Mother

Mother
124 Rahasia Anak-Anak


__ADS_3

"Chiro, ngapain kalian di dalam, ayo sini ke luar."


"Kata mommy ini urusan perempuan, Daddy. Kalian jangan ikut campur."


"Tapi kamu dan Radhi laki-laki, kalian berdua keluar."


"Ini urusan laki-laki, Daddy jangan berisik, mengganggu Chiro, saja."


"Daddy juga laki-laki, jadi Daddy mau masuk."


"Daddy dan para uncle sudah tua, ini urusan anak-anak."


"Tapi ...."


"Bisa diam tidak sih, kalau masih berisik, kalian pulang sana!" ucap Freya membuka pintu, lalu kembali menutupnya.


Arby mendengkus, mana bisa dia tanpa Chiro. Para pria itu akhirnya tidur di sofa, kecuali Arby yang sejak tadi susah untuk tidur.


Tengah malam, Chiro keluar dari kamar dan langsung tidur memeluk dirinya. Arby yang dipeluk oleh Chiro, membuat tidurnya langsung nyenyak. Sebelum Subuh, Chiro kembali ke kamar Freya, dan memeluk Freya.


Pagi harinya, mereka terbangun.


"Kamu bisa tidur, Ar?" tanya Ikmal. Karena mereka sangat tahu bagaimana Arby selama ini.


Arby melihat ke sebelahnya, tidak ada Chiro, dan dia menghela nafas berat.


Sampai jam enam pagi, para perempuan dan anak-anak itu tidak ada yang keluar kamar.

__ADS_1


"Sudahlah, kita masak saja."


Arby langsung ke dapur, dan menyiapkan masakan untuk sarapan. Marva juga melakukan hal yang sama. Dia memang tidak selihai Arby dan yang lain dalam memasak, jadi lebih banyak mengacau daripada membantu.


"Kalian seperti suami takut istri."


Arby membuat makanan kesukaan Freya dan Chiro. Dia memang sudah terbiasa menyiapkan kebutuhan Chiro sendiri sejak anaknya masih bayi.


Aroma masakan sampai ke kamar Freya. Di kamar itu, mereka tidur bersama-sama dan terlihat seperti tempat pengungsian.


"Mereka sudah selesai masak, tuh."


"Bagus, ayo kita ke luar. Setiap kali mereka ke sini, pasti merusuh."


Dengan santainya Freya langsung duduk di ruang makan, dan mengambil beberapa makanan.


Arby yang melihat itu senang, tapi juga cemberut. Cemberut karena tidak ada morning kiss (ngarep).


"Kalian kenapa?"


"Tidak apa-apa, Aunty."


"Kenapa kalian sering bisik-bisik dengan Chiro?"


"Ini rahasia anak-anak, Aunty."


Para perempuan itu tertawa, berbeda dengan para pria yang sudah tahu kebiasaan Chiro dan si kembar yang sering bisik-bisik.

__ADS_1


Ponsel si kembar berbunyi.


"Ya, Mama?"


"Kapan kalian pulang?"


"Belum tahu. Kata ayah, kami menginap dulu di tempat Chiro."


"Ya sudah, kalian sudah sarapan?"


"Ini kami lagi sarapan. Daddy Chiro yang memasak bersama para uncle lain."


"Ya sudah. Mama sayang kalian."


"Kami juga sayang mama."


Rei yang mendengar itu, merasa iri. Dia juga mau mendengar kata-kata sayang itu dari anak-anaknya.


Sampai sekarang belum ada kejelasan dari Frans soal keinginannya. Mungkin saja Frans menolak. Meski sekarang orang-orang tahu bahwa ibu kandung si kembar adalah dia, tapi yang paling penting bagi Rei adalah pengakuan dari anak-anaknya, bukan pengakuan dari masyarakat.


"Kalian pulang sana, kami juga mau kerja."


"Kalian kerja di saat seperti ini?"


"Kami ini dokter, bukan pengusaha seperti kalian yang bisa melakukan pekerjaan di rumah dan bekerja online," ucap Monic.


"Kami juga hari ini harus ke klinik. Cuti yang diberikan rumah sakit masih ada."

__ADS_1


"Biar kami antar."


"Enggak usah, kalau ada yang melihat kalian bisa panjang lagi nanti beritanya."


__ADS_2