Mother

Mother
200 Pesan Dari Freya


__ADS_3

"Jadi, bagaimana kalian bisa menjadi saudara?"


Flasback On


Rei melangkah meninggalkan makam neneknya, lalu menuju makam ayah dan ibunya


"Agam?"


"Rei?"


"Kamu ngapain di makam ini?" tanya mereka bersamaan.


"Kamu kenal?" tanya mereka lagi bersamaan.


"Ini makam keluarga aku." Lagi-lagi mereka menjawab bersamaan.


Mereka melebarkan mata, lalu sama-sama membuka dompet. Menunjukkan foto lama yang sudah sangat usang.


"Apa ... apa dia ayah kamu?" tanya Agam.


"Iya, dia ayah aku."


Otak Agam langsung bekerja cepat. Dan segera membawa Rei pergi dari situ, setelah sebelumnya dia memeluk perempuan itu dengan erat.


Agam lalu membawa Rei ke apartemennya, lalu segera menghubungi keluarganya.


"Aku menemukannya, aku menemukannya!" ucap Agam di telp dengan cepat dan semangat.

__ADS_1


"Agam, sebenarnya ini ada apa? Apa hubungan kamu dengan ayah aku?"


Agam diam, dia sendiri bingung dengan apa yang harus dia sampaikan. Mungkin kakek atau mamanya yang sebaiknya mengatakan semua ini. Agam menelisik wajah Rei, membuat Rei semakin bingung.


Dia tidak takut dengan Agam, meskipun Agam bersikap aneh.


"Agam?"


"Aku belum bisa cerita. Tapi jangan mengatakan hal ini pada siapa pun, termasuk sahabat-sahabat kamu."


Rei mengangguk, karena melihat keseriusan di wajah Agam. Dia berjalan dengan gelisah.


"Sebaiknya malam ini kamu menginap di sini dulu. Kakek dan mama mungkin akan lama datang, karena mereka ada di luar kota."


Lagi-lagi Rei mengangguk. Dia sama sekali tidak merasa canggung. Dia merasa selalu nyaman bersama Agam, bahkan saat pertama kali mereka bertemu di rumah sakit dulu.


Keesokan paginya, Yujin dan mamanya Larva tiba.


Agam lalu melihat Rei.


"Rei? Kenapa bisa Rei?"


Mareka tidak mengerti, kenapa yang selama ini mereka cari ternyata Rei.


"Bu ... bukankah seharusnya laki-laki? Bukanya seharusnya anak laki-laki? Adik kamu seharusnya laki-laki, Agam!"


"Rei, kamu yakin, kan, kalau yang di kuburan itu ayah kamu?"

__ADS_1


"Nenek bilang begitu. Dulu nenek suka mengajak aku ke makam ayah dan ibu. Nenek juga memberikan selembar foto ini."


"Sebaiknya kita lakukan tes DNA saja, untuk memastikan semuanya," ucap Yujin.


Maka hari itu juga mereka melakukan tes DNA, dan harus menunggu hasilnya. Setelah mendapatkan hasilnya, dinyatakan bahwa Rei memang benar cucu dari Yujin.


Rei yang masih merasa bingung, terus saja bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu adalah cucuku, Rei. Adik Agam!"


"Apa? Bagaimana bisa?"


"Ceritanya panjang dan rumit. Tapi percayalah, kamu memang keluarga kami."


"Selama ini kami terus mencari keberadaan kamu, tapi tidak pernah ketemu."


Rei tahu dari Agam, kalau keluarganya ini memang sering keluar kota dan negeri, tapi dia tidak pernah tahu untuk apa.


"Pantas saja kita selalu gagal. Informasi yang kita dapatkan, kalau anak yang kita cari itu laki-laki, ternyata malah perempuan."


"Sepertinya kita memang dipermainkan. Aku akan kembali menyelidiki semua ini."


"Rei, berjanjilah jangan pernah mengatakan semua ini pada siapa kun, termasuk sahabat-sahabat kamu. Biarkan ini menjadi rahasia dulu. Kamu mengerti, kan?"


Rei tidak langsung menjawab. Otaknya menerima banyak kejutan hari ini, dan harus mencernanya dengan baik.


Bagaimana bisa dia yang yatim piatu dan tidak memiliki sanak saudara satu pun, tiba-tiba memiliki keluarga yang nyaris komplit.

__ADS_1


"Tapi kenapa mereka tidak boleh tahu, mereka kan sahabat aku."


"Karena ini pesan dari Freya!"


__ADS_2