
Para pria itu melirik seorang pria lainnya yang dari sekian tahun lamanya, kembali menampakkan wajah.
Mico
Mico menaik turunkan alisnya, membuat mereka, khususnya Arby yang punya dendam pribadi padanya, merasa kesal.
Mico langsung bisa merebut perhatian Chiro, yang menginginkan Mico menjadi daddynya yang kedua, alias menikah dengan Freya.
Pria cerdas namun seenaknya itu memperhatikan wajah Marva, si kembar, lalu Rei.
Tidak perlu mendengar penjelasan apa-apa, dia langsung paham situasi.
"Hai, kakak ipar. Ups, double mantan kakak ipar, kah?" Mico tertawa melihat mereka yang (para pria itu) yang semakin kesal.
"Aku ucapkan selamat, karena kalian menjadi hot janda."
Tawanya menjadi semakin kencang, merasa puas akan kemurkaan para pria, dan dia dengan santainya duduk di antara perempuan-perempuan cantik itu.
Mico memangku Chiro, tapi juga bercanda dengan si kembar.
"Coba lihat, aku sangat akur kan dengan anak-anak kalian. Mungkin aku akan menjadi suami dan ayah sambung idaman."
Kalau saja tidak ditahan, pasti Arby sudah menghajar Mico habis-habisan.
__ADS_1
Marva juga melihat Rei yang bisa langsung akrab dengan Mico. Kalau diingat-ingat, dia hanya pernah melihat Rei bicara santai seperti itu dengan dokter Agam, dan sekarang dengan Mico.
Bahkan para perempuan itu bisa sangat akrab dengan pria yang selalu membuat masalah.
Mereka seperti dua tim yang akan selalu mengibarkan bendera perang. Hanya anak-anak itu saja sebagai penghubung mereka.
Ada pertemuan, maka ada perpisahan.
Mereka harus berpisah karena tidak ada hubungan yang mengikat.
Yang satu bukan rumah tempatnya pulang bagi yang lain.
Di Jakarta
Sejak pertemuan tidak terduga dengan Rei dan Freya, Frans selalu teringat akan mereka.
Freya, yang merupakan menantu paling ideal dibandingkan Viola, tentu saja dia mengakui dan menyadari itu. Sayangnya pernikahan mereka tidak berlangsung lama, tapi memberikan dia cucu yang sangat cerdas di usia dini, sama seperti Freya.
Rei, perempuan yang dia pilih untuk memberikan keluarganya, khususnya Marva, keturunan.
Frans memang sengaja mengajukan tawaran itu pada Rei, karena tahu gadis itu tidak akan menolak. Kalau dia memilih perempuan lain, yang status sosialnya sama, misalnya, maka perempuan itu bisa saja banyak menuntut.
Dilihat dari status sosial, tentu saja Rei tidak sesuai kriteria.
__ADS_1
Tapi dia cantik, dan terlihat pintar. Dan itu sudah diselidiki oleh Frans bagaimana prestasi perempuan itu.
Tentu saja Frans harus memilih perempuan yang cantik dan cerdas kan. Apa jadinya nanti kalau Frans mencari perempuan yang biasa-biasa saja dalam berbagai hal? Akan seperti apa keturunan Arthuro yang selanjutnya?
Dan tentu saja Frans memanfaatkan keadaan Rei. Bukan karena dia pelit, tapi sekali lagi, dia menggunakan itu agar Rei setuju dan mau menolongnya. Bukankah akhirnya mereka saling membantu?
Dalam dunia bisnis, mereka saling menguntungkan, kan!
Kedua mantan istri dari cucu-cucunya itu sudah menjadi dokter. Ternyata mereka juga bersahabat.
"Apa yang sedang ayah pikirkan?" tanya Carles.
"Freya dan Rei," jawab Frans jujur.
"Apa ayah kesal karena Rei menceritakan semuanya pada Freya."
"Tentu saja, bukankah dia sudah melanggar janji."
"Lalu, apa yang akan ayah lakukan?"
"Kita lihat saja nanti bagaimana. Mereka kan juga ada di luar negeri."
"Oya, aku baru tahu kalau seminar itu diadakan di Hawaii."
__ADS_1
"Hawaii?"
"Benar."