Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Bantuan Sosial


__ADS_3

“Bagaimana Riella bisa melakukan itu! Aku sudah memintamu untuk menjaganya!”


Kalun memejamkan matanya saat mendengar ucapan Erik, ia kembali mendekat ke arah Erik yang tengah menatap tajam ke arahnya. Ia tersentak saat Erik melemparkan kepingan plastik kond*m ke wajahnya. Kalun beralih menatap benda berceceran itu.


“Benda ini ada di laci adikmu! Bagaimana kamu menjaganya! Bukannya kamu yang berjanji padaku akan menjaga adik-adikmu! Mana janjimu Kal! Kamu memang tidak bisa diandalkan! Aku menyesal menyerahkan mereka padamu. Ngurus diri sendiri saja tidak bisa! Apalagi mengurus adik-adikmu,” maki Erik di depan wajah Kalun yang terdiam, ia tidak bisa menjawab ucapan Erik. Dia mengakui jika ini memang kesalahannya yang tidak mampu menjaga Riella.


“Maaf.” Hanya itu yang mampu Kalun ucapkan di depan Erik. Dia lalu melirik ke arah Ella yang duduk di sofa, mamanya terlihat menangis di sana. Kalun berjalan mendekat ke arah Ella, dia mencoba menenangkan Ella yang semakin keras saat dia mendekatinya.


“Maafkan Kalun Ma, mungkin memang benar jika Kalun tidak pantas untuk menjadi keluarga Ramones. Kalun janji setelah Aluna pulih, Kalun akan pergi jauh dari kalian.”


Ella menggelengkan kepalanya, menolak keras ucapan Kalun yang akan meninggalkan keluarganya.


“Nggak boleh ada yang pergi, kamu anak Mama! Kamu harus terus di sini,” ucap Ella sambil memeluk punggung Kalun.


“Ma, aku merasa tidak pantas berada di sini! Aku bahkan tidak bisa menjaga istriku sendiri, bagaimana aku bisa menjaga ketiga adikku,” jelas Kalun sambil melepaskan pelukannya, dia menatap wanita di depannya ini dengan penuh penyesalan.


“Pokoknya kamu tidak boleh pergi!” teriak Ella, “Kalau perlu kamu tinggal dengan Mama, di rumah sana,” lanjutnya lalu kembali memeluk tubuh Kalun. Erik hanya mendengus kesal melihat sikap kedua orang di depannya. Dia layaknya melihat sinetron yang tidak kunjung ada habisnya, semalam penuh dia mendengarkan isakkan Ella, karena menemukan bukti bahwa putrinya yang berbuat zina, dengan lelaki yang belum sah menjadi suaminya, dan sekarang dia menghalangi anak lelaki kesayangannya yang akan pergi dari rumah, membuat tangisnya belanjut lagi, setelah tadi bersambung karena malu dilihat orang.


“Suruh Emil dan Riella ke rumah, aku harus segera bertindak sebelum mereka lebih jauh lagi berbuat kesalahan!” perintah Erik yang berbicara menghadap Kalun. Kalun hanya mengangguk, menyetujui ucapan Erik.


“Ma, aku harus menemui Lusi. Katanya ada hal penting yang ingin dia sampaikan padaku! Aku nitip Luna, jaga dia baik-baik seperti Mama menjagaku, oke!” minta Kalun pada Ella, sambil menggenggam erat tangan mamanya.


“Ceh! Tanpa kamu minta aku akan melakukannya! Dasar bodoh!” suara itu keluar dari bibir tipis Erik. Dia masih kesal dengan anak lelakinya itu. Karena semua hidupnya buyar kecuali bisnisnya saja yang jalan.


“Pergilah!” ucap Ella lembut, sambil mejauhkan tubuh Kalun darinya.


Kalun berjalan menyusuri koridor rumah sakit, dia akan menemui Lusi dan meminta penjelasan tentang kondisi Aluna saat ini. Saat tiba di ruangan Lusi dia membuka pelan pintu di depannya. Tanpa dipersilahkan duduk, Kalun langsung mendaratkan pantatnya di depan meja Lusi.


“Aku kira ada setan tadi! Masuk tanpa permisi, tanpa salam!” gerutu Lusi yang kaget dengan keberadaan Kalun yang tiba-tiba berada di depannya.


“Jelaskan padaku bagaimana kondisinya!” Kalun tidak menanggapi ucapan Lusi, dia hanya ingin mengetahui kondisi Aluna saat ini.


Lusi menatap Kalun dengan sedikit senyuman, sebenarnya bukan hal ini yang akan dia sampaikan pada Kalun. Ada hal lain yang ingin dia sampaikan lagi.

__ADS_1


“Istrimu, seperti kemarin yang aku sampaikan, sekarang istrimu hanya punya satu indung telur, hanya sebelah kanan saja.”


“Lalu? Apa yang harus aku lakukan?”


“Jangan dipotong dulu!”


“Apa dia tidak akan bisa hamil lagi?”


Terlihat Lusi menatap tajam ke arah Kalun.


“Hey, dengarkan dulu Kal, istrimu masih bisa hamil, cuma kamu harus berusaha lebih keras lagi!”


“Maksudmu, apa? Haruskah melakukannya sehari 3x?”


