Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )
Bosan


__ADS_3

Matahari mulai merangkak naik ke atas, sepasang manusia itu masih asyik menikmati waktu berduanya, mereka enggan beranjak dari kasur yang memberikan kenyamanannya semalam. Kalun justru memeluk dan mencium dengan gemas wajah Aluna. Dia tidak ingin melewatkan pagi yang bahagia ini, terlewat


begitu saja.


Setelah mengetahui isi hati masing-masing, Kalun tidak segan lagi untuk memperlakukan Aluna layaknya wanita yang sangat dicintainya.


“A’ bagaimana nanti jika, Kayra datang dan menggodamu, menawarkan keindahan yang ada di tubuhnya untukmu?” tanya Aluna yang masih belum yakin, jika lelaki di depannya ini benar mencintainya.


“Kenapa kamu bicara seperti itu? Atau kamu ingin ikut ke London saja setelah ini,” ucap Kalun sambil menatap Aluna penuh selidik.


Aluna terlihat gelisah, dia membalikkan tubuhnya membelakangi Kalun. Rasa takut kehilangan Kalun tiba-tiba menyerangnya, dia takut kehilangan cintanya lagi, cukup sekali saja dia kehilangan Fandi, jangan sampai dia juga kehilangan Kalun.


“Apa aku orang jahat A’? aku merebutmu dari Kayra, pasti dia akan terluka, belum nanti keluarganya pasti mereka akan membenciku.”


“Stt … ngomong apa sih kamu, tidak akan ada yang membencimu, kita sudah berusaha untuk menolak perasaan itu, tapi nyatanya kita saling mencintai,” jelas Kalun sambil membalikkan tubuh Aluna.


Aluna hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain, menghindari tatapan Kalun yang tengah menatap lekat wajahnya.


“Apa kamu tidak penasaran dengan apa yang dibawakan mama untuk kita, Sayang?” Kalun bertanya setelah merasa puas menatap wajah Aluna, dia beralih sambil mengusap rambut hitam Aluna.


Aluna yang mendengar ucapan Kalun, segera beranjak dari tidurnya, dia hanya mengenakan kaos milik Kalun yang terlihat kebesaran, karena semalam dia merasa kedinginan dan Kalun mengenakan bajunya itu untuk Aluna.


Aluna mengambil kotak yang dibungkus warna hijau itu, dia lalu menyerahkan kepada Kalun untuk membukanya.


Kalun yang penasaran segera membuka kotak itu, kedua orang tuanya itu memberikan buku-buku tentang panduan pembuatan bayi kembar, beserta vitamin pendukungnya. Kalun tersenyum smirk ketika melihat kotak itu, Aluna yang juga melihat hanya menggedikkan bahunya.


“Mereka sudah tidak sabar, bagaimana jika membuatnya sekarang?” tanya Kalun sambil menatap Aluna penuh arti.

__ADS_1


Aluna terlihat membuang nafasnya kasar, sambil menatap ke arah jendela.


“Tunggu masalahmu dengan Kayra selesai dulu A’ setelah itu kita baru melakukan misi kita,” jelas Aluna yang sudah kembali menidurkan tubuhnya.


“Baiklah, saat aku ke London kamu minum vitamin dari papa ya, biar setelah aku pulang nanti, bisa langsung terjadi pembuahan.” Kalun menutup kotak itu lalu menyerahkan kembali kepada Aluna.


Dia berencana setelah kepulangannya dari Maldives, satu minggu kemudian dia akan pergi ke London untuk menemui Kayra, dan Kakun berencana ingin mengakhiri hubungannya dengan Kayra. Mereka sudah sepakat dan Aluna tidak keberatan jika itu jalan terbaik untuknya dan Kalun.


“Bosan deh A’ di kamar terus,” kata Aluna sambil melepaskan tangan Kalun yang melingkar di perutnya, dia lalu mendudukkan tubuhnya karena merasa terancam dengan posisinya tadi.


“Emangnya mau kemana? Mau shopping kerang apa? Atau mau mancing ikan?” goda Kalun sambil bergelayut manja di leher Aluna.


“Ya boleh juga itu mancing ikan, Aku mandi dulu ya!” kata Aluna sambil melepaskan tangan Kalun. Dia lalu berlari kecil ke arah kamar mandi, karena ingin segera menghindari tatapan Kalun yang menyerigai ke arahnya.


