Mother

Mother
95 Dokter Favoritku


__ADS_3

"Entah bagaimana jadinya aku kalau tidak bertemu dengan Freya. Takdir sepertinya ingin membantuku melalui dia. Kami dipertemukan lagi selama beberapa waktu terpisah. Di negara asing, yang membuatku merasa takut."


"Yang kedua, dan juga tidak akan pernah aku lupakan hingga aku tua nanti. Untuk kamu, dokter Agam. Kamu adalah dokter favoritku saat itu. Kamu adalah orang kedua yang selalu bersikap baik padaku setelah Freya. Karena dokter, aku jadi tahu tidak semua dokter itu galak. Bagiku, dokter Agam adalah dokter yang sesungguhnya. Setelah memutuskan untuk menjadi seorang dokter, aku ingin menjadi dokter seperti dokter Agam. Dokter yang selalu ramah dan baik pada pasien, perawat, petugas cleaning services, dan para dokter lain. Dokter yang memberikan aku makanan dan minuman, yang memberikan aku vitamin agar aku tidak kelelahan, dokter yang memberikan aku selimut hangat dan tebal. Kebaikan dokter tidak akan pernah aku lupakan sampai kapan pun."


"Selanjutnya, aku mau berterima kasih pada Monic, Zilda dan Letta. Mereka orang-orang yang selanjutnya sangat baik padaku. Menyayangi aku meski aku berbeda dari mereka. Mereka yang berasal dari keluarga terpandang, tidak malu berteman denganku dan selalu mendukung aku."


"Tanpa kalian semua, aku bukanlah siapa-siapa."


"Klinik ini, didirikan untuk orang-orang yang tidak mampu seperti aku dulu. Mereka, sahabat-sahabat aku, yang tahu kisah hidupku, tidak ingin ada yang bernasib sama denganku." Rei melihat sekilas keluarga Arthuro.


"Cukup aku saja yang mengalami masa-masa suram itu, kehilangan keluarga satu-satunya untuk selama-lamanya. Kehilangan keluarga karena tidak memiliki uang, meski aku juga sadar kalau ini memang takdir."


"Jadi, aku ucapkan rasa Terima kasih yang sebesar-besarnya, untuk para dokter, perawat, dan semua pihak yang sudah mau bergabung dengan klinik ini. Yang tujuan utama klinik ini adalah untuk mereka yang tidak mampu."

__ADS_1


Banyak yang mau ambil bagian di klinik ini, dan itu menunjukkan siapa mereka yang sebenarnya.


Selain Naya dan sahabat-sahabatnya, juga tentunya ada dokter Agam.


Tidak ketinggalan, Marcell.


Hannie (Arrogant Wife)


Dan yang lain.


Melihat siapa saja dokter-dokter itu, jangan ditanya berapa gaji yang diperoleh.


Namanya juga klinik untuk ekonomi menengah ke bawah, klinik ini didirikan atas dasar kemanusiaan jadi jangan berharap bergaji besar.

__ADS_1


"Aku, Reinata Kirei, berjanji akan mengobati pasien-pasienku dengan ketulusan dan tanpa pamrih. Sekali lagi, Terima kasih untuk Freya Cahaya, umurmu memang lebih muda dariku, tapi sikapmu lebih sering seperti kakak dan ibu bagiku."


Rei mengusap air matanya, sedangkan Freya tertawa pelan dan mengusap ujung matanya juga, termasuk para sahabat-sahabatnya.


"Untuk dokter Agam, tetaplah menjadi dokter favoritku. Ayo kita bersama-sama menjadi dokter yang baik sesuai dengan sumpah profesi kita."


Rei dan sahabat-sahabatnya berpelukan. Lalu Rei juga memeluk dokter Agam, yang juga membalas pelukannya.


Tepukan tangan memenuhi ruangan itu. Banyak yang merasa terharu.


Freya sebagai pemilik klinik itu, kembali berbicara.


"Usia kami memang masih muda, jadi untuk para dokter senior, tolong bimbingannya. Bantu kami berlima untuk mengembangkan klinik ini, khususnya Rei yang menjadi pimpinan di sini. Jangan lagi menganggap dirinya remeh. Dia berhasil dengan usahanya sendiri, dan kami yakin dia akan menjadi pimpinan yang baik." Freya menekankan kalimat-kalimat itu sambil menatap tajam keluarga Arthuro.

__ADS_1


__ADS_2