Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Mengenalmu Lebih Dalam


__ADS_3

Aluna terbangun saat matahari menghangatkan wajahnya, dia masih berada di dalam kamar, yang belum bisa dia buka pintunya. Dia duduk terdiam sambil menatap ke arah pintu kaca, yang menghadap hamparan laut bewarna hijau kebiruan.


Suara air yang berayun seperti mengundangnya untuk mendekat ke sana. Dia lalu berjalan mendekat ka arah pintu yang terletak di samping kamar tersebut. Dia kaget ketika membuka pintu melihat air tepat di bawah kakinya. Tanpa ragu lagi dia segera terjun ke kolam renang, setelah melepaskan lingrie hitam yang dia kenakan.


Aluna berenang di kolam tersebut, tanpa mempedulikan pintu kamar yang belum bisa terbuka, meninggalkan suaminya yang entah di mana dia juga tidak tahu.


Kalun yang baru terbangun, segera berlari ke arah kamar Aluna, saat menyadari pintu kamar masih terkunci.


“Sayang,” panggil Kalun sambil menempelkan telinganya di daun pintu kamar.


“Sayang. Are you oke?” panggilnya lagi karena tidak mendapat sahutan dari istrinya.


Hatinya gelisah, takut terjadi sesuatu dengan Aluna, dia merutuki kebodohannya karena semalam tidak segera membuka pintu kamar yang di tempati Aluna, dia justru tidur nyenyak di atas ayunan.


Kalun berjalan ke arah telepon, untuk meminta bantuan pada pelayan. Dia hanya bisa mondar-mandir sambil menunggu pelayan datang, dia mengingat lagi kejadian semalam, meski dia hanya tertidur beberapa jam, tapi dia memastikan jika semalam tidak terjadi mati lampu, ketika Aluna terkunci di dalam kamar.


Selang berapa menit pelayan tiba, Kalun langsung meminta bantuan pelayan itu untuk membukakan pintu kamarnya.


Dia langsung menerobos masuk saat pintu terbuka, dia terus memanggil-manggil nama Aluna memastikan di mana Aluna berada. Namun, yang ada tidak ada sahutan dari panggilannya itu. Dia lalu berhenti ketika menatap pintu yang terbuka, jantungnya kembali berdetak lebih cepat, saat melihat pintu itu terhubung ke arah laut.


Mungkinkah dia pergi meninggalkan aku? Sayang maafkan aku! Aku bahkan belum mampu untuk mengungkapkan cintaku padamu, tapi kenapa kamu pergi? Ucapnya dalam hati sambil berjalan mendekat ke arah pintu yang menampilkan hamparan Samudra Hindia.


Saat dia sudah sampai di pintu, dia akhirnya sadar, jika Aluna tidak pergi meninggalkannya, Aluna tengah berada di pojok kolam renang dengan hanya memakai pakaian dalam dengan warna senada.


“Pergilah!” perintah Kalun dengan tatapan membunuh pada lelaki di belakangnya, tanpa mengucapkan terima kasih, Kalun langsung mengantar dan menutup pintu kamar dengan kasar. Dia hanya khawatir jika lelaki itu akan menikmati kemolekkan istrinya.


Kalun langsung menjatuhkan tubuhnya ke dalam kolam renang, membuat Aluna tersentak saat mendapati tubuh Kalun yang tercebur ke dalamnya.

__ADS_1


“Pagi Cantik,” sapa Kalun ketika tiba dibelakang tubuh Aluna. “Sarapan yuk, setelah itu kita senang senang mengelilingi pulau ini,” lanjutnya sambil mengangkat tubuh Aluna ke tepi kolam. Dia menahan tubuh Aluna dengan kakinya.


Aluna menjerit kecil karena perlakuan Kalun yang tiba-tiba, dia yang duduk lebih tinggi dari Kalun mencoba mencari tumpuan supaya tidak tercebur lagi ke dasar kolam, tangannya kini sudah bertumpu ke leher Kalun. Sambil menatap manja kearah lelaki di depannya.


“Mau kemana?” tanya Aluna sambil memainkan mata dan alisnya.


“Duh jangan seperti ini, dengan kamu berpenampilan seperti ini saja kamu sudah menggodaku, jadi jangan berbuat lebih, oke Baby!” keluhnya saat mendapati wajah Aluna yang terlihat menggoda dengan rambut basahnya.


“Baiklah, aku akan bersiap,” ucap Aluna sambil beranjak dari duduk, dia lalu meninggalkan Kalun yang tengah menatap kulit putihnya yang terekpos sempurna.


