Mother

Mother
114 Masih Perempuan Yang Sama


__ADS_3

Mobil Marva dan Vio tiba bersamaan.


"Kamu baru pulang, aku tadi mampir ke mall dan membelikan keperluan kamu dan anak-anak." Vio menggandeng tangan Marva.


Melihat sikap Vio yang lembut, dia tahu kalau istrinya itu belum tahu tentang berita yang beredar.


Memasuki pintu rumah, langsung terdengar teriakan.


"Apa yang kamu lakukan, Marva! Apa kamu mau membuat malu keluarga kita?"


Vio yang tidak mengerti, tentu saja merasa bingung. Kenapa mereka pulang-pulang langsung dimarahi. Lebih tepatnya Marva yang dimarahi. Padahal mereka baru saja satu langkah memasuki rumah.


"Kakek, Pa, Ma, kenapa kalian memarahi Marva. Apa yang dia lakukan?"


"Apa kamu belum tahu kalah kemarin suami kamu itu berciuman dengan Rei di rumah sakit?" Frans benar-benar tidak ingin berbasa-basi.


Deg


Tubuh Vio langsung gemetaran. Hatinya merasa sakit, dan air mata keluar begitu saja.


"Itu ... itu tidak mungkin."


"Tidak mungkin bagaimana. Ada perawat yang melihat mereka."


"Jawab Marva, apa itu benar?"


"Benar." Marva juga tidak mau berbasa-basi kalau jawabannya tetap saja iya atau benar.

__ADS_1


"Tapi ... tapi Rei itu sudah punya kekasih."


"Kita duduk dulu," ucap Delia, menyadarkan mereka kalau mereka masih berdiri.


"Rei itu sudah punya kekasih, seorang dokter juga. Bahkan mungkin mereka akan segera menikah," ucap Viola.


"Kamu tahu dari mana?"


"Aku melihat mereka di mall, mereka membelikan banyak brang untuk calon mertua Rei. Bahkan mereka juga membeli perhiasan di tempat Arby. Mungkin mereka akan segera menikah."


Untung saja Marva sudah mendengar dari Arby, meski dia tidak tahu tentang barang-barang lainnya dan soal pertemuan keluarga.


Marva menahan sesak di dadanya.


Sama dengan Vio yang juga menahan sesak di dadanya.


"Bagaimana kalau mereka tahu aku berselingkuh dengan mantan istri sendiri? Bahkan ibu dari anak-anak aku. Perempuan yang menyelamatkan keluarga Arthuro dari punahnya keturunan langsung?"


Deg


Jawaban Marva diluar dugaan.


Seperti inikah cara Marva membela diri?


"Dia bukan perempuan baik-baik. Sudah memiliki calon suami, tapi malah berciuman dengan suami perempuan lain. Dan sekarang kembali jalan dengan kekasihnya padahal gosip sudah beredar."


"Dan dari perempuan yang kalian anggap tidak baik, lah, anak-anak aku hadir. Dan itu kakek sendiri yang memilihkannya untukku. Bukan aku yang meminta, bukan aku yang menghadirkannya sendiri. Lagi pula, kemarin aku yang menciumnya, bukan dia yang menggodaku. Belum tentu juga mereka berpacaran, bisa saja hanya seorang teman."

__ADS_1


Kata-kata terakhir itu lebih untuk menenangkan hatinya sendiri, berharap kalau mereka memang tidak memiliki hubungan apa-apa.


Hati Vio semakin sakit.


Apa baru saja suaminya itu membela perempuan lain?


Membela perempuan lain di hadapannya.


Apa suaminya itu kini mencintai mantan istrinya?


Lalu bagaimana dengan dia?


Apa pengorbanannya sama sekali tidak berharga?


"Tapi kenapa, kenapa kamu melakukan itu?"


"Tentu saja karena aku mencintainya. Memangnya jawaban apa lagi yang kalian harapkan?"


Mereka memejamkan mata.


"Tapi kamu sudah memiliki istri, tidak pantas mencintai perempuan lain."


"Dulu aku juga sudah memiliki istri. Kenapa kalian hadirkan orang ketiga?"


Skakmat


"Itu berbeda, Marva."

__ADS_1


"Tidak ada yang berbeda. Dia masih perempuan yang sama!"


__ADS_2