Mother

Mother
69 Freya VS Viola (Pembelaan Rei)


__ADS_3

"Kalau memang ingin menolong, kenapa tidak kalian berikan saja pengobatan gratis untuk neneknya? Kenapa harus timbal balik?"


Rei meremas tangannya. Dia sudah berjanji untuk tidak menceritakan semua itu pada siapa pun, dan sekarang Freya menunjukkan bahwa dia sangat tahu apa yang dialami Rei.


"Kalau saja aku tahu, aku yang akan membantunya, bukan orang-orang kelas rendahan seperti kalian!"


"Freya!"


"Kamu!" Dia menunjuk Viola.


"Apa kamu bangga menjadi ibu dari anak orang dengan cara seperti ini? Kalau kamu menjadi Rei, apa kamu sanggup menjalani semuanya?"


Deg


Viola terdiam, apa yang akan dia lakukan kalau dia yang menjadi Rei?


Tidak tahu!


Membayangkannya saja tidak ingin.


"Dan Anda!" menatap tajam mamanya Marva.


"Bagaimana jika anak perempuan Anda diperlakukan seperti ini? Oh, tentu saja tidak tahu apa-apa. Anda kan tidak punya anak perempuan. Tapi bagaimana kalah Anda yang ada di posisi neneknya Rei, tahu saat cucu Anda harus mengalami nasib selerti itu membatu pengobatan Anda? Bagaimana jika Anda yang menjadi Viola, harus membiarkan suami Anda menikah lagi dan memiliki keturunan dari perempuan lain? Apa Anda bisa ikhlas begitu saja? Apa Anda benar-benar bisa membesarkan anak itu dengan lapang dada tanpa mengingat masa lalu?"

__ADS_1


"Kalian, coba saja sedikit berpikir jika berada di posisi korban!"


"Anda dan Anda? Bagaimana kalau ibu kalian yang diperlakukan seperti itu? Atau saudara perempuan kalian? Anak kalian? Cucu kalian?"


"Tidak bisa menjawab, kan? Tentu saja, mau bilang tidak terima tapi kalian sendiri lah penjahatnya."


"Kamu sendiri, kamu pikir dirimu yang paling baik? Kamu juga meninggalkan anak kamu saat masih bayi." Viola membalas perkataan Freya.


"Ternyata otakmu todak sebagus rupamu, ya!"


"Apa maksud kamu?"


"Bukankah tadi sudah aku bilang. Cobalah berpikir saat kalian ada di posisi korban. Aku yang masih berumur enam belas tahu, dipaksa menikah. Di saat remaja seusiaku sedang mengalami gejolak anak muda. Main bersama teman, bahkan mungkin sedang berbunga-bunga merasakan cinta pertama. Tapi aku harus dipaksa nikah. Kamu pasti tahu ala saja yang sudah aku alami sejak saat itu. Kalau kamu jadi aku, apa yang akan kamu lakukan? Pasrah begitu saja menerima pernikahan paksa itu? Oh, kamu tidak akan tahu. Kamu kan menikah dengan Marva karena memang kemauan kamu. Tersenyum lebar pada para tamu, menjadi orang yang paling bahagia dan menunjukkan bagaimana seharusnya menjadi ratu sehari."


Deg


Selama ini dia sibuk sendiri dengan perasaannya. Memikirkan dirinya yang dikhianati suami yang menikah lagi meski itu keinginan kakek Marva.


Dia tidak peduli dengan Rei yang sebenarnya juga menjadi paling menderita di sini. Harus meninggalkan anak dan diceraikan.


Kalau dia yang menjadi Freya?


Mungkin depresi dan sudah berakhir di alam kubur.

__ADS_1


"Di saat remaja perempuan lain membanggakan bentuk tubuhnya yang ideal, aku harus hamil dan merasakan perubahan di tubuhku Bukan aku menyesali telah mengandung dan melahirkan Chiro. Tapi kalian yang pernah merasakan muda, tidak bisakah berpikir apa yang sudah kalian rebut dari kami?"


Diam, tidak ada yang menjawab, karena apa yang dikatakan Freya memang benar.


"Ayo Rei, bicara untuk menyadarkan mereka juga enggak akan selesai. Otak mereka bebal!"


Freya menarik tangan Rei, tapi gadis itu masih berdiri di tempat.


"Bukan maksud Freya ikut campur. Tapi dia terlalu baik. Dia pertama yang sangat baik padaku, jauh sebelum aku bertemu dengan kalian. Dia yang menolong aku dari preman. Yang membuat aku bisa mendapatkan tas baru dan sepeda merah itu. Memberikan aku modal untuk berjualan kue lebih banyak lagi. Dia yang memberikan aku tempat tinggal saat aku dan nenek diusir dari kontrakan karena tidak bisa membayar uang sewa berbulan-bulan. Bahkan aku dan nenek bisa tinggal di tempat baru yang lebih bagus tanpa memikirkan uang sewa. Aku tinggal di sana dengan gratis. Kalau saja dulu Freya tidak menghilang tanpa jejak, aku yakin dia juga yang akan menolong aku. Jadi tolong, jangan membenci Freya karena kebaikannya padaku."


Rei pergi bersama sahabat-sahabatnya, meninggalkan mereka yang diam dan cukup syok dengan apa yang Rei katakan.


Jadi mereka sudah lama berteman?


Jadi Freya yang memberikan sepeda merah itu?


Jadi ....


Jadi ....


Jadi ....


Jadi mereka selalu ada di lingkaran yang sama dan saling berhubungan?

__ADS_1


Dan tentu saja mereka tahu kenapa saat itu Freya menghilang selama berbulan-bulan dari sekolah.


__ADS_2