
Marva lega, dia senang melihat wajah Rei yang berbinar. Wajah itu tidak berhenti tersenyum sejak tadi, memberikan getaran-getaran di hatinya. Dia pikir, dengan berlalunya waktu, maka perasaan itu akan menghilang dengan sendirinya. Dia juga berpikir, mungkin saja perasaannya adalah perasaan simpatik dengan keadaan perempuan itu.
Tapi ternyata salah.
Itu memang cinta.
Dia tidak suka melihat kedekatan Rei dengan dokter Agam.
Dokter tampan yang menjadi salah satu idola di rumah sakit itu.
Mengingat dokter Agam, membuat Marva cemas. Jalannya masih panjang. Dia harus meyakinkan dan membuat Rei jatuh cinta padanya. Dia juga harus meyakinkan keluarganya untuk menerima Rei.
Dan dia akan terus berusaha.
Dia tahu akan banyak yang menentangnya, tapi dia juga tahu kalau sepupu-sepupu sekaligus para sahabatnya itu akan mendukung apa saja yang menjadi keputusannya.
Terutama Arby.
Tentu saja Arby yang sangat memahaminya meski sifatnya kadang menyebalkan. Mereka yang sama-sama diri ditinggalkan istri, meskipun istri Arby hanya satu saja.
Mulai saat ini Marva tidak perlu ngumpet-ngumpet lagi jika ingin membawa anak-anaknya bertemu dengan Rei. Dia juga tidak perlu lagi menutupi kalau ingin bertemu berdua saja dengan mantan istrinya itu.
Tapi apa bisa dia meminta bantuan Freya?
Mengingat sikap Freya yang sering ketus padanya. Bukan karena dia tidak punya nyali mendekati Rei sendiri.
Marva sudah berusaha untuk mendekati ibu dari anak-anaknya itu.
__ADS_1
Rei adalah perempuan baik-baik yang tidak mau dekat dengan pria beristri.
Marva melihat Vio, sadar bahwa Vio kah halangan pertama.
Biar saja dia dianggap jahat.
Biar saja dia dianggap egois.
Biar saja dia dibenci.
Biar saja dia dicaci maki.
Biar saja dia disumpahi.
Dia ingin bahagia.
Dia mau bersama orang yang dia cintai.
"Apa kami boleh meminta sesuatu pada bunda?"
"Kalian mau minta apa, kalau bisa bunda kasih, akan bunda berikan."
"Kami mau punya dede bayi."
Deg
Reaksi mereka berbeda-beda
__ADS_1
Rei, wajahnya memerah, malu mendengar keinginan si kembar.
Marva, terlihat senang, apa ini jalan agar dia bisa bersama dengan Rei lagi?
Vio, terlihat sedih, apa Radhi dan Raine menginginkan Rei dan Marva kembali bersama?
Yang lain?
Ada yang senyum-senyum, ada yang bingung. Pokoknya kalau ada yang melihat mereka saat ini, akan terlihat lucu.
Mendengar kata-kata dede bayi, Chiro lah yang langsung menanggapi dengan heboh.
"Aku juga mau, aku juga mau."
"Iya, nanti bunda aku bisa menikah dengan uncle Ikmal. Lalu mama aku bisa menikah dengan uncle Vian."
"Mommy akan menikah dengan uncle Nico dan daddy bersama aunty Jasmine."
"Jangan aunty Jasmine, Chiro, sama aunty Monic saja."
"Iya deh, sama aunty Monic."
"Ayah sama aunty Zilda."
"Nanti kita punya dede bayi yang banyak."
Orang-orang dewasa itu sama-sama mengurut kening.
__ADS_1
Anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Mereka pikir mereka bisa mendapatkan dede bayi dari setiap orang, sama seperti mendapatkan mainan dari orang-orang itu.
Freya kini merasa lega melihat Rei yang sudah mendapatkan haknya.