Mother

Mother
117 Perempuan Beraura Kuat


__ADS_3

Gosip ternyata tidak berhenti sampai di situ saja, tapi sudah terdengar oleh pihak lain.


Dan di sini lah Rei berada, menunduk saat ditatap tajam oleh seorang perempuan.


Perempuan itu memiliki aura yang sangat kuat.


Dia bukan Vio atau Delia.


Alexa Elora William (Pemeran Utama Arrogant Wife. Yang belum baca, baca juga dong Arrogant wife, ya)


Perempuan yang terkenal sangat sadis, baik berupa ucapan atau tindakan. Paling benci pengkhianatan dan pelakor.


Rei sendiri sudah sering mendengar cerita tentang perempuan yang akrab dipanggil Lexa. Salah satu yang tergabung dalam 12F, salah satu donatur D'LIMA.


Apa dia juga akan habis ditangan Lexa? Pikir Rei.


Rei juga tahu tentang berita bahwa Lexa telah mempermalukan seorang perempuan tanpa ampun karena berani mengusik hidupnya.


"Kenapa kamu harus setegang itu saat bersamaku?" tanya Lexa.

__ADS_1


"Tidak."


"Kalau begitu, ayo kita bahas tentang klinik. Aku akan memberikan dana tambahan."


Rei mengangguk, dia mulai tenang saat Lexa tidak membahas masalah pribadinya.


Pantas saja banyak yang segan padanya. Dia benar-benar berkarisma.


Tidak lama kemudian, dokter Hannie dan dokter Yosuke tiba di kafe itu. Mereka berdua adalah sahabat Lexa.


Dokter Hannie dan dokter Yosuke juga sudah tahu tentang gosip itu, padahal mereka bekerja di rumah sakit yang berbeda, benar-benar membuat Rei malu.


Setelah membicarakan banyak hal, Lexa dan kedua sahabatnya pergi dan Rei baru bisa bernafas lega.


Ya ampun, nona Lexa itu benar-benar seram.


Rei lalu pergi ke klinik, di sana juga akan ada rapat membahas perkembangan klinik yang buka dia puluh empat jam itu.


Rei pergi sendiri, karena Agam yang biasanya pergi bersamanya sudah pergi lebih dulu, sedangkan dia harus bertemu dengan Lexa.

__ADS_1


Rei mengendarai mobilnya dengan pelan. Dia bersyukur dengan hidupnya saat ini.


Dia bisa membeli apartemen, menyetir dan membeli mobil.


Padahal dulu dia hanya bisa mengayuh sepeda, dan sepeda yang dia punya juga sepeda bekas sampai akhirnya dia mendapatkan sepeda baru berwarna merah itu dari Freya.


Dengan uang yang dia miliki saat ini, dia tentu saja bisa membeli rumah sederhana untuk dia dan neneknya jika masih hidup.


Tapi dia sudah ikhlas dengan takdirnya.


Tidak perlu terus menerus meratapi sesuatu yang telah berlalu. Yang penting sekarang adalah masa depan yang harus lebih baik lagi.


Rei melihat ke sekelilingnya saat lampu merah. Rei tersenyum, dulu setiap lampu merah menyala, dia juga akan memperhatikan mobil-mobil bagus itu dan bertanya dalam hati, "Kapan aku bisa menaiki dan memiliki mobil bagus juga?"


Aku tahu semua ini juga karena doa kalian, ayah, ibu, dan nenek. Terima kasih, kalian tenang dan berbahagialah di sana.


Di tempat lain, Vio merasa gelisah. Dia mau bertemu dengan Rei, tapi menurut resepsionis di rumah sakit, dia tidak ada. Tentu saja Vio tidak bertanya secara langsung, tapi menyuruh orang untuk melakukannya.


Vio tidak mau kedatangannya di rumah sakit itu kembali menjadi gosip. Perempuan itu lalu memutuskan untuk ke rumah orang tuanya saja. Dia juga sudah berkali-kali ditanya oleh keluarganya soal gosip yang beredar.

__ADS_1


"Hanya gosip, jangan percaya itu." Hanya itu yang dia katakan.


__ADS_2