Mother

Mother
76 Memanfaatkan Anak-Anak


__ADS_3

"Kalian mau apa ke sini?" tanya Erlang saat melihat pasukan yang mendekatinya.


Ada Ikmal, Marcell, Vian, Marva dan anak-anaknya.


"Mau mengejar cinta," sahut Marcell dan Vian.


"Aku diajak oleh mereka, untuk memeriahkan suasana," jawab Ikmal, yang memang mau ikut.


"Kamu juga mau mengejar cinta?" tanya Erlang pada Marva.


"Aku menemani anak-anak aku, mereka ingin menemani Chiro, agar tidak kesepian."


"Cih, alasan, memangnya aku tidak tahu akal bulus kamu!"


"Ayo Daddy, nanti mommy kangen Chiro."


"Ayo."


Mereka langsung menaiki jet pribadi milik keluarga Abraham itu.


Erlang melirik Marva yang seperti sedang berpikir.


"Kamu pasti lagi mikir bagaimana cara mendekati Rei, kan?"


"Sok tahu, kamu."


"Tahu lah, karena aku juga begitu. Tapi, Va, jangan lagi mendekati Rei. Kamu dan dia sudah lama berlalu."

__ADS_1


"Kamu dan Freya juga sudah lama berlalu."


"Jangan samakan. Di antara kami, tidak ada perempuan lain, sedangkan di antara kamu dan Rei, ada Viola."


"Aku hanya mau menyelesaikan masalah masa lalu. Saat itu dia pergi begitu saja sebelum aku mengatakan apa-apa."


"Memangnya apa yang mau kamu katakan saat itu? Talak? Atau pernyataan cinta?"


Marva diam saja, dia juga tidak tahu kenapa dia selalu merasa ada yang mengganjal. Apa karena dia belum mengatakan talak secara langsung?


Akhirnya mereka tiba juga, dan langsung menuju apartment Freya yang sudah dicari tahu oleh Erlang.


Marva yang menekan bel, karena dirinya yang paling dekat.


Pintu dibuka


Mereka bisa melihat wajah Freya yang kaget. Berkat Chiro, mereka bisa juga masuk ke dalam, setelah tadi sempat mau ditutup oleh Naya.


Mata mereka langsung melebar saat melihat penampilan para wanita. Marva juga tidak kalah kagetnya, dan terus menatap Rei.


"Tolong ya, kondisikan mata kalian," ucap Freya.


Setelah para perempuan itu mandi, mereka justru memakai daster yang semakin menunjukkan keseksian mereka.


"Yang begini saja mereka begitu, apalagi kita pakai bikini?"


Mereka makan malam setelah memesan makanan. Marva yang sejak tadi mau bicara dengan Rei, masih belum bisa. Perempuan itu selalu menghindari dirinya. Sedangkan si kembar terlihat sangat dekat dengan Rei.

__ADS_1


Malam ini para pria itu tidur di apartemen milik Monic. Marva tidur bersama anak-anaknya, karena di sana ada beberapa kamar.


Keesokan paginya, mereka kembali ke unit Freya, dan sudah ada sarapan.


"Jangan lupa cuci semuanya."


Para pria itu akhirnya mencuci piring, dan melihat-lihat isi apartemen itu.


"Mereka kompak banget, ya. Tinggal sebelahan tapi lebih memilih selalu berada di unit yang sama."


Karena si kembar ikut, akhirnya Chiro bermain bersama mereka, sementara para pria dewasa itu bekerja dengan laptop mereka.


Memasuki jam makan siang, Marva mengajak anak-anaknya untuk ke rumah sakit menemui Rei. Hanya dengan cara ini saja Rei bisa dia temui tanpa penolakan.


"Kalian bujuk doner Rei biar mau kita ajak makan di kafe, ya?"


"Iya, Ayah."


Marva selalu meyakinkan dirinya sendiri kalau apa yang dia lakukan ini tidak salah. Dia tidak selingkuh, yang akan dia temui juga ibu dari anak-anaknya, dan dia tidak hanya berdua saja dengan Rei.


Sesampainya di rumah sakit, Marva langsung menemui Rei.


"Kalian yang bilang. Kalau ayah yang bilang, pasti dokter Rei tidak mau." Sekali lagi Marva memanfaatkan anak-anaknya.


"Dokter cantik!"


Rei kaget melihat kedatangan si kembar bersama ayahnya. Dia menghela nafas, dan tesenyum hangat pada anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2