Lusi langsung menimpali lengan Kalun dengan buku di tangannya. Setelah mendengar pertanyaan Kalun yang terlihat polos.


“Masih saja bodoh! Bukan usaha yang itu! Kamu tanya saja sama papamu! Dia pasti akan memberikan solusi yang baik untuk kalian berdua!”


“Heh, istrimu akan sulit mendapatkan lagi, sulit bukan berarti tidak bisa, dan kita harus melakukan persiapan yang baik, supaya hal seperti kemarin tidak terulang lagi, karena dengan memiliki satu indung telur, resiko keguguran juga semakin tinggi, aku doakan semoga secepatnya mendapatkan gantinya,” terang Lusi lalu menyodorkan amplop putih di depan Kalun.


Kalun hanya menatap lekat lekat amplop di depannya.


“Apa ini? Bantuan sosial untukku?” tanyanya yang belum menyentuh amplop yang disodorkan Lusi.


“Buka saja, itu hasil tes DNA yang kamu minta,” terang Lusi dengan sedikit kesal, bisa-bisanya Kalun melupakan janjinya kemarin. Kalun hanya diam, memikirkan lagi ucapan Lusi, harusnya hari ini dia membawa Aluna untuk datang kemari dan memeriksakan si utun. Lalu dia akan memberikan amplop ini pada Aluna, sebagai bukti bahwa Kayra tidak hamil anaknya. Matanya menatap ke arah layar aclirik yang kemarin dia baca.


“Ada dua kabar yang harus kamu dengarkan, kamu mau mendengar yang baik atau yang buruk dulu terserah padamu!” jelas Lusi sambil menatap ke arah Kalun yang tengah menyobek amplop tersebut.


“Katakanlah! Aku siap mendengarkannya!”


“Oke, aku akan menyampaikan yang menurutmu itu baik,” ucap Lusi, “Hasilnya tidak cocok, janin itu bukan anakmu! hasilnya tidak ada kesamaan DNA antara kamu dan calon bayi Kayra,” lanjutnya sambil memperhatikan wajah Kalun yang tersenyum tipis.


“Benar kan, aku juga tidak mau, jika calon anakku ada di rahimnya.” Kalun tersenyum licik ke arah kertas putih yang ada di tangan kanannya.

__ADS_1


“Tapi Kal, kabar buruknya kamu juga harus memberitahunya, supaya dia harus lebih waspada lagi!” ucap Lusi.


“Biarlah, aku tidak peduli lagi dengannya, aku hanya butuh ini,” ucap Kalun sambil mengangkat kertas putih di depan wajah Lusi, “Aku hanya ingin membuktikan kepada semua orang, jika yang dikandung Kayra bukanlah darah dagingku! Dan aku tidak berhak lagi menikahinya, karena dia sudah hamil dengan lelaki lain!”


“Kal, dia kena Canser Serviks stadium 1,” jelas Lusi.


Kalun terdiam, sambil menaikkan kedua alisnya, seolah tidak percaya dengan ucapan Lusi.


“Iya. Kayra kena Canser Serviks, meski baru tahap awal, tapi itu bisa mengancam nyawanya, apalagi dia tengah hamil, pasti akan sangat beresiko untuk bayi dan kondisi tubuhnya!”


Kalun mengerjabkan matanya, dia tidak tahu harus bahagia atau sedih saat ini, mengingat Kayra dulu juga pernah ada di hatinya selama bertahun-tahun.


“Biarlah, aku tidak ingin mencampuri urusannya lagi! Aku hanya ingin fokus merawat istriku sekarang!” ucap Kalun yang membuat Lusi menggelengkan kepalanya, atas perubahan yang terjadi pada Kalun yang menjadi lelaki keras kepala.


Setelah mendengarkan penjelasan Lusi, Kalun kembali ke ruangan Aluna. Langkahnya terasa berat saat mengingat penjelasan Lusi yang sepertinya akan sulit untuk mempunyai anak lagi. Tapi dia tidak akan berhenti berjuang untuk mendapatkan pengganti si utun.


Tangan Kalun mendorong pelan kamar ruangan Aluna. Dia langsung mendekat ke arah bed tidur Aluna, saat melihat istrinya duduk dikelilingi oleh dokter dan kedua orang tuanya.


Kalun mendekat dan memeluk Aluna dengan erat. Aluna tidak membalas pelukkan Kalun, dia hanya diam sambil mengerutkan dahinya ke arah mertuanya.


“Sayang, maaf, maafkan aku ya, aku janji aku akan menjagamu dengan baik mulai sekarang! Kita mulai semuanya dari awal oke.” Kalun terlihat bahagia saat mendapati Aluna yang sudah sadarkan diri. Dia menatap Aluna yang kebingungan menatapnya.


“A-apa presentasiku tadi kamu setujui, Kal?”


Kalun terdiam sambil mengerutkan dahinya menatap wajah Aluna yang terlihat panik. Dia semakin bingung saat melihat eskpresi kedua orang tuanya yang menggedikkan bahunya.


“Presentasi apa?” tanya Kalun yang tidak mengerti maksud Aluna.


“Itu yang tadi aku sampaikan, proyek untuk Emero Group? Apa kamu menyukainya?”


👣


Like ya readers.😀👍

__ADS_1


__ADS_2