

__ADS_1


“Aku tidak akan pergi, jika kamu tidak memintaku pergi,” jelas Aluna lagi, sambil


berjalan meninggalkan Kalun. Karena dia sudah kelaparan dia ingin mengambil


makanan untuk mengisi perutnya.


Aluna berjalan mengambil satu-persatu kue yang sudah disediakan. Dia terus menikmati kue yang ada di tangannya, hingga mulutnya tersedak karena dia terlalu terburu-buru memakan makanan di tangannya.


Aluna segera menerima sodoran minuman yang ada di depannya. Dia meminumnya hingga habis tidak tersisa, lalu kembali menyerahkan gelas kosong itu pada lelaki di


sampingnya. Matanya memindai lelaki itu dari atas hingga ujung sepatunya, bahkan kini rambutnya sudah diberi gel jadi terlihat rapi di matanya, membuatnya bertanya-tanya apa yang membuat lelaki itu berubah.


“Sam,” panggilnya sedikit kaget. Karena melihat Samuel ada di acara pertunangan Riella’


“Hai! Sudah lama tidak bertemu denganmu, sepertinya kamu makan terlalu banyak, hingga membuat tubuhmu, lebih berisi.” Samuel juga membalas tatapan Aluna dari atas hingga ke bawah.


“Apa kamu sedang hamil dengan lelaki yang tidak mencintaimu?” selidik Samuel saat


melihat perut Aluna yang terlihat datar.


“Nggak! Maksudku belum, aku belum hamil anaknya, mungkin sebentar lagi,” ucapnya sambil terkekeh tanpa menyari wajah Samuel yang terlihat kecewa setelah mendengarkan ucapan Aluna. Samuel mengalihkan pembicaraannya, dia tidak ingin mendengarkan lagi jika tiba-tiba Aluna


menceritakan tentang hubungannya dengan suaminya itu yang baik-baik saja itu.


“Apa kamu teman Riella juga?” tanya Samuel yang penasaran saat melihat keberadaan Aluna di pesta pertunangan Aluna. Aluna memikirkan jawaban yang tepat untuk


“Aku, iya …”


“Sayang kenapa lama sekali!”


Suara Kalun tersebut membuat Aluna dan Samuel menoleh ke belakang ke arah Kalun. Mereka saling mengedarkan pandagannya bergantian.


Nggak! Nggak mungkin Aluna selingkuh dengan Samuel. Batin kalu dalam hati. Dia menatap penuh selidik ke arah Aluna.


Mungkinkah ini waktu yang tepat untuk Samuel mengetahui semuanya, jika Kalunsebenarnya adalah suamiku? Batin Aluna dengan menatap bergantian ke arah Kalun dan Samuel.


Sedangkan Samuel menatap keduanya dengan tatapan bingung. Dia ingin segera mengetahui apa maksud panggilan Kalun yang diberikan untu Aluna.


“Maaf Sam, aku harus membawa Aluna pergi,” ucap Kalun sambil menarik tangan Aluna. Namun, baru beberapa langkah pertanyaan Samuel menghentikan langkah keduanya.


“Bagaimana dengan Kayra?” tanya Samuel setelah menyimpulkan apa maksud kelakuan Kalun terhadap Aluna


“Jangan ikut campur dengan masalahku!”


“Ini masalahku juga! Karena aku tidak ingin melihat Aluna kamu campakkan!” cerca


Samuel sambil mendekat ke arah Kalun. Dia berusaha melepaskan tangan Kalun yang

__ADS_1


membawa Aluna.


“Hey! Dia istriku Sam!”


“Apa rencanamu Kal? Jangan membuat Aluna lebih sakit lagi! aku tidak ingin Aluna denganmu, karena aku tahu siapa yang ada di hatimu saat ini.”


Aluna yang mendengar itu, meminta izin pada Kalun untuk menjelaskan semuanya pada


Samuel. Dia ingin menjelaskan tentang pengorbanan Kalun untuknya selama ini pada Samuel.


Aluna berjalan sedikit menjauh dari Kalun, dia sudah berada di belakang tubuh Samuel.


“Dia suamiku Sam, maaf aku tidak jujur denganmu. Dia yang menggantikan Fandi, dia


yang mengucapkan kalimat sakral itu.”


“Apa kamu tahu dia sudah bertunangan dan akan menikah?” tanya Samuel.


“Iya aku tahu setelah kami menikah. Kami sudah membuat kesepakatan, jika dia kembali aku yang akan pergi,” jawab Aluna.


“Kamu bodoh Lun!”


“Iya Sam, aku bodoh karena aku mencintai orang yang seharusnya tidak aku cintai. Tapi


aku tidak bisa menolaknnya lagi, perasaan itu datang ketika dia memberikan kenyamanan untukku.”


“Aku akan merelakannya jika tunangannya memintanya, aku tidak ingin membebani Kalun dengan memilih antara aku atau dirinya, dia sudah berkorban untuk menggantikan Fandi saja aku sudah sangat senang, membuat keluargaku tidak diserang rasa malu karena batalnya pernikahanku.” Aluna terus melanjutkan ucapannya, sedangkan Samuel hanya diam sambil memijit kepalanya.


“Andai saat itu aku berada di sana, pasti aku yang akan menggantikan Fandi. Bukan Kalun


yang sudah memiliki tunangan itu!”


Aluna hanya tersenyum tipis ke arah Samuel.


“Semua sudah digariskan seperti ini Sam, aku akan menerima jalan hidupku,” jelasnya lagi.


“Aku akan terus berada di belakangmu, jika kamu sudah tidak kuat, menolehlah kebelakang, aku akan menerimamu apa adanya.”


Aluna segera memeluk Samuel sebagai ucapan terima kasih pada Samuel yang sufah bersedia menjadi sahabatnya selama ini. Samuel membalas pelukan Aluna dengan senang hati. Dengan mengucapkan kata-kata jika dia akan selalu menamaninya.


Bugh!


Suara kepalan tangan itu terdengar nyaring di telinga Aluna, membuatnya menoleh ke arah lelaki di samping Samuel, dan dia reflek melepaskan tangannya yang ada di tubuh Samuel.


👣


Tinggalkan like dan vote ya🙏

__ADS_1


__ADS_2