Mother

Mother
118 Wali Dan Pengacara


__ADS_3

Namun baru setengah perjalanan menuju rumah orang tuanya, dia sudah disuruh pulang ke kediaman keluarga Arthuro.


Rei turun dari mobilnya, bertepatan dengan mobil lain yang datang.


"Ikut kami!"


"Heh, kalian siapa?"


Tanpa menjawab, mereka memaksa Rei memasuki mobil hitam itu.


"Rei, Rei!" teriak Agam yang melihat Rei dibawa paksa.


Tidak hanya Agam, Marcell, Monic, Letta dan Zilda juga melihatnya.


Freya datang dan turun dari mobil.


"Rei dibawa pergi."


"Sama mobil hitam yang keluar dari sini."


Freya kembali masuk ke mobil, disusul oleh Marcell, Monic, Letta, dan Zilda.


"Agam, kamu yang mengurus semua di sini."


"Baiklah, kalian hati-hati."


Marcell langsung menghubungi seseorang.


"Halo?"


"Rei diculik."


"Terus apa hubungannya sama aku? Seharusnya Marva yang kamu kasih tahu, bukan aku."

__ADS_1


"Ini si Freya nyusul mereka."


"Apa? Kenapa tidak bilang dari tadi."


"Lah, ini kan aku sudah bilang."


"Makanya kalau ngomong tuh jangan ribet."


"Kamu yang ribet!"


"Aaaa Freya, jangan kencang-kencang!"


Arby yang mendengar teriakan itu langsung ikut panik.


"Tungguin aku, jangan sampai Freya kenapa-kenapa."


Karena tidak mau ribet untuk yang kedua kalinya, Marcell langsung mengirimkan pesan di grup saja. Biar semuanya langsung tahu.


"Minggir, kami mau masuk."


"Tapi Nona ...."


"Minggir!" perintah Marcell.


Mereka lalu masuk ke pekarangan mansion Arthuro, dan masuk ke rumah itu.


Di sana sudah ada keluarga Marva kecuali Marva dan anak-anak.


Tanpa di persilahkan, Freya duduk dengan santainya, disusul oleh yang lain.


"Kenapa kalian ke sini? Kalian tidak ada urusan dengan semua ini."


Tidak lama kemudian Ikmal dan Vian masuk. Disusul oleh Arby dan Chiro, juga Marva dan anak-anaknya karena mereka memang sedang menjemput anak-anak itu.

__ADS_1


Dan yang paling tidak terduga, Mico juga datang.


"Untuk apa kamu ke sini, kamu tidak berhak menginjakkan kaki di kediaman keluarga Arthuro." Frans menatap tajam Mico.


"Aku datang sebagai wali Rei, dan Mico adalah pengacara Rei."


Arby langsung tertawa mendengar perkataan Freya. Freya mendelik kesal pada pria itu.


"Kamu yakin jadi walinya Rei? Umur kamu bahkan lebih muda dari dia," ucap Arby. Sahabat-sahabatnya juga menahan senyum.


Memang, selain ketiga anak kecil itu, tentu saja umur Freya lah yang paling muda.


"Ck, pokoknya aku datang sebagai wali Rei, dan Mico adalah pengacara Rei."


Sejak kapan aku menyewa Mico sebagai pengacara aku? Batin Rei.


"Anak-anak, kalian main ke kamar, ya." Perintah Freya yang langsung dituruti ketiganya dengan cepat.


Frans tentu saja memperhatikan itu, dan timbul sebuah keinginan di hatinya akan sesuatu hal.


"Apa yang kalian inginkan dari Rei?"


"Bukankah sudah jelas, bahwa dia telah melanggar kesepakatan yang ada. Di surat perjanjian itu, jelas dikatakan bahwa dia harus pergi dan tidak boleh mengganggu keluarga ini lagi. Dia tidak boleh muncul di hadapan kami terutama Radhi dan Raine."


"Dan bukanlah sudah jelas kalau dia juga sudah menepati kesepakatan itu dengan sangat baik?" tanya Freya, yang langsung diangguki Mico.


"Pertama, Rei sudah pergi dari rumah ini sebelum kalian sendiri yang memintanya."


"Kedua, dia sudah pergi sejauh mungkin, bahkan ke London tanpa kalian tahu."


"Ketiga, pertemuan pertama di pernikahan itu tentu saja di luar kuasa kedua belah pihak, karena kita sama-sama tidak ada yang tahu kalau kita akan bertemu di sana."


"Keempat, Rei tidak pernah menemui anak-anaknya secara diam-diam."

__ADS_1


__ADS_2