
Mereka sudah bisa melihat keadaan Freya, tapi tidak lama. Kedua orang tua Freya lebih dulu, lalu kakak dan adiknya.
Tidak bisa diborong, tentu saja mereka harus menunggu lagi untuk beberapa waktu untuk yang belum melihatnya. Tapi karena Chiro sudah menuntut, akhirnya Chiro dan Arby bisa masuk, meski tidak lama yang penting mereka bisa. melihat perempuan yang sangat penting dalam hidup mereka itu.
Daddy dan anak itu meneteskan air mata mereka saat melihat keadaan Freya. Kepalanya diperban, begitu juga dengan tangan dan kaki. Wajah cantik itu kini tak lagi terlihat mulus. Banyak biru-biru di wajahnya. Arby sangat yakin, jika dia membuka selimut itu dan melihat tubuh Freya, maka yang dia lihat adalah memar di sekujur tubuhnya.
Dilihatnya wajah itu lekat-lekat. Sudut mata Freya memar, dan terlihat benjolan di pelipisnya.
Wajah itu nyaris tidak bisa terlihat karena tertutup oleh perban dan alat bantu pernafasan.
"Ayo Chiro, biarkan mommy istirahat."
Chiro memegang ujung tangan Freya.
"Ecan pergi dulu, Mommy. Ecan tidak akan nakal, janji. Ecan akan menggantikan Mommy selama Mommy bobo di sini. Ecan akan menyuruh daddy, grandma, grandpa, para aunty dan uncle makan yang teratur dan istirahat yang cukup seperti apa kata mommy. Nanti kalau mereka tidak nurut, boleh enggak Ecan sentil saja mereka? Boleh enggak, Mom? Enggak boleh ya, Mom? Enggak sopan? Terus gimana caranya biar mereka nurut apa kata mereka?"
Chiro diam berpikir.
__ADS_1
"Tapi Mommy tenang saja, serahkan semuanya pada Chiro. Ecan keluar dulu ya Mommy, mimpikan Ecan seperti Ecan yang selalu memimpikan Mommy. Mommy juga jangan lupa mimpikan daddy, biar daddy enggak irian."
Arby sejak tadi terus saja mengusap air matanya.
Mereka berdua keluar dengan membawa air mata.
Rei dan Monic ingin sekali masuk, tapi masih belum bisa. Freya belum bisa dibesuk sebanyak dan sesering itu. Mereka harus menjaga ketenangan dan ruangan itu agar tetap steril.
Marva dan Agam menatap iba pada Rei. Wajah perempuan itu masih sama pucatnya. Mereka hanya bisa menunggu di ruangan VVIP itu. Ruangan tempat keluarga pasien bisa menginap, karena di dalam ruangan itu adalah ruangan ICU Freya.
Monic sudah terkulai lemas di sofa. Begitu juga dengan Zilda dan Letta.
Para asisten mereka sudah membawakan baju ganti, makanan dan minuman, cemilan, peralatan mandi, dan semuanya. Seolah mereka akan pindah ke tempat itu.
Radhi dan Raine memeluk Chiro. Mereka tadi diajak oleh Vio bersama dengan Frans, Carles dan Delia.
Ruangan itu sudah sangat penuh, tapi tidak ada yang mau mengalah untuk keluar.
__ADS_1
"Kalian makan dulu, jangan sampai ikut sakit juga," ucap Delia.
Chiro langsung membagikan makanan itu pada mereka, layaknya orang tua yang mengurus anak-anaknya. Tidak ada yang menyuap, makanan itu tetap saja didiamkan.
Chiro cemberut.
"Ternyata teman mommy nakal semua."
Chiro lalu membisikkan sesuatu pada si kembar, yang dibalas anggukan oleh mereka.
"Bunda, ayo makan. Kalau bunda tidak mau makan, kami juga enggak mau ketemu sama bunda."
Rei langsung mengambil makanan itu.
"Ayo Daddy, biar Chiro suapi."
"Daddy yang akan menyuapi Chiro."
__ADS_1
Tapi akhirnya daddy dan anak itu suap-suapan dengan satu piring.