Mother

Mother
80 Jangan Berharap Terlalu Banyak


__ADS_3

Ikatan batin memang tidak bisa dihilangkan, hubungan yang pernah terjalin tidak selalu bisa dilupakan.


Dan itulah yang terjadi


Radhi dan Raine selalu merindukan Rei, dan meminta Chiro untuk bertanya pada mommy-nya kapan ke Jakarta.


Mereka tidak bisa selalu menghubungi Rei, karena Vio sering bersama mereka kalau perempuan itu tidak sibuk.


Begitu juga dengan Marva, meski sudah bicara dengan Rei saat di London dulu, namun tetap saja ada satu perasaan yang mengganjal.


Marva memang memiliki nomor ponsel Rei yang dia hapal. Sedangkan dia sendiri juga sebenarnya memiliki foto-foto Rei bersama anak-anaknya yang tentu saja dia simpan di laptopnya yang punya kode sehingga tidak ada yang bisa membukanya.


Marva selalu tidak tahu, kenapa dia melakukan hal ini.


Apa karena perasaan bersalah, atau karena dalam hati kecilnya, tidak bisa dia pungkiri kalau Rei adalah ibu kandung dari anak-anaknya yang sangat dia sayangi. Yang sudah memberikan keturunan untuk keluarga Arthuro, khususnya keturunannya.


Marva selalu menunggu kesempatan untuk bisa pergi ke London dengan alasan pekerjaan. Tapi yang ditunggu tidak juga hadir, dirinya sibuk dengan perusahaan di Jakarta.


"Ayah, Chiro mau ke Hawaii bersama daddynya. Ayo kita juga ke sana."


"Tapi ayah lagi sibuk, Sayang."


"Ayo, Ayah. Kasihan Chiro, mommynya masih sibuk kerja."


"Kamu ke sana saja, Va. Ajak anak-anak."

__ADS_1


"Tapi Vio lagi sibuk kerja, Pa."


"Biar Vio di sini saja. Toh kalian di sana juga tidak lama, kan. Vio juga sering jalan-jalan ke luar negeri. Papa dengar Ikmal, Marcell dan Vian juga mau menyusul ke sana. Kamu dan anak-anak pergilah bersama mereka."


"Iya, kalau ada mereka, mama juga lega, karena banyak yang menjaga Chiro, Radhi dan Raine."


"Ya sudah."


Kali ini Vio melepas kepergian mereka dengan senyuman. Selama beberapa bulan ini, tidak ada hal yang mencurigakan.


Radhi dan Raine beserta ayah dan para uncle mereka tiba di Hawaii.


"Kalian mau apa ke sini?"


Arby mendengkus, kenapa mereka selalu mengikutinya ke mana pun dia pergi? Tapinya begitu, mereka memang sudah ditakdirkan untuk selalu bersama, kan.


Mereka menuju pantai, di mana banyak turis dari berbagai negara.


"Mommy, Mommy." Teriakan ceria Chiro itu mengalihkan perhatian mereka.


Siapa yang paling senang atas pertemuan ini?


Tentu saja anak-anak itu dan tim cowok.


Sedangkan yang perempuan, selain bertemu dengan ketiga anak kecil itu, tidak ada satu lun yang membuat mereka senang.

__ADS_1


Arby dan Chiro langsung sibuk dengan Freya.


Sedangkan Monic bersama Ikmal yang keduanya terlihat yang paling akur dan normal.


Vian dan Marcell, seperti biasa, selalu mengganggu dua perempuan yang lainnya.


"Dokter cantik, Dokter di sini juga?"


Rei mengangguk, wajahnya terlihat berbinar saat melihat anak-anaknya.


Marva akhirnya mau enggak mau tapi sebenarnya mau itu, mengikuti merek bertiga yang sama sekali tidak peduli dengannya.


Ibu dan anak-anak itu tidak peduli padaku.


Marva melihat tingkah Arby dan Freya, dan tiba-tiba saja ... entah kenapa, dia merasa iri.


Iri ya, bukan cemburu, loh!


"Aunty, gedong."


Hati Rei sedih saat mendengar Raine yang memanggilnya aunty.


Sadar dirilah, Rei. Bagaimana pun, bagi mereka, ibu kandung mereka adalah Viola, bukan kamu.


Jangan berharap terlalu banyak kalau mereka akan memanggil kamu bunda ....

__ADS_1


__ADS_2