“Nakal banget sih!” gumam Kalun sambil mengikuti Aluna, yang sudah lebih dulu berada di dalam kamar mandi.


“Tunggu A’ aku sebentar saja kok, aku mandinya, kamu tunggu saja di kasur,” balas Aluna dengan suara teriakkan.


“Nggak ya! Aa pengen mandi bareng sama kamu, aku butuh kamu menggosok punggungku, sepertinya banyak jerawat kecil di sini.” Kalun tertawa tanpa suara, setelah mengucapkan itu di depan pintu kamar mandi.


Tidak lama kemudian pintu terbuka, menampilkan Aluna yang sudah mengenakan handuk putih yang sudah terikat kencang talinya, membuat Kalun menampilkan wajah kecewa saat melihat penampilan Aluna.


“Kamu sudah selesai mandi?” tanya Kalun saat memasuki kamar mandi, dia mendekat ke arah Aluna hingga membuat Aluna berjalan mundur menghindari tubuhnya.


Hingga tubuh Aluna membentur meja wastafle, dia baru menghentikan langkahnya, tangannya ke depan untuk menahan dada Kalun yang semakin mendekat ingin menempel di tubuhnya.


“Aa sudah ya, kemarin sudah sampai subuh loh. Jangan lagi!” ucap Aluna lembut sambil menunduk menatap dada Kalun yang terdapat bulu halus yang belum dia cukur.

__ADS_1


“Kita pengantin baru loh!” ucap Kalun sambil mendekatkan lagi tubuhnya ke arah Aluna.


“Sudah ya, sini katanya mau aku bantu bersihkan jerawatnya!”


Kalun pura-pura meraba punggungnya yang tidak terdapat jerawat. Senyum mesumnya dia perlihatkan ke arah Aluna, semakin membuat Aluna pasrah dengan suaminya itu, tangannya yang menahan Kalun, berusaha mencari rambut halus yang ada di dada Kalun, hingga akirnya membuat Kalun mengaduh kesakitan, karena Aluna menariknya hingga rambut itu tercabut dari kulit Kalun.


Aluna tertawa bahagia, ketika melihat suara rintihan kecil yang keluar dari bibir Kalun. Tangannya menutup mulutnya, supaya Kalun tidak memarahi kelakuan tangannya yang jahil itu.


“Kamu senang jika suamimu ini kesakitan?” tanya Kalun yang sudah menarik pinggang Aluna untuk mendekat denganya.


“Nggak! Aku sedih dong, tapi kalau yang membuatmu sakit aku, aku akan senang, hahaha,” balas Aluna diakhiri suara tawanya yang masih tersisa.


“Aku pikir, kamu dulu wanita dingin yang tidak bisa tertawa seperti ini, aku bahagia melihat dan mendengar tawamu itu, aku ingin melihatnya setiap hari, menyambutku ketika aku pertama kali membuka mata,” ucap Kalun setelah mengecup singkat bibir Aluna. Aluna menampilkan giginya yang rapi ke arah Kalun.


“Bukan senyuman seperti itu Sayang,” ucapnya sambil menarik kasar tali handuk Aluna. Membuat Aluna memukul pelan lengan Kalun yang sudah tersenyum menang ke arahnya.


“karena lelaki ingin dimengerti,” lirihnya sambil membuka pelan handuk Aluna. Aluna hanya menikmati sentuhan yang diberikan oleh Kalun, hingga akhirnya dia ikut larut dalam gairah yang diciptakan oleh suaminya, dia yang awalnya menolak membuat Kalun semakin menginginkannya. Hingga dia hanya bisa melayani suaminya kembali, Kalun mengangkat tubuh Aluna yang sudah bersih itu untuk kembali ranjang, hingga meninggalkan jam sarapan yang sudah terlewat dari jam nya.


Gedoran pintu depan, membuat Kalun menghentikan aktivitasnya, dia langsung berlari ke arah kamar mandi, beruntung dia sudah menyelesaikan pelepasan pertamanya, membiarkan Aluna untuk segera membuka pintu depan.


Aluna kembali mengikatkan handuknya dengan kencang, lalu berjalan ke arah pintu kamar untuk mengetahui siapa yang mengunjunginya.


👣


Jangan lupa untuk like dan vote ya. Terima Kasih.


Undangan Masuk GC

__ADS_1


Masuk gc ya, nanti malam jam 19.00 wib akan ada kuis seputar novel saya, jadi yang belum gabung segera ikut gabung ya.


__ADS_2