
Rei berjalan di koridor, dan tiba-tiba saja ada yang menarik tangannya dan langsung mencium dirinya.
Prang
Suara benda yang terjatuh itu membuat Marva melepaskan ciumannya pada Rei.
"Ma ... maaf, saya tidak bermaksud mengganggu." Perawat itu langsung meninggalkan Marva dan Rei dengan wajah merah karena malu sendiri dengan apa yang dia lihat.
Bukankah itu tuan Marva? Tapi tuan Marva kan sudah menikah dan memiliki anak. Bukankah dokter Rei sedang dekat dengan dokter Agam? Apa mereka sedang selingkuh? Ya ampun, dokter Rei serakah sekali, mau sama dua-duanya. Mendingan dokter Agam buat aku saja. Ternyata penampilan memang sering menipu, ya. Aku pikir dokter Rei itu memang kalem. Ternyata menghanyutkan.
"Apa yang kamu lakukan, hah? Kamu sudah membuat aku dalam masalah besar! Tidak lama lagi gosip akan tersebar, aku akan dicap sebagai perempuan murahan dan pelakor. Ingat, kamu itu sudah punya istri dan anak-anak!"
"Ya kan anak-anak aku, anak-anak kamu juga, Rei," jawab Marva dengan santai.
Deg
Rei terdiam.
__ADS_1
Ini sepertinya untuk yang pertama kalinya Marva mengatakan Radhi dan Raine adalah anak-anak mereka.
"Jangan bersikap seenaknya, Marva. Kita sudah lama berpisah. Tidak ada hubungan apa-apa di antara kita. Hubungan kita di masa lalu hanya sebatas kontrak pekerjaan. Aku tidak mau ada gosip miring antara kita."
"Kenapa, apa karena kamu tidak mau dokter Agammu itu tahu tentang kita?"
"Ini tidak ada hubungannya dengan Agam."
"Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan pria lain, Rei."
"Tentu saja ada urusannya denganku, karena kamu ibu dari anak-anak kita. Dan aku sedang berjuang untuk kamu. Tolong tunggu aku dan bersabarlah. Aku akan membuat kamu bisa bersama anak-anak tanpa sembunyi-sembunyi lagi."
Rei terdiam.
Apa aku salah dengar. Apa dia akan mengakui pada dunia kalau aku adalah mantan istrinya? Rasanya tidak mungkin.
Memanfaatkan keterdiaman Rei, Marva kembali mencium perempuan itu. Rei berusaha melepaskan Marva, hingga dia kehabisan nafas.
__ADS_1
"Jangan dekat lagi dengan pria mana pun, aku tidak suka."
Marva lalu mengecup kening dan bibir Rei kembali, lalu pergi. Marva sebenarnya mau mengajak Rei pulang, tapi sekarang Rei masih ada praktek, dan dia juga punya urusan lain.
"Dasar pria sialan, enak saja dia berbuat seperti itu."
Rei mengusap bibirnya yang basah dan bengkak. Lalu memejamkan mata sesaat.
Dia harus bersiap-siap dengan gosip yang akan beredar. Dekat dengan dokter Agam saja digosipkan, apalagi ini, tertangkap basah dengan pria beristri, yang juga memiliki saham di rumah sakit ini.
Hal yang pertama ingin sekali dia lakukan adalah cerita dengan sahabat-sahabatnya, tempat dia berbagi suka dan duka. Tapi masalahnya yang lain juga sangat sibuk. Freya sedang sibuk dengan kafenya sekarang. Monic dan Letta ada di klinik, sedangkan Zilda juga sedang praktek.
Rei teringat saat dulu dia digosipkan jalan dengan seorang pria ke hotel saat masih SMA.
Ini akan lebih berat daripada saat itu. Dulu orang-orang hanya bisa menerka-nerka dari penampilan aku saja. Tapi sekarang ada saksinya.
Apa nanti yang akan keluarga Arthuro lakukan saat tahu tentang gosip ini? Pasti Vio akan langsung datang dan melabrakku.
__ADS_1