Mother

Mother
132 Frans Dilema


__ADS_3

"Sayang, kamu tahu, Freya dituduh yang menjadi penyebab tersebarnya berita itu?"


Perempuan itu melihat pria di hadapannya.


"Biar nanti aku yang urus."


"Biar kami temani."


"Tidak usah, biar aku sendiri."


"Aku temani, aku tidak mau kamu pergi sendiri."


"Terserah saja."


"Tapi kenapa kamu melakukan itu? Itu kan bukan urusan kamu dan tidak ada hubungannya dengan kamu."


"Karena aku kasihan. Aku ini juga perempuan. Aku tidak mau kalau dipisahkan dengan anak-anakku dan tidak diakui. Aku juga kasihan dengan Vio. Mereka berdua terjebak dengan keadaan yang tidak menyenangkan. Lain lagi ceritanya kalau Rei itu pelakor yang dengan sengaja merusak rumah tangga orang dan merebut suaminya dengan cara licik."


"Lalu siapa yang kamu dukung?"


"Tidak ada. Aku tidak mengurusi kisah cinta mereka. Apa kalau aku yang tidak bisa memiliki anak, kamu akan menikah lagi dan meninggalkan aku?"

__ADS_1


"Kamu ini bicara apa sih, Yang? Tidak ada alasan bagiku untuk meninggalkan kamu. Kalau memang mai, sudah dari dulu saja."


"Awas saja kalau kamu berani mengkhianati aku, aku akan membalas kamu dengan lebih menyakitkan lagi."


"Iya sweetie, my love, my heart, my darling, my baby ...."


Ciri khas seseorang saat memanggil wanita pujaannya.


"Jadi kapan kamu akan menemui mereka?"


"Setelah Freya sembuh."


"Aku akan menyuruh asistenku untuk menghubungi mereka," lanjutnya.


Hampir mirip dengan keadaan sebelumnya, semua keluarga besar yang bertalian dengan keluarga Arthuro hadir, termasuk keluarga Zanuar.


Freya dan teman-temannya sudah duduk dengan santai, meski dalam hati bertanya-tanya.


"Selamat siang, semuanya."


Seorang perempuan berwajah cantik, anggun dan terlihat tegas masuk bersama beberapa orang.

__ADS_1


"Langsung saja ya, karena kita semua yang ada di sini aku yakin sangat sibuk. Jadi begini ...."


Dia melihat mereka satu persatu, tidak ada rasa takut dalam dirinya karena sudah membuat kekacauan dalam keluarga itu.


"Sayalah yang menyebarkan berita yang menyebar beberapa hari yang lalu?"


"Apa?" Mereka menatapnya tidak percaya.


"Saya yang melakukannya, bukan Freya."


"Tapi kenapa? Apa Anda menyimpan dendam dengan keluarga kami?"


"Tidak ada dendam. Dan memang semua itu tidak ada sangkut pautnya dengan kami, khususnya saya. Bukan juga karena keisengan semata. Saya melakukan itu sebagai perempuan. Sebagai perempuan, tentu saja saya sangat mengerti bagaimana perasaan Rei, juga Vio tentunya."


"Jadi Tuan Frans, apa Anda ingin menuntut saya? Saya tidak akan lari jika memang demikian. Tapi sebelumnya, kita akan membatalkan segala macam bentuk kerja sama yang sedang berlangsung. Bagaimana?"


Frans memandang perempuan yang ada di hadapannya. Di sebelahnya juga ada suami yang selama ini dikatakan sangat kejam. Sudah berapa banyak lawan yang mereka jatuhkan tanpa pandang bulu, termasuk keluarga dari lawan yang mereka hadapi. Pernah seorang perempuan membuat masalah kepada mereka, lalu perempuan itu dan seluruh keluarga yang mempunyai hubungan kerabat dengannya juga ikut disingkirkan.


Benar-benar kejam.


Dari gosip yang beredar, itu dilakukan agar tidak ada yang mampu membalas dendam di kemudian hari dan sekaligus memberi peringatan bagi yang lain untuk mundur sebelum sempat mengusik mereka.

__ADS_1


Jika keluarga Arthuro membuat masalah dengannya, bisa jadi keluarga Abraham dan yang lain ikut terseret, termasuk keluarga Zanuar yang hubungannya karena kehadiran Chiro sebagai pengikat keluarga itu.


Frans benar-benar berasa dalam dilema.


__ADS_2