Satu jam kemudian


Keduanya kini sudah keluar dengan mengunakan sepeda yang disediakan oleh pihak resort, dengan Aluna yang membawa sepeda itu, Karena Kalun tidak bisa menggunakan sepeda onthel. Dia hanya sesekali membantu Aluna untuk mengayuh sepeda tersebut. Sambil melingkarkan tangannya ke perut istrinya. Jaraknya yang dituju tidak begitu jauh, jadi Kalun membiarkan Aluna bekerja sedikit keras. Hari ini cuaca terlihat cerah, rencana Kalun, dia ingin mengajak Aluna menaiki jetsky.


“Takut aku nggak mau naik!” tolak Aluna saat melihat motor air itu di depannya. Kalun menghiraukan ucapan Aluna dia justru mengenakan pelampung bewarna orange ke tubuh Aluna.


Dengan memberanikan diri, Aluna menuruti kemauan suaminya, dia mencekram kuat pundak Kalun ketika menaiki jetsky.


Kalun segera menarik gas di tangan kanannya, membuat Aluna memeluk erat perutnya. Dia melajukan jetsky itu dengan laju membuat Aluna berteriak kencang memohon supaya menurunkan kecepatan jetsky yang dinaikinya.


“Ini hukuman buat kamu, karena semalam tidak berhenti menggodaku!” ucap Kalun dengan keras sambil tertawa menang.


Aluna sengaja melepaskan pelukkannya, supaya Kalun segera menurunkan kecepatannya, dia sudah capek karena berteriak-teriak.


“Pegangan nanti jatuh!” perintah Kalun saat tidak mendapatkan pelukkan dari Aluna, dirinya merasa hampa tanpa pelukkan istriya,


hingga akhirnya dia menghentikan jetsky-nya di tengah laut yang terlihat sedikit tenang.

__ADS_1


“Kok berhenti?” tanya Aluna menatap curiga ke arah Kalun. “Bahan bakarnya masih kan, A’?” lanjutnya yang khawatir.


“Sengaja, karena aku ingin membawamu turun ke bawah.” Kalun menoleh ke arah Aluna sambil meraih tangan Aluna yang bebas.


“A’ kita tanpa pengaman loh? Jadi nggak usah macam macam,” ucap Aluna menolak ajakkan Kalun. Kalun akhirnya mengalah karena menyadari kebodohan yang tidak mengutamakan keamanan.


“Kalau begitu kita di sini saja, hingga senja kita baru akan kembali ke resort,” ucap Kalun yang melihat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Aluna menyetujui permintaan Kalun, dia menatap hamparan laut yang terlihat tenang.


“Lun, bisakah kamu menceritakan tentang keluargamu?” tanya Kalun yang kini sudah membalikkan tubuhnya menghadap Aluna.


“Keluarga yah ...” jawab Aluna sambil berpikir, tatapanya menatap kantong t-shirt Kalun supaya terhindar dari tatapan Kalun.


“Nggak ada yang menarik sih, dari keluarga Soeharjo,” lanjutnya sambil tersenyum simpul, menatap wajah Kalun, dia memainkan bibirnya, untuk menghilangkan rasa khawatir yang dia rasakan saat ini.


“Aku hanya ingin mengenalmu lebih dalam lagi, siapa wanita di depanku ini!” Kalun menarik hidung Aluna karena merasa gemas dengan hidung Aluna yang panjang.


Aluna menampilkan senyum kecutnya, lalu memulai menceritakan keluarganya kepada Kalun.


“Papa sama almarhumah mama dulu kawin lari, karena tidak mendapat restu dari orang tua. Tepatnya kakek dan nenekku. Papa sebenarnya sudah dijodohkan dengan istrinya yang sekarang ini. Tapi dia terlalu mencintai mama, hingga dia mempertahankan mama hingga beliau meninggal, alasan mereka sih, karena mama adalah seorang penyanyi café, dan di daerahku sana, kebanyakkan wanita yang bekerja malam itu adalah wanita yang buruk yang suka menjual dirinya ke lelaki hidung belang. Padahal mama tidak seperti itu, bahkan papa menjadi yang pertama dan terakhir untuknya. Seperti aku, akan menjadikanmu yang pertama dan terakhir, ntahlah setelah perceraian nanti, sepertinya aku tidak berniat untuk menikah lagi, karena sejak dulu, aku punya prinsip ingin menikah sekali seumur hidup,” jelas Aluna, yang membuat Kalun terdiam setelah mendengar ucapan Aluna. Dia merasa bersalah, sudah membawa dan mempermainkan pernikahan yang Aluna impikan. Suasana menjadi canggung, keduanya menghidari bertatapan mata, mereka terhanyut dalam dalam pikiran masing-masing.


“Apa mama tirimu memperlakukanmu dengan baik?”


👣


Jangan lupa like dan vote. Bantu Mistake masuk 20 besar, dengan memberikan vote sebanyak-banyaknya. Terima kasih bantuannya🙏


Kiss Online😘

__ADS_1


rehuella.


__ADS_2